Wasiat Santo Fransiskus

15/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 2.921 kali

(27) [III]Aku mau sungguh-sungguh menaati minister jenderal persaudaraan ini serta gardian lain, yang sudi ia berikan kepadaku. (28)Aku mau menjadi tawanan di dalam tangannya sedemikian rupa, sehingga aku tidak dapat pergi atau melakukan sesuatu dengan melangkahi perintah dan kehendaknya, karena dia itu tuanku. (29)Walaupun aku ini orang sederhana dan sakit-sakitan, namun aku selalu mau mempunyai seorang rohaniwan yang melakukan ibadat harian untukku, sebagaimana termuat dalam anggaran dasar.

(30)Juga semua saudara lainnya wajib menaati gardiannya secara demikian pula dan melakukan ibadat menurut anggaran dasar. (31)Kalau ada saudara yang ternyata tidak melakukan ibadat menurut anggaran dasar dan mau mengadakan perubahan, atau temyata tidak katolik, maka semua saudara, di mana saja mereka berada, demi ketaatan yang mengikat, haruslah menghadapkan orang seperti itu, di mana pun mereka mendapatinya, kepada kustos yang paling dekat dengan tempat orang itu mereka dapati. (32)Kustos diwajibkan dengan keras demi ketaatan, untuk menjaga orang itu siang malam dengan ketat sebagai seorang tahanan, sehingga orang itu tidak dapat lolos dari tangannya, sampai ia sendiri secara pribadi menyerahkannya ke dalam tangan ministernya. (33)Selanjutnya minister itu diwajibkan dengan keras demi ketaatan, untuk mengirim orang tersebut dengan dikawal beberapa saudara sedemikian rupa sehingga mereka siang malam menjaganya sebagai seorang tahanan, sampai mereka menghadapkannya kepada Kardinal Ostia, yang menjadi tuan, pelindung dan pengawas seluruh persaudaraan.

(34)Janganlah saudara-saudara berkata, “Ini satu anggaran dasar lain”; sebab ini adalah ke nangan, nasihat, ajakan dan wasiat yang dibuat oleh aku, Saudara Fransiskus, orang kecil ini, untuk kamu, saudara-saudaraku yang terberkati, dengan maksud agar kita secara lebih katolik menepati anggaran dasar yang telah kita janjikan kepada Tuhan.

Pages: 1 2 3 4