Triduum Paskah: Sabtu Suci / Malam Paskah

20/04/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 26 kali

Renungan Rohani – Prapaskah Bersama St. Fransiskus

Triduum Paskah: Sabtu Suci / Malam Paskah – 20 April 2019

“Mati dari Dosa”

Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Rom 6:11)

Fransiskus menggambarkan hidup sebelum pertobatannya sebagai “Ketika aku berada dalam dosa.” Surat Santo Paulus kepada jemaat di Roma, sebagai bagian yang selalu dibaca di Paskah Virgil, mengingatkan kita bahwa kita mati bersama Kristus dalam baptisan kita dan dengan demikian akan bangkit bersamanya dalam kebangkitan.

Kami telah melakukan perjalanan Prapaskah ini dengan St Fransiskus, bercermin dengannya di salib Kristus, panggilan Injil untuk kemiskinan, peduli kepada orang miskin, bahaya dan godaan yang dapat menimpa kita bahkan ketika kita sedang berusaha untuk hidup yang baik dan kehidupan suci. Ketika kita tiba pada perayaan Paskah, kita ingat bahwa salah satu ciri khas kehidupan Fransiskus adalah kegembiraan yang mendalam dalam kasih Kristus dan kemuliaan ciptaan:

Pada kesempatan lain hamba Allah berada di dekat Santa Maria Para Malaikat, Portiunkula, ketika seekor domba dipersembahkan orang kepadanya. Karena cintanya akan ketidaksalahan dan kesederhanaan, yang menjadi sifat alamiah domba, domba itu diterimanya dengan senang hati dan perasaan terimakasih. Pria takwa itu menasihat; domba itu, agar mengindahkan ibadat ilahi tanpa mengganggu saudara-saudara. Domba itu seakan-akan mengerti nasihat baik hamba Allah, dan memelihara dengan saksama pesannya. Sebab segera domba itu mendengar saudara-saudara menyanyi kor, maka dia pun masuk ke gereja dan tanpa diberitahu siapa pun berlutut dan mengembik di depan altar Santa Perawan, bunda Anak Domba, seakan-akan hendak memberi salam kepadanya. Bilamana Tubuh Mahakudus Kristus diangkat di tengah-tengah perayaan Misa, domba itu berlutut sambil menundukkan kepadanya, seakan-akan domba itu dengan sikap hormat hendak menegur kekurang-hormatan mereka yang kurang bakti dan mengajak orang-orang yang bakti kepada Kristus untuk semakin menghormati Sakramen Mahakudus. (LegMai 8:7)

Doa St. Fransiskus

Yang Mahaluhur, Mahakuasa, Tuhan yang baik, tiada insan satu pun layak menyebut nama-Mu. Amin

(Franski)