Triduum Paskah: Jumat Agung

19/04/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 51 kali

Renungan Rohani – Prapaskah Bersama St. Fransiskus

Triduum Paskah: Jumat Agung – 19 April 2019

“Karena Salib SuciMu”

Seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air (Yoh 19:34)

Kisah Sengsara menurut Yohanes selalu dibaca pada Jumat Agung. Kisah ini memberi kita perspektif tentang kematian Yesus. Kematian-Nya itu bukan sekadar kejadian tragis dalam hidup seorang yang baik. Kematian-Nya itu adalah puncak dari pelayanan Putra Allah di dunia ini, saat pemuliaan-Nya, saat ketika langit dan bumi bergabung dan kehidupan Kristus menjadi kehidupan Gereja yang berkelanjutan.

Bagi St. Fransiskus, merenungkan Kisah Sengsara bukanlah suatu latihan penyiksaan diri seperti yang lazim di abad pertengahan, tetapi suatu cara mempersatukan dirinya secara sepenuh dengan pengorbanan Kristus di kayu salib, suatu cara hidup yang begitu menyeluruh ke dalam misteri Kristus sehingga ia dapat membimbing orang lain ke dalam misteri ini.

Ia menulis dalam Wasiatnya:

Tuhan memberi aku anugerah dalam gereja-gereja, kepercayaan yang sedemikian besar, sehingga aku biasa berdoa secara sederhana dengan kata-kata ini, “Kami menyembah Engkau, Tuhan Yesus Kristus, di semua gereja-Mu yang ada di seluruh dunia, dan kami memuji Engkau, sebab Engkau telah menebus dunia dengan salib-Mu yang suci”. (Was 4-5)

Pertobatan Fransiskus dimulai dengan doanya di hadapan salib di kapel San Damiano yang hancur dan memuncak dalam pengalamannya menerima stigmata di Gunung La Verna. Saat kita melakukan perjalanan dengannya, dia selalu membawa kita ke salib dan kepada Kristus.

Doa St. Fransiskus

Berbahagialah mereka yang didapatinya setia pada kehendak-Mu yang tersuci karena mereka takkan ditimpa maut kedua. Pujalah dan pujilah Tuhanku, bersyukurlah dan mengabdilah kepada-Nya dengan merendahkan diri serendah-rendahnya. Amin

(Franski)