Transitus di Yayasan St. Fransiskus Jakarta

11/10/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 53 kali

Para pengikut St. Fransiskus Assisi memiliki tradisi yang sudah dihidupi berabad-abad, yaitu ibadat transitus. Ibadat transitus dilaksanakan setiap tanggal 3 Oktober sebagai peringatan akan saat-saat terakhir St. Fransiskus Assisi sebelum dijemput “saudari maut”. “Saudari maut” adalah sebutan St. Fransiskus Assisi untuk kematian. Ia tidak menghadapi kematian dengan rasa takut, tetapi dengan penuh sukacita, karena kematian adalah pintu baginya untuk berjumpa dengan Sang Khalik. Oleh karena itu tidak heran pula apabila tanpa ragu dan takut ia menyapa kematian sebagai “saudari maut”.

Dalam rangka memperkenalkan tradisi transitus ini kepada segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus, maka pada kamis (3/10/2019) diadakan ibadat transitus. Ibadat transitus ini dilaksanakan baik di unit Kramat maupun di unit Kampung Ambon. Khusus di unit Kramat, ibadat transitus dimulai tepat pkl. 08.00 wib dengan dipandu oleh Fr. Rino, OFM dan Fr. Aldi OFM. Hadir dalam ibadat ini para murid dan guru TK, SD, SMP, dan SMA/K Fransiskus Kramat, serta segenap pegawai Yayasan Santo Fransiskus.

Ibadat ini juga melibatkan siswa/i. Di bawah bimbingan Rm. John Tukan, OFM dan Fr. Fendi, OFM siswa/i SMP yang bertugas sebagai anggota koor menyanyikan lagu-lagu ibadat dengan merdu dan turut membantu para peserta dalam menghayati saat-saat terakhir hidup St. Fransiskus Assisi. Selain siswa/I SMP, beberapa siswa SMK juga dilibatkan dalam ibadat ini dengan bertugas membacakan dialog antara St. Fransiskus dan para sahabatnya. Keseluruhan acara ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit.

Ini adalah kali pertama diadakannya ibadat transitus di sekolah Fransiskus. Menurut ketua Yayasan Santo Fransiskus, Rm Mateus L. Batubara OFM, yang juga menjadi penggagas kegiatan ini, ibadat transitus yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendekatkan spirit St. Fransiskus Assisi kepada segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus. Lebih lanjut, menurut beliau kegiatan ini akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya, dan diharapkan melalui kegiatan ini segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus dapat semakin menghayati spirit St. Fransiskus Assisi. Pax et Bonum.

Kontributor : Sdr. Ambrosius Setiadvento OFM

Transitus di Yayasan Santo FransiskusPara pengikut St. Fransiskus Assisi memiliki tradisi yang sudah dihidupi berabad-abad, yaitu ibadat transitus. Ibadat transitus dilaksanakan setiap tanggal 3 Oktober sebagai peringatan akan saat-saat terakhir St. Fransiskus Assisi sebelum dijemput “saudari maut”. “Saudari maut” adalah sebutan St. Fransiskus Assisi untuk kematian. Ia tidak menghadapi kematian dengan rasa takut, tetapi dengan penuh sukacita, karena kematian adalah pintu baginya untuk berjumpa dengan Sang Khalik. Oleh karena itu tidak heran pula apabila tanpa ragu dan takut ia menyapa kematian sebagai “saudari maut”.Dalam rangka memperkenalkan tradisi transitus ini kepada segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus, maka pada kamis (3/10/2019) diadakan ibadat transitus. Ibadat transitus ini dilaksanakan baik di unit Kramat maupun di unit Kampung Ambon. Khusus di unit Kramat, ibadat transitus dimulai tepat pkl. 08.00 wib dengan dipandu oleh Fr. Rino, OFM dan Fr. Aldi OFM. Hadir dalam ibadat ini para murid dan guru TK, SD, SMP, dan SMA/K Fransiskus Kramat, serta segenap pegawai Yayasan Santo Fransiskus.Ibadat ini juga melibatkan siswa/i. Di bawah bimbingan Rm. John Tukan, OFM dan Fr. Fendi, OFM siswa/i SMP yang bertugas sebagai anggota koor menyanyikan lagu-lagu ibadat dengan merdu dan turut membantu para peserta dalam menghayati saat-saat terakhir hidup St. Fransiskus Assisi. Selain siswa/I SMP, beberapa siswa SMK juga dilibatkan dalam ibadat ini dengan bertugas membacakan dialog antara St. Fransiskus dan para sahabatnya. Keseluruhan acara ini berlangsung selama kurang lebih 45 menit.Ini adalah kali pertama diadakannya ibadat transitus di sekolah Fransiskus. Menurut ketua Yayasan Santo Fransiskus, Rm Mateus L. Batubara OFM, yang juga menjadi penggagas kegiatan ini, ibadat transitus yang dilaksanakan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan mendekatkan spirit St. Fransiskus Assisi kepada segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus. Lebih lanjut, menurut beliau kegiatan ini akan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya, dan diharapkan melalui kegiatan ini segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus dapat semakin menghayati spirit St. Fransiskus Assisi. Pax et Bonum.Kontributor : Sdr. Haward OFMhttps://yayasan-fransiskus.org/transitus-di-yayasan-santo-fransiskus/

Dikirim oleh Yayasan Santo Fransiskus pada Jumat, 11 Oktober 2019

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *