Sejarah Singkat Para Pengikut St. Clara

Dilihat: 3.153 kali

[ Index Buku  St. Clara dan Warisan Rohaninya ] [ Index Ordo St. Clara ]

Bagian VII
Sejarah Singkat Para Pengikut St. Clara dari Assisi

[Prakata] [Bab 1] [Bab 2] [Bab 3] [Bab 4] [Penutup]

BAB I
 Dari Saat Meninggalnya Clara (1253)
 Sampai Dengan Paus Urbanus (1263)

A. SITUASI AWAL

Pada waktu Klara meninggal (1253) situasi “Ordo St. Damiano” atau “Ordo Para Wanita Miskin” belum juga jelas. Yang ada hanyalah sejumlah biara wanita yang berorientasi kepada St. Damiano, Klara. Anggaran Dasar karangan Klara satu hari sebelum Klara meninggal diresmikan oleh Paus Innocentius IV. Tetapi Anggaran Dasar hanya diresmikan untuk biara St. Damiano saja. Anggaran Dasar karangan Klara terdiri atas pelbagai unsur. Kerangka dasar ialah Anggaran Dasar Saudara-saudara Dina yang diresmikan Paus Honorius III pada tahun 1223. Kerangka itu diolah seperlunya, tetapi tidak banyak. Dengan demikian ciri Fransiskan terjamin. Kerangka lahiriah, yaitu kerangka hidup Kontemplatip dengan pingitan ketat, dipetik dari Anggaran Dasar (konstitusi) karangan Kardinal Hugolinus dan Paus Innocentius IV. Unsur hakiki Anggaran Dasar Klara ialah “Hak atas Kemiskinan”, “Privilegium Paupertatis”, dan “Pola Dasar Hidup”, karangan Fransiskus. Dan unsur ketiga yang penting ialah kaitan St. Damiano dengan Ordo Saudara-saudara Dina.

Anggaran Dasar karangan Klara itu yang diresmikan untuk St. Damiano juga diterima oleh sejumlah biara lain yang berorientasi kepada St. Damiano. Yaitu biara di Monticelli, Siena, Gattaiola, Luca dan terutama biara Agnes di Praha. Biara itulah yang menjadi pusat kedua di samping St. Damiano. Pada saat Klara meninggal sebenarnya ada sekitar 120 biara yang berorientasi kepada St. Damiano, tetapi tidak menerima Anggaran dasar karangan Klara. Ada biara-biara yang didirikan baru (tapi tidak oleh Klara) dan ada biara yang sudah ada, lalu bergabung dengan St. Damiano. Misalnya biara di Monticelli. Agnes, adik Klara, dikirim ke situ dan menjadi abdis di sana. Tetapi dari surat Agnes sendiri jelas bahwa biara itu sebenarnya sudah ada, tetapi ingin mengikuti gaya hidup St. Damiano. Agnes dikirim untuk memimpin perubahan itu. Contoh lain ialah sebagai berikut: Ermenetrudis, seorang Bhegin, mendirikan sebuah biara di Brugge dan juga di lain-lain tempat. Melalui Saudara-saudara Dina yang menetap di Belgia selama Klara masih hidup, Ermenetrudis berkenalan dengan gaya hidup Klara. Ia ingin mengikutinya, lalu ia sendiri pergi ke Roma untuk berjumpa dengan Klara. Tetapi waktu tiba Klara sudah meninggal. Namum Ermenetrudis mengambil alih gaya hidup St. Damiano.

Biara-biara yang berorientasi kepada St. Damiano, kebanyakan tidak menerima Anggaran Dasar Klara. Mereka tetap menuruti entah Anggaran Dasar Paus Gregorius (artinya: Konstitusi Kardinal Hugolinus, yang menjadi Paus Gregorius IX), entah Anggaran Dasar karangan Paus Inosentius IV. Kebanyakan biara itu, dengan menolak “privilegium paupertatis”, atas desakan Paus Gregorius IX menerima milik tetap dan juga Paus Innocentius menekan mereka untuk dengan jalan itu menjamin penghidupan. Dengan lain kata: Unsur hakiki Anggaran Dasar dan gaya hidup Klara tidak ada. Juga kaitan dengan Ordo Saudara-saudara Dina (unsur kedua yang maha penting bagi Klara) longgar sekali. Demikian misalnya “Visitator” biara-biara itu bukanlah seorang Saudara Dina, melainkan seorang Sistersien (pengikut Bernardus dari Clairveaux). Maka jelaslah sejak awal ada pelbagai macam “Klaris”. Kebanyakan mirip saja dengan sekian banyak rubiah (antara lain Benediktines) lain. Mereka hanya terinspirasi oleh Klara membaharui dirinya.

Pada tahun 1254 bekas sahabat Klara dan pendukungnya, yakni Raynaldus dipilih menjadi Paus dengan nama Alexander IV (1264-1261). Segera beliau menangani proses peresmian Klara sebagai orang kudus. Peresmian itu terjadi pada tahun 1255. Semua dokumen peresmian beserta dengan surat (bulla) peresmian masih tersedia. Dokumen-dokumen itu memberi cukup banyak informasi terinci menganai hal-ihwal Klara, yang belum diperbagus oleh “Legenda”. Surat peresmian Paus menyatakan bahwa Alexander IV mengagumi Klara. Beliau memang pada umumnya mendukung gerakan Fransiskan dan para rubiah yang berorientasi kepada St. Damiano. Peresmian Klara sebagai orang kudus mendorong biara-biara lain untuk menggabungkan diri dengan gerakan sekitar Klara. Misalnya biara Benediktines St.Angelo di Panso, dekat Asisi, tempat dahulu Klara tinggal untuk sementara waktu sebelum pindah ke St. Damiano, menggabungkan diri. Rubiah-rubiah itu tetap menuruti Anggaran Dasar Benediktus, hanya sesuai dengan konstitusi Kardinal Hugolinus yang dahulu dipaksakan kepada St. Damiano juga.

B. CABANG BARU

Dukungan Paus Alexander IV kepada gerakan Fransiskan antara lain menjadi nyata waktu beliau pada tahun 1259 meresmikan Anggaran Dasar karangan Isabella (dari Perancis). Anggaran Dasar ini disusun untuk biara yang didirikan Isabella di desa Longchamps, dekat Paris. Pada tahun 1263 Anggaran Dasar itu diteguhkan sekah lagi oleh Paus Urbanus IV dengan perubahan kecil. Isabella (ataupun Margaretha) itu adalah puteri raja Ludovicus VIII dan isterinya Blanche dari Castillia. Ia pun adik raja Ludovicus IX, pendukung gerakan Fransiskan juga, sampai secara pribadi terlibat (Ordo III). Mula-mula Isabella mau dikawinkan dengan kaisar Jerman, Frederik II (yang pernah melamar Agnes dari Praha). Hanya Isabella menolak. Ia ingin bergabung dengan gerakan Fransiskan. Karena itu ia berkenalan dengan gaya hidup Klara di St. Damiano. Dalam mengatur gaya hidupnya Isabella dibantu baik oleh Saudara Dina maupun oleh beberapa pengikut Klara yang berkediaman di Reims. Isabella mengambil keputusan bahwa mesti ada Anggaran Dasar bagi kelompoknya. Oleh karena Anggaran Dasar Klara hanya diresmikan untuk St. Damiano, tidak begitu saja dapat diambil alih. Maka sekitar tahun 1252 Isabella mulai menggarap Anggaran Dasarnya. Sebenarnya Anggaran Dasar itu dikarang oleh Mansuetus OFM, ditolong oleh tiga Saudara Dina lain (semua Magister teologi di Paris). Bonaventura berperan sebagai pengawas. Rupanya karangan Bonaventura yang terkenal “De Perfections ad Sorores” ditulis bagi Isabella dan teman-temannya. Anggaran Dasar Isabella itu sesungguhnya suatu saduran Anggaran Dasar karangan Klara sendiri, hanya.disesuaikan sedikit dengan situasi (iklim) di Perancis. Dalam Anggaran Dasar Isabella salah satu unsur yang penting bagi Klara sangat menonjol, yakni ikatan dengan Ordo Saudara-saudara Dina. Malah para rubiah itu disebut “Sorores Minores” (Saudari-saudari Dina). Ditetapkan juga bahwa Visitator selalu mesti seorang Saudara Dina. Demikian pun para Bapa Pengakuan mesti dari Ordo I itu. Ini sesuai dengan maksud Klara dan Fransiskus (lihat wasiat Fransiskus bagi Klara). Tetapi suatu unsur lain yang dasariah bagi Klara, yakni “privilegium paupertatis” tidak ada. Maka biara di Longchamps dan lain-lain biara yang menerima Anggaran Dasar Isabella itu mempunyai harta milik tetap sebagai jaminan hidup. Sejumlah biara “Klaris” di Perancis menerima Anggaran Dasar Isabella, menggantikan Anggaran Dasar Hugolinus atau Innocentius IV. Semua “Klaris” di Inggris dan dua biara di Italia pun menerima Anggaran Dasar Isabella itu.

Sementara memang semakin banyak biara (yang sudah-sudah atau yang baru didirikan) ingin mengambil inspirasinya Klara, sedangkan pengaruh Agnes dari Praha merambat di Eropa Timur, khususnya di Moravia dan Polandia. Tetapi di sana pun tidak semua menerima Anggaran Dasar karangan Klara, seperti dalam biara Agnes di Praha. Ada yang menuruti Anggaran dasar Innocentius IV ada yang menuruti Anggaran Dasar Hugolinus.

Jadi tetap ada macam-macam Klaris (Anggaran Dasar Hugolinus, Innocentius IV, Klara, Isabella). Kebanyakan tidak menerima privilegium paupertatis. Rupanya itu dianggap tetap “mustahil” (seperti sudah dilihat oleh Hugolinus, Innocentius IV, Isabella). Para wanita/rubiah itu mesti ada jaminan hidup. Kemiskinan mutlak sungguh-sungguh dilihat sebagai “privilegium”, di luar kerangka hukum yang umum berlaku, bagi Klara dan St. Damiano. Di sana pengikut-pengikut Klara tetap setia sedapat-dapatnya. Tetapi pada tahun 1257 waktu mereka meninggalkan St. Damiano (yang memang terlalu sempit) dan pindah ke biara Santa Chiara di kota Asisi, mereka toh mulai juga memperlunak gaya hidupnya, sebagaimana ditetapkan Klara. Pada tahun 1260 jenazah Klara dipindahkan juga ke basillica Santa Chiara (dekat biara), yang khususnya dibangun untuk menghormati Klara, seperti basillica San Francesco dibangun untuk menghormati Fransiskus.

C. KETEGANGAN ANTARA “KLARIS” DAN “FRANSISKAN”

Sementara itu juga semakin terancamlah suatu unsur lain yang amat penting bagi Klara, yaitu kaitan antara Ordo I dan Ordo II. Klara meminta dan Fransiskus berjanji bahwa Saudara Dina selalu akan melayani keperluan pengikut Klara, baik spiritual maupun material. Pada tahun 1227 Paus Gregorius IX (Kardinal Hugolinus) secara resmi mempercayakan para “Klaris” kepada pelayanan Ordo I. Mula-mula semuanya berjalan dengan lancar, meskipun tidak dimana-mana hubungan antara pengikut Klara dan Saudara-Saudara Dina sama eratnya. Biasanya di dekat atau bahkan di dalam komplek biara “Klaris” menetaplah sejumlah Saudara Dina, baik rohaniwan maupun awam, yang melayani keperluan rubiah-rubiah. Bonaventura, misalnya, berkata mengenai biara Klaris, tempat ada Saudara-saudara Dina di dalamnya. Tetapi juga ada biara-biara yang tidak mempunyai seregu Saudara macam itu. Kalau biara-biara “Klaris” (menurut Anggaran Dasar Hugolinus atau Innocentius ataupun Isabella) mempunyai harta milik tetap, para saudara itu turut menikmati hasilnya.

Tetapi agak segera pengurusan para rubiah itu oleh sementara saudara dirasakan sebagai beban. Mereka merasa diri terlalu terikat dan tuntutan para rubiah itu dinilai melampaui batas. Sebab para rubiah berpendapat bahwa mempunyai semacam “hak” atas pelayanan Saudara-saudara Dina. Karena itu sejumlah Saudara Dina berusaha melepaskan ikatan dengan para pengikut Klara, sedangkan para “Klaris” sedapat mungkin membela diri, didukung oleh Paus Alexander IV. Waktu itu muncullah semacam pemeo, yang oleh Legenda Antiqua diletakkan di mulut Fransikus sebagai berikut: “Timeo, ne dum Dominus nobis abstulerit uxores, Diabolus, nobis procuravit sorores” (Saya kuatir kalau-kalau, sedangkan Tuhan mengambil dari kita isteri, iblis menyediakan suster bagi kita!”). Paus Alexander IV, sesuai dengan keinginan Klara mengangkat Kardinal Pelindung yang sama baik bagi Saudara-saudara Dina maupun untuk “Klaris”. Tetapi beliau juga terpaksa mesti menyuruh para propinsial Saudara-saudara Dina di Jerman, supaya memelihara para pengikut Klara di situ (yang jumlahnya memang kecil). Hanya sementara Saudara-saudara Dina terus mendesak supaya dibebaskan dari pelayanan pengikut-pengikut Klara.

Paus Urbanus IV (1261-1264) campur tangan dalam ketegangan yang menjadi-jadi itu. Atas desakan Saudara-saudara Dina, Paus mengangkat seorang Kardinal Pelindung yang berbeda untuk Saudara-saudara Dina dan untuk pengikut Klara, yakni Kardinal Johannes Gaetano Orsini bagi Ordo I dan Kardinal Stephanus dari Hungaria bagi para “Klaris”. Memang Kardinal Pelindung yang sama untuk Ordo I dan para “Klaris” sudah lama tidak memuaskan siapa pun dan seringkali menyebabkan kesulitan. Terutama perhatian bagi para “Klaris” kerap kali tersingkir oleh perhatian yang diberikan kepada Ordo I, yang bagi kepentingan Gereja dianggap lebih relevan. Pada tahun 1262 Urbanus IV mesti menyuruh para Saudara Dina, supaya terus melayani para “Klaris”, sampai masalah itu dibahas pada kapitel para Saudara Dina. Paus sendiri ingin mempertahankan ikatan yang lama itu, yang diinginkan Klara. Kapitel umum para Saudara Dina berkumpul di Pisa pada tahun 1263. Paus mdngirim surat yang mendesak supaya para Saudara terus mau melayani para “Klaris”. Kebijaksanaan Paus didukung juga oleh Minister Umum waktu itu, Bonaventura. Tetapi rupanya kapitel tidak berhasil mengambil suatu keputusan definitip (dokumentasi kapitel itu memang hilang), sehingga soalnya tetap terkatung-katung.

D. PENJERNIHAN

Paus Urbanus IV lebih lanjut ingin menjernihkan situasi, baik sehubungan dengan berbagai Anggaran Dasar yang berlaku untuk para pengikut Klara, maupun dengan ikatan antara Ordo I dan para “pengikut” Klara. Maka atas pesan Paus, Kardinal Johannes Gaetano Orsini menyusun sebuah Anggaran dasar baru. Pada tahun 1263 Anggaran dasar itu diresmikan oleh Paus Urbanus IV. Karena itu disebutkan sebagai “Anggaran dasar Urbanus IV”. Kardinal Orsini dibantu oleh Bonaventura dalam penyusunan Anggaran Dasar itu. Anggaran Dasar Urbanus itu diwajibkan untuk semua biara yang berorientasi kepada Klara. Hanya dikecualikan biara-biara yang sudah mengikat diri pada Anggaran Dasar Isabella dan beberapa biara lain, seperti St. Damiano, St. Chiara dan biara Agnes dari Praha yang tetap menikmati “Privilegium paupertatis”.

Anggaran Dasar Urbanus itu untuk pertama kalinya memakai sebutan “Ordo Santa Klara”. Dan Klara memang dipuji setinggi langit dalam kata pengantar Anggaran Dasar itu. Tetapi boleh diragukan kalau-kalau Klara menerima Anggaran Dasar itu seandainya ia masih hidup. Sebab apa yang paling penting bagi Klara sama sekali tidak ada bekasnya lagi dalam Anggaran Dasar Urbanus. Yaitu kemiskinan yang mutlak dan ikatan dengan Ordo I. Semua biara (kecuali di Asisi dan Praha) diizinkan dan diharuskan menerima harta milik tetap sebagai jaminan hidup. Itu tentu saja sesuai dengan keadaan nyata yang sudah biasa pada kebanyakan biara “Klaris”. Tetapi sekarang sebagai prinsip para Klaris dapat memperoleh.dan menambah harta milik tetap tanpa batas. Hubungan dengan Ordo I dilonggarkan dan malah diputuskan. Yang bertanggung jawab atas pelayanan para Klaris tidak lagi pada Ordo I, melainkan Kardinal Pelindung para Klaris. Pada setiap biara Klaris mesti ada seorang “capellanus” untuk melayani sakramen-sakramen dan pengakuan dosa. Sebaiknya “capellanus” itu seorang Saudara Dina, tetapi sebenarnya tidak perlu. Setiap imam yang layak dapat diberi tugas itu. Pokoknya: selanjutnya para Klaris tidak perlu dilayani oleh Saudara Dina. Saudara Dina seluruhnya lepas dari pelayanan material. Itu urusan Klaris sendiri, yang dapat minta bantuan di mana saja terdapat.

Pages: 1 2 3 4 5 6