Sejarah Ordo Fransiskan Hingga Tahun 1517

25/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 8.231 kali

Daftar Isi:
A. Hubungan pribadi dengan Fransiskus
B. Perlu wadah yang pasti: organisasi
C. Jumlah anggota meledak; kebutuhan penyesuaian: dua golongan
D. Bonaventura: penengah; reorganisasi Ordo
E. Kelompok Spirituales: monastik, Konventual
F. Pertikaian mengenai “kemiskinan”
G. “Observantes”: murni tanpa aneka dispensasi
H. Konventual dan Observantes resmi dipisah

G. “Observantes”: murni tanpa aneka dispensasi

Tetapi reaksipun tidak ketinggalan. Dan kepada reaksi itupun diberi angin oleh Geraldus Eudes yang lapang hatinya itu. Reaksi mulai dilontarkan oleh Yohanes della Valle yang oleh Geraldus Eudes dalam tahun 1334 diberi izin untuk mengundurkan diri ke dalam biara di Brogliano untuk di sana menghayati kemiskinan sepenuhnya sesuai dengan anggaran dasar Fransiskus. Cita-cita Yohanes della Valle diambil alih oleh sdr. Gentilis dari Spoleto dan sdr. Paulus dari Trimoi. Dalam waktu yang singkat jumlah biara tempat orang mengusahakan pelaksanaan anggaran dasar secara murni dan tanpa dispensasi dan sesuai dengan keterangan-keterangan Paus atas anggaran dasar itu bertambah dengan pesat sekali. Saudara-saudara yang mengusahakan pembaharuan itu diberi sebutan “Observantes”. Dalam tahun 1373 saudara-saudara Observantes itu di Italia diberi izin untuk membuka biara-biaranya sendiri.

Dalam tahun 1415 izin ini diperluas sampai ke Perancis juga. Tokoh yang terpenting dalam gerakan pembaru itu ialah Bernardinus dari Siena yang mendapat penganut bersemangat dan mampu dalam diri Yohanes dari Capistrano, Yacobus de Machia dan Albertus dari Sarteone. Ketiga tokoh itu memperjuangkan cita-cita para observantes itu dan berkat usaha mereka di Italia didirikan beberapa provinsi tersendiri untuk para pembaru itu. Para Observantes mendapat seorang “vicaris generalis” tersendiri yang langsung memimpin rumah-rumah dan provinsi-provinsi dari para Observantes yang tidak lagi langsung dipimpin oleh minister jendral semua saudara-saudara dina (baik Konventual maupun Observantes).

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *