Sejarah Ordo Fransiskan Hingga Tahun 1517

25/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 8.218 kali

Daftar Isi:
A. Hubungan pribadi dengan Fransiskus
B. Perlu wadah yang pasti: organisasi
C. Jumlah anggota meledak; kebutuhan penyesuaian: dua golongan
D. Bonaventura: penengah; reorganisasi Ordo
E. Kelompok Spirituales: monastik, Konventual
F. Pertikaian mengenai “kemiskinan”
G. “Observantes”: murni tanpa aneka dispensasi
H. Konventual dan Observantes resmi dipisah

B. Perlu wadah yang pasti: organisasi

Tetapi ikatan pribadi tersebut akhirnya tidak mencukupi karena bertambahnya jumlah anggota. Sewaktu Fransiskus masih hidup Ordo Saudara-saudara Dina sudah mengalami suatu krisis dan muncullah macam-macam adat salah. Ternyata bahwa manusia membutuhkan suatu rangka hidup yang lebih ketat untuk melaksanakan cita-cita keagamaan Fransiskus. Langkah pertama menuju organisasi lebih ketat ialah pembagian ordo atas wilayah (yaitu dibagi ke dalam propinsi – sebagai hasil dari kapitel tahun 1217). Kemudian kecenderungan untuk mengumpulkan saudara-saudara dalam tempat tinggal yang lebih kurang tetap, cukup luas dan dengan jaminan materil yang cukup itu bertambah kuat.

Dalam hal “menetap” itu saudara-saudara dina mengambil alih banyak unsur dari hidup kebiaraan tradisionil. Di dalamnya ditekankan perpisahan dari “dunia” secara materiil juga dan kewibawaan atasan setempat (rumah) ditingkatkan. Mula-mula atasan “setempat” (rumah), yaitu “gardian” bahkan tidak ada sama sekali. Anggaran dasar tahun 1223 belum mengenal “gardian”, tetapi dalam wasiat Fransiskus sudah dianggap suatu jabatan tetap dan penting.

Sementara itu perserikatan saudara dina juga mengambil sikap lebih kritis terhadap anggota-anggota baru dan sikap itu terwujud dalam “tahun novisiat” (tahun 1220) yang diwajibkan. Fransiskus sendiri sebenarnya lebih suka akan suatu cara hidup Injili yang lebih bebas dan kurang terikat dan ia secara pribadi tidak begitu condong kepada suatu organisasi yuridis yang jelas dan ketat. Karena itu Fransiskus hanya dengan susah payah berhasil memberikan kepada perserikatannya suatu struktur yang jelas, meskipun ia sendiri insyaf benar bahwa struktur semacam itu sungguh perlu, mengingat banyaknya penganut-penganutnya (tahun 1220 sudah ada kira-kira 3.000 – 5.000 saudara dina).

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *