Sabtu Setelah Rabu Abu

09/03/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 82 kali

Renungan Rohani – Prapaskah Bersama St. Fransiskus

Sabtu Setelah Rabu Abu – 9 Maret 2019

Makanan sang pengemis. (Ilustrasi diambil dari P. Subercaseaux Errazuriz, Francis of Assisi, Fransiscan Herald Press, 1976)

Makanan sang pengemis. (Ilustrasi diambil dari P. Subercaseaux Errazuriz, Francis of Assisi, Fransiscan Herald Press, 1976)

“Kita Semua Adalah Pendosa”

Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat. (Luk 5:31-32)

Fransiskus menggunakan kutipan kitab suci ini untuk menegur seorang gardian di salah satu rumah dimana saudara-saudara tinggal. Sang gardian telah mengusir sekawanan perampok yang datang ke rumah itu untuk meminta makanan dan dengan bangga ia menceritakan tindak tersebut kepada Fransiskus.

Fransiskus menghardik dengan tajam bahwa dia telah berlaku kejam. “Para pendosa dipulangkan kepada Allah oleh kelembutan daripada hardikan yang kasar,” katanya. “Tuhan dan Guru yang jalan injil-Nya telah kita janjikankan untuk kita ikuti, bersabda bahwa bukan orang sehat, melainkan orang sakit yang memerlukan dokter; dan bahwa Ia datang bukan untuk memanggil orang yang benar, melainkan pendosa-pendosa agar bertobat. Karena itu, Ia sering makan bersama mereka. Dengan bertindak sekasar itu, engkau bertindak bertentangan dengan cinta kasih dan bertentangan dengan Injil Yesus Kristus. Oleh karena itu saya memerintahkan kepadamu, demi ketaatan yang suci, ambillah roti dan buli-buli anggur ini, dan carilah mereka segera di bukit dan lembah sampai engkau menjumpai mereka. Berikanlah kepada mereka roti dan anggur ini, lalu berlututlah di depan mereka dan akukanlah dengan rendah hati dosa kekejamanmu. (Fior 26)

Kita mengalami bahwa tidak mudah mengakui ketika kita salah, ketika kita berdosa. Dan terkadang juga terjadi bahwa semakin kita berusaha untuk hidup sebagai orang kristiani yang baik, semakin sering juga kita mengalami kegagalan. Kesadaran inilah yang membantu kita untuk mengalami pengampunan dan rahmat yang kita butuhkan untuk mengubah hidup kita.

Doa St. Fransiskus

Kami bersyukur kepadaMu karena sebagaimana dengan perantaraan PutraMu, Engkau telah menciptakan kami; demikian pula karena kasihMu yang kudus, yang telah Engkau berikan kepada kami, Engkau telah membuat Dia, yang sungguh Allah dan sungguh manusia, lahir dari Santa Maria yang tetap perawan, yang mulia dan amat berbahagia; dan oleh salib, darah dan wafatNya, Engkau mau menebus kami. Amin

(Franski)