Pasal XXII Nasihat untuk saudara-saudara

10/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 684 kali

[Index Anggaran Dasar Tanpa Bulla] [Index Fransiskus Assisi]

(1) Hendaklah kita, saudara sekalian, memperhatikan bahwa Tuhan berfirman: Kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; (2) Sebab Tuhan kita Yesus Kristus, yang harus kita ikuti jejak-Nya, menyebut pengkhianat-Nya sahabat dan menyerahkan diri dengan sukarela kepada mereka yang menyalibkan-Nya. (3) Jadi, mereka semua yang secara tidak adil mendatangkan kesusahan dan impitan, malu dan kelaliman, penderitaan dan siksaan, kemartiran dan kematian atas diri kita, mereka itulah sahabat-sahabat kita. (4) Mereka itu harus kita kasihi sungguh-sungguh sebab justru karena hal-hal yang mereka timpakan atas diri kita, kita memperoleh hidup yang kekal.

(5) Hendaklah kita membenci tubuh kita dengan cacat-cela dan dosanya; karena melalui hidup menurut daging[1], iblis mau merampas dari kita kasih Yesus Kristus dan kehidupan abadi, lalu membinasakan diri sendiri di dalam neraka bersama semua yang menjadi kepunyaannya. (6) Sebab oleh kesalahan kita, kita menjadi busuk dan berbau, orang yang malang, menentang yang baik tetapi siap sedia dan gemar untuk berbuat jahat. (7) Sebab, sebagaimana firman Tuhan dalam Injil: Dari hatilah timbul dan keluar pikiran-pikiran jahat, perzinahan, percabulan, pembunuhan, pencurian, keserakahan, kejahatan, kelicikan, kemesuman, pandangan busuk, kesaksian palsu, penghujatan, kebebalan. (8) Semua hal yang jahat itu timbul dari dalam, dari hati orang; itulah yang menajiskan orang.
(9) Akan tetapi kini, setelah kita melepaskan dunia, tidak ada hal lain yang dapat kita perbuat, kecuali mengikuti kehendak Tuhan dan berkenan kepada-Nya saja. (10) Hendaklah kita sungguh-sungguh menjaga, jangan sampai kita menjadi tanah di tepi jalan, yang berbatu-batu atau penuh semak duri, seperti yang difirmankan Tuhan dalam Injil: (11) Benih itu ialah firman Allah. (12) Yang jatuh di pinggir jalan dan dinjak-injak, ialah orang-orang yang mendengarkan firman tetapi tidak mengerti; (13) dan segera iblis datang dan merampas apa yang ditaburkan dalam hati mereka; dan ia mengambil firman itu dari hati mereka agar mereka jangan percaya dan diselamatkan.

(14) Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu ialah mereka yang setelah mendengarkanfirman, segera menerimanya dengan gembira. (15) Tetapi ketika terjadi kesusahan dan penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Mereka itu tidak berakar, tahan sebentar saja, sebab mereka percaya hanya sebentar, dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

(16) Yang jatuh dalam semak berduri ialah mereka yang mendengarkan firman Allah; tetapi kekhawatiran dan kecemasan dunia dan tipu daya kekayaan serta keinginan akan hal yang lain masuk mengimpit firman itu sehingga mereka tidak berbuah.

(17) Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah mereka yang setelah mendengarkan firman itu dalam hati yang baik dan mulia, memahami, menyimpannya dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.
(18) Oleh karena itu kita, Saudara-Saudara, sesuai dengan firman Tuhan, hendaklah membiarkan orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.
(19) Hendaklah kita sungguh-sungguh waspada terhadap kelicikan dan kecerdikan setan, yang menginginkan agar orang tidak mengarahkan akal budi dan hatinya kepada Allah. (20) Sambil berkeliling dia ingin merebut hati manusia dengan berkedok suatu upah atau pertolongan, dan ingin melenyapkan dan mengimpit firman dan perintah Tuhan dari ingatan manusia. la mau membutakan hati manusia dengan urusan dan kesibukan duniawi lalu menetap di sana, sebagaimana Tuhan berfirman: (21) Apabila roh najis keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus dan kering mencari tempat istirahat; tetapi karena ia tidak mendapatnya, maka katanya; (22) Aku akan kembali ke rumahku, yang telah kutinggalkan itu. (21) Maka datanglah ia dan mendapati rumah itu kosong, tersapu bersih dan teratur rapi.
(24) Lalu ia pergi dan menjemput tujuh roh lain yang lebih jahat dari dia. Mereka pun masuk dan menetap di situ, maka keadaan terakhir orang itu menjadi lebih buruk daripada keadaan semula.

(25) Oleh karena itu, saudara sekalian, hendaklah kita sungguh-sungguh menjaga diri kita, agar jangan sampai dengan berkedok suatu upah, pekerjaan atau pertolongan, kita justru mendatangkan kebinasaan atau menjauhkan budi dan hati kita dati Tuhan.
(26) Akan tetapi demi cintakasih suci, yang adalah Allah, aku minta kepada semua saudara, baik para minister maupun lainnya, agar menjauhkan segala rintangan, menyingkirkan segala urusan dan kesibukan lalu berusaha sedapat mungkin agar Tuhan Allah diabdi, dikasihi, dihormati dan disembah dengan hati yang suci dan budi yang murni; itulah yang diinginkan-Nya sendiri melampaui segala-galanya.

(27) Hendaklah kita selalu menyediakan di dalam hati yang suci dan budi yang murni kediaman dan tempat tinggal bagi Dia, Tuhan Allah Yang Mahakuasa, Bapa dan Putra dan Roh Kudus, yang berfirman: Maka berjaga-jagalah setiap saat sambil berdoa, supaya kamu didapati layak untuk luput dari segala yang buruk yang akan terjadi, dan untuk tampil berdiri menghadap Anak Manusia. (28) Jika kamu berdiri untuk berdoa, katakanlah: Bapa kami yang ada di surga.
(29) Marilah kita menyembah Dia dengan hati murni, karena haruslah orang selalu berdoa dengan tidak berhenti; (30) sebab penyembah-penyembah demikianlah yang dicari Bapa. (31) Allah itu Roh dan siapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran.

(32) Marilah kita mengungsi kepada Dia, sebagai gembala dan pemelihara jiwa kita, yang berfirman: Aku ini gembala yang baik; Aku menggembalakan domba-domba-Ku dan menyerahkan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. (33) Kamu semua adalah saudara; (34) janganlah menyebut siapa pun bapa untuk kamu di bumi ini, karena Bapamu hanya satu, yang ada di surga. (35) Janganlah pula kamu disebut ‘Rabi’; sebab hanya satu Rabimu, yang ada di surga. (36) Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, maka kamu akan menerimanya. (37) Di mana pun dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka. (38) Ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.

(39) Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. (40) Akulah jalan, kebenaran dan hidup.
(41) Karena itu hendaklah kita berpegang teguh pada firman[2], hidup dan ajaran serta Injil-Nya yang suci, yaitu Dia yang telah berkenan berdoa bagi kita kepada Bapa-Nya dan menyatakan namaNya kepada kita, dengan berkata:

Bapa, muliakanlah nama-Mu dan pennuliakanlah Putra-Mu, supaya Putra-Mu mempermuliakan Engkau. (42) Bapa, Aku telah menyatakan nama-Mu kepada orang-orang yang Engkau berikan kepadaKu; sebab firman yang Engkau sampaikan kepadaKu, telah Kusampaikan kepada mereka. (43) Mereka telah menerima dan tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. (44) Aku berdoa bagi mereka. Bukan bagi dunia Aku berdoa, tetapi bagi mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu dan segala milik-Ku adalah milik-Mu.

(45) Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka pun menjadi satu, sama seperti kita. (46) Aku mengatakan semuanya ini saat Aku masih ada di dalam dunia supaya mereka memiliki sukacita dalam diri mereka. (47) Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka; dan dunia telah membenci mereka karena mereka bukan dari dunia. (48) Aku tidak meminta supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka terhadap yang jahat. (49) Kuduskanlah mereka dalam kebenaran. (50) Firman-Mu adalah kebenaran.

(51) Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia. (52) Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (53) Bukan hanya bagi mereka saja Aku berdoa, tetapi juga bagi orang-orang yang akan percaya kepada-Ku karena pemberitaan mereka, agar mereka semua menjadi satu, dan dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

(54) Aku akan memberitahukan nama-Mu kepada mereka, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku, ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka. (55) Bapa, Aku mau, supaya di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, yaitu mereka yang telah Kau- berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Mu di dalam kerajaan-Mu. Amin.


[1]. hidup menurut daging. yaitu dengan menuruti cacat-cela dan dosa-dosa.
[2]. Firman yang berikut adalah suatu kutipan panjang, dengan variasi kecil, dari doa Kristus Imam Agung, Yoh 17:6-26. Fransiskus suka akan teks itu, lihat misalnya lSurBerim 1: 14-19; 2SurBerim 56-60.