Pasal VIII Saudara tidak boleh menerima uang

12/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 604 kali

[Index Anggaran Dasar Tanpa Bulla] [Index Fransiskus Assisi]

(1)Tuhan memerintahkan dalam Injil: Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala kejahatan dan ketamakan; (2)dan: Jauhilah dengan cermat kekhawatiran dunia ini serta urusan hidup duniawi ini.

(3)Karena itu tidak seorang pun, entah di mana ia berada dan kemana pun ia pergi, boleh mengambil atau menerima atau menyuruh terima uang berbentuk apa pun dan dengan cara apa pun[1], entah untuk keperluan pakaian atau buku ataupun sebagai upah suatu pekerjaan; pendek kata, tidak boleh, dengan alasan apa pun, kecuali untuk keperluan nyata saudara-saudara yang sakit; sebab kita tidak boleh menganggap uang, dalam bentuk apa pun, lebih berguna dan lebih berharga daripada batu. (4)Setan berusaha membutakan mereka yang mnginginkannya atau menganggapnya lebih bernilai daripada batu, (5)Karena itu, kita yang telah meninggalkan segala-galanya hendaknya waspada jangan sampai kita kehilangan kerajaan surga karena benda yang remeh itu. (6)Jika kita kebetulan nenemukan uang di suatu tempat, maka hendaklah kita tidak mengindahkannya, seperti kita pun tidak nengindahkan debu yang kita injak; sebab kesia-siaan belaka dan segala sesuatu adalah sia-sia. (7)Seandainya terjadi – mudah-mudahan tidak! – bahwa ada saudara yang mengumpulkan atau nenyimpan uang selain untuk keperluan orang sakit seperti sudah dikatakan, maka kita, saudara semuanya, haruslah menganggap orang itu sebagai saudara yang palsu, orang murtad, pencuri dan penyamun, dan sebagai si pemegang kas[2], kecuali kalau ia benar-benar bertobat. (8)Janganlah saudara-saudara, dengan cara apa pun, menerima atau nenyuruh terima dan meminta atau menyuruh minta uang sebagai sedekah atau uang untuk rumah atau tempat mana pun; mereka juga tidak boleh menyertai orang yang berkeliling meminta uang untuk tempat-tempat tinggal semacam itu. (9)Akan tetapi, jasa lainnya bagi tempat-tempat itu yang tidak bertentangan dengan cara hidup[3] kita, boleh saudara-saudara berikan dengan berkat Allah.

(10)Meskipun begitu saudara-saudara boleh mengumpulkan sedekah untuk orang kusta, bila mereka sungguh memerlukannya. (11)Akan tetapi mereka harus tetap benar-benar waspada terhadap uang. (12)Demikian juga hendaknya semua saudara waspada untuk tidak menjelajahi daerah-daerah mencari keuntungan apa pun yang keji.


[1]. “Uang berbentuk apa pun”, Fransiskus menunjuk dua bentuk uang, ialah pecunia dan denarii. Yang pertama menunjuk mata uang berharga yang dibuat dari emas dan perak; yang kedua ialah uang logam yang tipis yang bisa dibawa sebagai alat tukar yang biasa.
[2]. “si pemegang kas”, maksudnya Yudas, pemegang kas Yesus dan rasul-rasul-Nya. Bdk Pth IV; konteks menunjukkan bahwa yang ditekankan ialah merampas dan melekat pada kekayaan.
[3]. dengan cara hidup, atau dengan anggaran dasar atau aturan hidup kita.