Pasal V Jangan seorang pun menyombongkan diri, tetapi sebaiknya, berbangga dalam salib Tuhan

06/09/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 618 kali

(1)Ingatlah, hai manusia, betapa unggulnya kedudukan yang diberikan Tuhan Allah kepadamu: Ia telah menciptakan dan membentuk engkau sesuai dengan gambar Putra-Nya yang terkasih menurut badan, dan sesuai dengan keserupaan-Nya menurut roh.
(2)Akan tetapi semua makhluk di bawah kolong langit, sesuai dengan kodratnya, mengabdi, mengakui dan menaati Penciptanya lebih baik daripada engkau. (3)Bahkan setan-setan pun tidak menyalibkan Dia; tetapi engkau bersama mereka sudah menyalibkan Dia, dan engkau masih menyalibkan Dia dengan mencari kenikmatan dalam cacat cela dan dosa-dosa.
(4)Karena itu, apa yang dapat kaubanggakan?
(5)Bahkan kalau engkau demikian arif dan bijaksana, sehingga engkau memiliki seluruh pengetahuan, bisa menafsirkan segala macam bahasa dan dapat menyelami perkara-perkara surgawi dengan cermat, engkau tetap tidak dapat berbangga atas semuanya itu[1]. (6)Sebab setan saja lebih tahu tentang perkara-perkara surgawi, dan lebih tahu tentang perkara-perkara duniawi daripada semua manusia, walaupun mungkin ada orang yang menerima dari Tuhan pengetahuan istimewa tentang kebijaksanaan yang tertinggi. (7)Juga seandainya engkau lebih bagus dan lebih kaya daripada semua orang dan bahkan seandainya engkau membuat keajaiban sehingga mampu mengusir setan-setan, semuanya itu tidak termasuk dirimu dan sama sekali bukan milikmu; maka atas semuanya itu engkau tidak dapat berbangga sedikit pun.
(8)Atas hal ini kita dapat berbangga: atas kelemahan-kelemahan kita dan setiap hari memikul salib suci Tuhan kita Yesus Kristus.


[1]Tema ini dikembangkan secara dramatis dalam adegan yang terkenal tentang “sukacita yang sejati” dalam Fioretti, Pasal 8.