Pasal IX Minta Sedekah

10/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 642 kali

[Index Anggaran Dasar Tanpa Bulla] [Index Fransiskus Assisi]

(1)Saudara semuanya harus berusaha mengikuti kerendahan dan kemiskinan Tuhan kita Yesus Kristus; hendaklah mereka ingat, bahwa dari segalanya di dunia ini tidak ada yang perlu kita miliki, kecuali-seperti kata rasul – makanan dan pakaian, dan cukuplah itu untuk kita. (2)Mereka harus bersukacita apabila mereka hidup di tengah orang-orang jelata dan yang dipandang hina, orang miskin dan lemah, orang sakit dan orang kusta serta pengemis di pinggir jalan.

(3)Bila perlu, mereka hendaknya pergi meminta sedekah. (4)Janganlah mereka merasa malu, tetapi lebih baik mereka ingat bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup dan yang mahakuasa, membuat wajah-Nya bagaikan batu yang terkeras dan tidak pernah merasa malu; (5)Ia menjadi miskin dan penumpang, dan hidup dari sedekah[1], baik Dia sendiri maupun Santa Perawan Maria serta murid-murid-Nya. (6)Apabila orang menistakan mereka dan tidak mau memberi sedekah kepada mereka, maka hendaklah mereka mengucap syukur kepada Allah untuk itu; sebab dari penistaan itu mereka akan mendapat kehormatan besar di depan pengadilan Tuhan kita Yesus Kristus. (7)Baiklah mereka ketahui, bahwa nista itu ditanggungkan bukan kepada mereka yang menjadi sasaran, melainkan kepada mereka yang mendatangkan.

(8)Sedekah adalah warisan dan hak, yang wajib diberikan kepada orang miskin. Tuhan kita Yesus Kristus memperolehnya untuk kita. (9)Maka saudara-saudara yang berjerih payah untuk memperolehnya, akan dapat upah yang besar, dan mereka membuat para pemberi sedekah memperolehnya; sebab segalanya yang ditinggalkan orang di dunia ini akan binasa, tetapi karena cintakasih dan sedekah yang mereka berikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan.

(10)Saudara yang satu hendaknya dengan leluasa menyatakan kebutuhannya kepada yang lain, agar yang lain itu mencari dan memberikan apa yang diperlukannya. (11)Setiap orang, sesuai dengan rahmat yang kiranya dilimpahkan Allah kepadanya, harus mengasihi dan mengasuh saudaranya, seperti seorang ibu mengasihi dan mengasuh anaknya sendiri. (12)Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan.

(13)Bila mereka disergap keperluan yang mendesak, semua saudara, di mana pun berada, boleh memakan apa saja yang dapat dimakan orang, seperti yang dikatakan Tuhan tentang Daud, yang makan roti sajian, yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam. (14)Hendaklah mereka ingat juga firman Tuhan ini: Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan supaya hari Tuhan jangan dengan tibatiba menimpa dirimu; (15)sebab seperti jerat hari itu akan menimpa semua penduduk bumi. (16)Demikian pula sewaktu menghadapi keadaan yang sungguh-sungguh sulit, semua saudara boleh berbuat apa saja untuk menghadapinya, sesuai dengan rahmat yang kiranya dilimpahkan Tuhan kepada mereka; sebab keadaan darurat tidak mengenal hukum[2].


[1]. Ditunjuk di sini tema ziarah dan hidup rasuli yang akan kembali dalam AngTBul VI:2; bdk RiwPan 7:9; 2Cel 60 dan 165. Salah satu corak utama spiritualitas fransiskan ialah mengikuti Kristus pengembara dan perantau, sebagai “tamu” di dunia ini.
[2]. Rumusan ini terdapat dalam Decretum Gratiani, juga terdapat pada Wilhelmus dari Santo Thierry dan Santo Bernardus.