Pasal IV Jangan seorang pun menganggap jabatan pimpinan sebagai milik

06/09/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 776 kali

(1)Aku datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, firman Tuhan.
(2)Mereka yang ditetapkan sebagai atasan bagi yang lain, tidak boleh lebih berbangga atas tugas pimpinan itu daripada kalau mereka diberi tugas membasuh kaki saudara-saudara. (3)Semakin mereka lebih gelisah karena kehilangan tugas pimpinan daripada karena kehilangan tugas mencuci kaki, semakin mereka menggumpulkan bagi dirinya kekayaan[1] yang membahayakan jiwa.


[1]“mengumpulkan bagi dirinya kekayaan”, secata harfiah berbunyi: “membuat pundi-pundi bagi diri sendiri”. Menganggap tugas memimpin sebagai milik, dilihat Fransiskus sebagai sikap menimbun kekayaan bagi diri sendiri. Jadi, berlawanan dengan kemiskinan yang sejati. Kata “pundi-pundi” mengacu jelas kepada Yudas, yang disebut pencuri dan pengkhianat. Lht juga AngTBul VIII:7 dan LegMaj VII:2.