Pasal III Ibadat dan Puasa

12/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 814 kali

[Index Anggaran Dasar Tanpa Bulla] [Index Fransiskus Assisi]

1 Tuhan berfirman: Setan jenis ini tidak dapat diusir, kecuali dengan berpuasa dan berdoa; 2 dan lagi: Apabila kamu berpuasa, janganlah muram, seperti orang munafik.

3 Karena itu semua saudara, baik rohaniwan maupun awam, harus melakukan ibadat harian[1], puji-pujian dan doa-doa, sebagaimana diwajibkan bagi mereka. 4 Para rohaniwan harus melakukan ibadat itu dan bersembahyang bagi orang yang hidup dan yang mati menurut kebiasaan para rohaniwan. 5 Untuk cacat-cela serta kelalaian saudara-saudara, hendaknya mereka setiap hari mendaras mazmur[2] Kasihanilah aku, ya Allah serta doa Bapa Kami; sedangkan bagi saudara-saudara yang telah meninggal hendaklah mereka mendaras mazmur Dari jurang yang dalam serta doa Bapa Kami. 7 Buku-buku yang memang perlu untuk melaksanakan ibadat mereka, boleh mereka miliki. 8 Juga para awam yang tahu membaca kitab mazmur, boleh memilikinya. 9 Sedangkan saudara lainnya yang tidak dapat membaca, tidak diperbolehkan memiliki buku.

10 Para awam hendaknya mengucapkan[3] Aku percaya akan Allah dan duapuluh empat Bapa Kami dengan Kemuliaan kepada Bapa untuk ibadat Matutinum, sedangkan untuk ibadat Laudes lima; untuk ibadat Prima: Aku percaya akan Allah dan tujuh Bapa kami dengan Kemuliaan kepada Bapa; untuk ibadat Tertia, Sexta dan Nona masing-masing tujuh; untuk ibadat Vesperae duabelas; untuk ibadat Completorium diucapkan Aku percaya akan Allah dan tujuh Bapa kami dengan Kemuliaan kepada Bapa; untuk orang-orang yang telah meninggal tujuh Bapa Kami dengan Tuhan, berilah mereka istirahat yang kekal; dan untuk cacatcela serta kelalaian saudara-saudara hendaknya diucapkan doa Bapa Kami tiga kali setiap hari.

11 Demikian pula semua saudara harus berpuasa dari pesta semua orang kudus sampai Natal, dan dari Epifani[4], ketika Tuhan kita Yesus Kristus memulai puasa-Nya, sampai Paskah. 12 Tetapi pada vaktu-waktu lainnya, sesuai dengan cara hidup ini, mereka tidak wajib berpuasa, kecuali pada hari Jumat. 13 Mereka boleh makan makanan apa saja yang dihidangkan bagi mereka, sesuai dengan Injil.


[1]. “ibadat harian”, dahulu dipakai istilah “Ofisi Ilahi”, yang pada zaman itu mencakup ibadat harian dan Ekaristi. Istilah itu dewasa ini lenyap dari liturgi Gereja.
[2]. Nomor Mazmur ikut bilangan lbrani, seperti yang diikuti kitab suci bahasa Indonesia terbitan LAI-LBI.
[3]. “Ofisi ilahi” waktu itu dibagi atas matutinum (malam; dengan banyak bacaan), laudes (pujian-pujian menjelang fajar), prima (sekitar pk 06.00), tertia (sekitar pk 09.00), sexta (sekitar pk 12.00), nona (sekitar pk 15.00), vesperae (ibadat sore) dan completorium (ibadat penutup).
[4]. Epifani berarti pesta pembaptisan Yesus, yang waktu itu disebut juga Epifani Tuhan, atau penampakan diri Tuhan.