Pasal II Mereka yang tidak melakukan pertobatan

14/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 637 kali

[ Index Karya-karya Fransiskus ]

(1)Akan tetapi semua orang, laki-laki dan perempuan, yang tidak melakukan pertobatan, (2)dan tidak menyambut tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus, (3)tetapi malah melakukan cacat-cela dan dosa-dosa, dan berjalan menuruti suara hati yang buruk serta keinginan dagingnya yang jahat, (4)serta tidak menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Tuhan, (5)dan secara badaniah menjadi budak dunia ini, budak keinginan daging dan kecemasan duniawi serta kekhawatiran hidup ini:[1] (6) mereka itu telah dikuasai oleh setan, mereka menjadi anak-anaknya dan mengerjakan pekerjaannya. (7)Mereka itu buta karena tidak melihat cahaya yang sejati, Tuhan kita Yesus Kristus. (8)Mereka tidak memiliki kebijaksanaan rohani karena mereka tidak memiliki Putra Allah, Yang merupakan kebijaksanaan Bapa Yang sejati. (9)Tentang mereka itu dikatakan: Kebijaksanaan mereka telah dicaplok; dan Terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (10)Mereka melihat apa Yang jahat, mengetahui dan melakukannya dengan sengaja, dan dengan sadar mencelakakan jiwa.

(11)Lihatlah, hai kamu orang buta. Kamu terkena tipu muslihat musuh-musuhmu, yaitu daging, dunia dan setan; karena berbuat dosa manis rasanya bagi tubuh, tetapi melakukan pengabdian kepada Allah pahit rasanya. (12)Sebab semua cacat-cela dan dosa keluar dan timbul dari hati manusia, seperti difirmankan Tuhan dalam Injil. (13)Kamu tidak memiliki sesuatu pun, baik di dunia ini maupun di dunia Yang akan datang. (14)Kamu menyangka, bahwa kamu masih lama akan memiliki kefanaan dunia ini, tetapi kamu tertipu sebab akan tiba hari dan saatnya, Yang tidak kamu duga, tidak kamu ketahui dan sadari. Tubuh jatuh sakit, maut mendekat dan tubuh mati. Suatu kematian Yang pahit. (15)Di mana pun, bilamana pun, dengan cara apa pun bila seseorang mati dalam dosa Yang jahat tanpa pertobatan dan pemulihan – yaitu bila dia dapat melakukan pemulihan tetapi tidak melakukannya – maka setan merebut jiwanya dari tubuhnya, disertai dengan ketakutan dan siksaan Yang amat besar, Yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun selain dia Yang merasakannya. (16)Semua kekayaan dan kekuasaan serta kebijaksanaan dan pengertian Yang pada sangkanya dia rniliki, akan diambil dari dia. (17)Dia meninggalkannya bagi sanak saudara dan sahabat-sahabatnya. Mereka itulah Yang mengambil dan membagi-bagikan harta kekayaannya dan kemudian berkata: Terkutuklah jiwanya sebab dia sebetulnya dapat memberikan lebih banyak kepada kita dan dapat memperoleh lebih banyak daripada Yang telah dimilikinya. (18)Badan dimakan cacing, maka dia pun kehilangan badan maupun jiwa dalam masa hidup Yang singkat ini, dan dia masuk ke neraka, tempat dia disiksa tanpa kesudahan.

(19)Demi cintakasih Yang ada pada Allah, kami memohon kepada semua orang Yang sempat me nerima surat ini, agar mereka dengan tangan terbuka dan dengan cintakasih ilahi menyambut firman Tuhan kita Yesus Kristus Yang harum mewangi, Yang dikatakan di atas. (20)Mereka Yang tidak dapat membaca, hendaknya sering minta untuk dibacakan; (21)dan hendaklah mereka tetap menyimpannya dengan perbuatan suci hingga akhir sebab firman itu merupakan roh dan hidup. (22)Mereka Yang tidak melakukan hal itu harus memberikan pertanggungjawaban pada hari penghakiman di depan takhta pengadilan Tuhan kita Yesus Kristus[2].


[1]. Bdk. AngTBuIY-XI:8.Mengenai istilah-istilah yang dipakai dalam ayat-ayat ini, seperti “dunia”, “daging”, “duniawi”, “badaniah” dsb, lihat catatan pada AngTBul XVII: 11; Pth VII:4; X:2; SalKeut 12.13.14.
[2]. bdk AngTBuIXIV:6.