Pasal II Dosa menuruti kehendak diri sendiri

06/09/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 712 kali

(1)Tuhan berfirman kepada Adam: Semua pohon boleh kamu makan buahnya, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya. (2)Ia boleh makan dari semua pohon di firdaus karena selama dia tidak bertindak melawan ketaatan, dia memang tidak berdosa.

(3)Orang yang makan dari pohon pengetahuan tentang yang baik, ialah ia yang menganggap kehendaknya sebagai miliknya sendiri[1] dan menyombongkan diri atas apa yang baik, yang diucapkan dan dikerjakan Tuhan di dalam dirinya; (4)dengan demikian, karena bujukan setan dan pelanggaran perintah, buah itu menjadi buah pengetahuan tentang yang jahat. (5)Karena itu, patutlah ia menanggung hukuman.


[1]“menganggap kehendaknya sebagai miliknya sendiri”. Dipakai istilah Latin “appropriare” yang menunjuk sikap yang berlawanan dengan kemiskinan, karena selalu berusaha menimbun milik untuk diri sendiri; lht AngTbul XVII:4+; AngTBul VI: 1. Ketaatan dilihat di sini sebagai ungkapan kemiskinan, karena orang melepaskan kehendak sendiri. Sebaliknya, tidak taat berlawanan dengan kemiskinan karena orang mempertahankan kehendak sendiri sebagai harta milik yang begitu disayangi, sehingga tidak dilepaskan. Sikap itu merupakan kesombongan dan keserakahan yang menghalangi turun tangan Allah.