Pasal I Tubuh Tuhan

06/09/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 843 kali

(1)Tuhan Yesus berfirman kepada murid-murid-Nya: Aku adalah jalan, kebenaran dan kehidupan; tak seorang pun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. (2)Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu telah mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia. (3)Kata Filipus kepadanya: Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami. (4)Kata Yesus kepadanya: Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Filipus, siapa telah melihat Aku ia telah melihat Bapa-Ku juga.

(5)Bapa mendiami terang yang tak terhampiri, dan Allah itu Roh, dan tidak seorang pun yang pernah melihat Allah. (6)Ia hanya dapat dilihat dalam Roh, karena Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.

(7)Tetapi Putra[1] juga, karena Ia sama dengan Bapa, tidak dapat dilihat seseorang dengan cara lain dari Bapa, dengan cara lain dari Roh Kudus.

(8)Karena itu terkutuklah semua orang yang dahulu melihat Tuhan Yesus menurut ke manusiaan[2] tetapi tidak melihat dan percaya menurut Roh dan keallahan, bahwa Dia adalah sungguh-sungguh Putra Allah. (9)Juga terkutuklah semua orang yang kini melihat sakramen, yang dikuduskan oleh finnan Tuhan di atas altar melalui tangan imam dalam rupa roti dan anggur, tetapi tidak melihat dan percaya menurut Roh dan keallahan, bahwa itu benar-benar tubuh Tuhan dan darah mahakudus Tuhan kita Yesus Kristus; (10)Yang Mahatinggi sendiri memberi kesaksian tentang hal itu dengan berfirman: Inilah tubuh-Kudandarahperjanjian-Ku yang baru (yang ditumpahkan bagi banyak orang); (11)dan: Siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup kekal.

(12)Maka Roh Tuhan yang bersemayam di dalam orang beriman-Nya, Dialah yang menyambut tubuh dan darah Tuhan Yang Mahakudus. (13)Semua lainnya yang tidak memiliki bagian Roh itu dan berani menyambut Dia, makan dan minum hukuman atas dirinya sendiri.

(14)Oleh karena itu: Hai kamu anak-anak manusia, sampai berapa lama lagi kamu bertegar hati? (15)Mengapa kamu tidak mengakui kebenaran dan tidak percaya kepada Putra Allah? (16)Lihatlah, setiap hari la merendahkan diri[3], seperti tatkala la turun dari takhta kerajaan ke dalam rahim Perawan; (17)Setiap hari la datang kepada kita, kelihatan rendah; (18)setiap hari la turun dari pangkuan Bapa ke atas altar di dalam tangan imam. (19)Seperti dahulu la tampak pada para rasul dalam daging yang sejati, demikian juga kini la tampak pada kita dalam roti kudus.[4] (20)Mereka, dengan pandangan mata jasmaniahnya, hanya melihat daging-Nya saja;[5] tetapi dengan pandangan mata rohaniahnya, mereka percaya, bahwa Dia adalah Allah. (21)Demikian juga kita, dengan mata badaniah kita yang kita lihat adalah roti dan anggur; tetapi hendaklah kita melihat dan percaya dengan teguh, bahwa itu adalah tubuh dan darah- Nya yang mahakudus, yang hidup dan benar. (22)Cara demikianlah yang dipakai Tuhan untuk selalu menyertai orang-orang yang percaya kepada-Nya, sebagaimana la sendiri berfirman: Ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir zaman.


[1]Jadi, Putra juga hanya dapat dilihat “dalam Roh”,seperti dikatakan mengenai Bapa dalam Ayat 6. Artinya hanya orang yang memiliki Roh Tuhanlah yang mampu mengenal Allah, Bapa, Putra dan Roh Kudus.

[2]“melihat … menurut kemanusiaan” dan “tidak melihat …menurut Roh dan keallahan”, artinya melihat Yesus hanya sebagai manusia saja, tanpa mengimani-Nya sebagai Putra Allah.

[3]Tema “Perendahan diri Allah” menarik Fransiskus secara istimewa. Tema ini diungkapkan secara lebih mengesankan lagi dalam SurOr 27-28. Lihat juga 2SurBerim 4-5.

[4]Penegasan Fransiskus mengenai reatitas Yesus sejarah dan Kristus yang hadir dalam Ekaristi lebih dipahami bobotnya bila orang ingat akan gerakan-gerakan bidaah yang tersebar melalui Katarisme dan bidaah Berangar dari Tours. Inti ajarannya bersifat dualisms, yaitu prinsip roh dan materi yang selalu bertentangan, sebagai pertentangan antara yang baik dengan yangjahat. Maka Yesus Kristus, yang Allah adanya (Roh), tidak mungkin mempunyai badan insani (materi), dan tidak mungkin sungguh hadir dalam bahan-bahan Ekaristi.

[5]”hanya melihat daging-Nya saja”, artinya hanya mengenal Dia sebagai manusia saja.