Napaktilas 75 Tahun Klaris di Indonesia

10/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 9.771 kali

Pada tanggal 8 Desember 2009, Ordo Santa Clara (OSC) sebagai salah satu cabang Ordo I dari St. Fransiskus Asisi genap 75 tahun berkarya di bumi Indonesia. Karya mereka tepatnya bukanlah kerasulan aktif melainkan kontemplatif – lebih banyak kegiatan doa di dalam lingkup biara setempat. Melalui beragam kegiatan kontemplatif dan melalui ujud-ujud tertentu dalam ibadatnya, mereka mendoakan kita semua. Perjalanan mereka di Indonesia dimulai dari 9 suster-suster klaris misionaris dari Negeri Belanda. Kemudian dengan dibantu para saudara dina OFM yang sudah lebih dahulu di Indonesia membangun biara di Cicurug; namun sayang, perang Jepang menghancurkan biara tersebut sehingga para klaris mengungsi ke tempat lain hingga akhirnya memiliki lagi biaranya di Pacet, Sindanglaya – Jawa Barat.

Berikut ini sajian kami dalam foto-foto mengenang 75 tahun karya kontemplatif mereka.

9 Misionaris Berangkat dari Ammerzoden 4 November 1934

9 Misionaris Berangkat dari Ammerzoden 4 November 1934

Foto ke-9 misionaris klaris

Foto ke-9 misionaris klaris

Berangkat dari Megen 5 November 1934

Berangkat dari Megen 5 November 1934

Awal pembangunan biara klaris di Cicurug

Awal pembangunan biara klaris di Cicurug

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8

8 komentar pada Napaktilas 75 Tahun Klaris di Indonesia

  1. Romana Juliarti
    22/02/2012 at 00:17

    Yth. Romo Alfons,Berkah Dalem.
    saya berdomisili dipinggiran Bogor selama hampir 17 tahun.Saya pernah membaca sekilas tentang seminari dicicurug dimana Alm. P Ben Tentua juga pernah menceritakannya. Tapi sy malah baru tahu kalau disana dulu juga ada Biara Klaris. Dimana lokasi Biara Klaris dan RR Alverna itu mau dibangun Romo? Jadi kepingin kesana.Matur nuwun Romo

  2. Yongki
    21/01/2012 at 07:20

    sebagai orang cicurug, saya waktu kecil inget dari cerita ibu saya, bahwa gereja yg di hancurkan itu lokasinya di smp my yang sekarang, tangganya menuju gereja itu tangga yang di pakai sekarang menuju smp my, sedangkan biara klaris lokasinya di belakang kantor PLN caringin sekarang jadi peternakan ayam, setahu saya tanah keuskupan di cicurug itu luas yang jadi smp my sekarang sampai belakang, dari samping kantor pos yg jadi supermarket MG gereja sekarang kebelakangnya sampai sungai cicatih itu tanah keuskupan, terus di belakang statsion cicurug sebrang kali cibeber yg sekarang jadi peternakan ayam itu juga tanah keuskupan, sedangkan yg di caringin yang di belakang kantor PLN, dulu menurut cerita ibu itu bekas biara klaris waktu saya kecil masih ada sisa2 tembok reruntuhan bekas biaranya. terimakasih

  3. Dian
    22/02/2010 at 01:56

    Pak Alfons Yth,
    Sebagai orang Cicurug, saya ingin tahu dimana lokasi bangunan Biara Cicurug yang dalam foto-foto di atas. Apakah di Stasiun Cicurug lokasi Gereja Katholik yang sekarang ? Terima kasih.

  4. yustina
    10/02/2010 at 00:26

    Pater, sy dpt tugas mbuat draft pendahuluan u/ proposal renovasi pastoran cicurug. Apa saja yang pater tahu ttg Cicurug? Trmksh

  5. Alfons Suhardi OFM
    12/12/2009 at 08:35

    Keterangan tambahan:
    1. “Maket Biara Cicurug”. Gambar ini bukanlah gambar maket, tetapi lukisan tangan dari kompleks Biara Klaris di Cicurug, yg foto udaranya (dibuat oleh KNILM = Koningklijke Nederlandsche Indisce Lucht Macht, Angkatan Udara Kerajaan Hindia Belanda) tertera sebelumnya. Gambar aslinya ada di biara Klaris di Pacet.

    2. “Kapel Cicurug sebelah luar dan dalam”. Dlm teks yg saya berikan berbunyi: “Kapel Luar” dan “Kapel Dalam”. Dlm biara yg kontemplatif jaman dulu, ada bagian yg khusus untuk para Suster (disebut koor) yg dipisahkan dari panti imam dgn trali besi kokoh kuat dari dasar lantai sampai pada plafon, sehingga imam pun tidak bisa memasuki bagian koor. Komuni diterimakan lewat lubang-lubang terali. Kapel untuk para Suster inilah yg disebut “kapel dalam”. Selain itu masih ada bagian yg diperuntukkan bagi umat (tamu dsb.) yg terletak di sayap yg menjorok ke luar. Inilah yg disebut “Kapel Luar”. Orang yg hadir di Kapel Luar ini hanya bisa melihat altar dan imamnya. Mereka tidak dpt melihat para suster, karena antara kapel luar dan panti imam masih dipisahkan dgn jalusi vertikal dari kayu yg dipasang miring/serong.
    Keadaan kapel di Biara St. Klara sebelum Kons. Vat. II juga demikian. Lihat foto terakhir pd waktu kaul Sr. Bernadette OSC. Foto ini sengaja saya pilih untuk memperlihatkan adanya trali tsb.
    Jadi, tidak sekedar Kapel sebelah luar dan dalam, tetapi memang ada dua kapel: Kapel Dalam dan Kapel Luar.
    Ini sekedar info dari orang tua yg mengalami suasana biara slot (pingitan) yg sebenarnya.
    Salam
    Alfons S. Suhardi, OFM
    Cipanas.

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *