Misi Saudara-saudara Dina di Indonesia dalam abad XX

15/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 2.533 kali

Dengan meninjau sejarah yang cukup panjang itu orang kiranya harus menilai begini, kegiatan misioner sebelum zaman Belanda tidak ada banyak hasil yang segera terasa. Adapun sebabnya bermacam-ragam antara lain suasana politik, dan agama Islam yang cepat meresap ke dalam wilayah Indonesia. Tetapi faktor lain (ini sesuai dengan seluruh suasana waktu itu) ialah kegiatan misioner kurang sistematis dan tanpa banyak rencana. Mereka datang di mana mungkin (atau dipanggil oleh raja setempat) lalu bekerja di sana, membaptis sebanyak mungkin orang tetapi tidak berusaha untuk sungguh mengakarkan Gereja Katolik di daerah itu.

Kalau mereka terpaksa berangkat segera semua runtuh kembali. Hanya di mana orang Eropa dengan jumlah besar lama menetap (Goa, Filipina, Maluku, Larantuka) dan mempunyai kuasa mutlak, Gereja sungguh berakar. Juga tidak ada tanda sedikit pun bahwa mereka berusaha untuk menanamkan gagasan dan semangat Fransiskan di daerah itu dan pada orang pribumi. Tidak ada berita satupun yang berbicara tentang orang pribumi yang sungguh diterima sebagai anggota dalam Ordo
Saudara-saudara Dina. Ini boleh dianggap suatu kesalahan, sekalipun hal itu dapat dimaafkan di zaman itu. Di zaman baru kesalahan itu terhindar segera dicoba untuk memasukkan cita-cita Fransiskan ke dalam hati orang pribumi.

Sebagai catatan terakhir perlu masih dikatakan bahwa “arus Fransiskanisme” di Indonesia dewasa ini agak tebal sedikit, mengingat bahwa ada di samping Kapusin, Konventual dan Fransiskan serta Kapusinnes dan Klaris berbagai konggregasi wanita (12) dan pria (1) yang semua berlayar di bawah panji Fransiskus.

Mudah-mudahan mereka semua dan bersama-sama sungguh-sungguh berusaha sekuat tenaga untuk menanamkan cita-cita Fransiskus dari Asisi, vir evangelicus et totus apostolicus, ke dalam hati orang pribumi di Indonesia untuk selama-lamanya.

Sumber:
Sejarah Fransiskan di Indonesia, Cletus Groenen, OFM

Pages: 1 2 3

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *