Minggu Paskah

21/04/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 40 kali

Renungan Rohani – Prapaskah Bersama St. Fransiskus

Minggu Paskah – 21 April 2019

“Mari Kita Mulai Lagi”

… ia melihatnya dan percaya. (Yoh 20:8)

Paskah adalah awal, bukan akhir. Dan kisah Paskah dari Thomas dari Celano ini mengingatkan kita bahwa bagi Fransiskus, tantangan untuk tetap setia pada Injil adalah salah satu yang perlu diperbarui berulang kali.

Terjadilah  pada suatu hari Paskah bahwa saudara-saudara di pertapaan Greccio menyiapkan meja dengan lebih baik daripada biasanya, yakni dengan taplak meja berwarna putih dan barang-barang pecah belah. Turun dari kamarnya Bapa mendekati meja dan melihat bahwa meja itu ditempatkan di tempat yang tinggi dan dihiasi dengan sangat mewah. Tetapi dia tidak tersenyum pada meja yang tersenyum itu. Dengan diam-diam dan perlahan-lahan dia mengundurkan dirinya, mengenakan topi seorang miskin yang ada di situ dan seraya membawa tongkat di tangannya ia pergi ke luar. Dia menunggu di luar di depan pintu sampai semua saudara mulai makan; sebab biasanya mereka tidak menunggu dia bila dia tidak datang pada saat diberi tanda untuk makan. Ketika mereka sudah mulai makan berserulah orang yang sungguh miskin ini di depan pintu: “Demi cinta akan Tuhan Allah”, katanya, “berikanlah sedekah kepada orang miskin dan sakit ini!” Para saudara menjawab: “Masuklah, Bapa, demi cinta akan Dia yang engkau sebut nama-Nya”. Dengan segera dia masuk dan tampil di depan mereka yang sedang makan itu. Tetapi berapa besar rasa heran, menurut sangkamu, yang disebabkan oleh perantau itu pada para penduduk itu? Kepadanya diberikan piring ceper dan sambil duduk sendirian dia menaruh piring itu dalam debu. Katanya: “Sekarang aku duduk sebagaimana seorang Saudara Dina seharusnya duduk”. (2Cel 61)

Fransiskus seperti peziarah lain sendirian di Yerusalem pada hari itu. Tetapi dia membuat hati para murid terbakar ketika dia berbicara kepada mereka.

Doa St. Fransiskus

Tuhan Allah segala kebaikan, Engkau baik, seluruhnya baik, paling baik, Tuhan Allah yang hidup dan benar. Amin

(Franski)