Kamis Prapaskah I

14/03/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 30 kali

Renungan Rohani – Prapaskah Bersama St. Fransiskus

Kamis Prapaskah I – 14 Maret 2019

“Memberi Sedekah”

Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. (Mat 7:11)

Dengan perikop-perikop seperti yang kita temukan dalam Injil hari ini, tidak sulit untuk melihat bagaimana Fransiskus begitu yakin bahwa mengandalkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan saudara-saudara merupakan bentuk atau cara untuk hidup bergantung secara total kepada Allah.

Sekali peristiwa ketika dia mengunjungi Kardinal Ostia dan saat makan  sudah mendekat, pergilah ia keluar untuk meminta sedekah dan pada waktu kembali dia menaruh beberapa potong roti hitam pada meja Bapak Uskup… Ketika perjamuan sudah selesai, bangunlah Bapak Uskup dan seraya mengantar hamba Allah itu ke ruang dalam, ia mengangkat tangan dan memeluknya. “Saudaraku”, katanya, “mengapa engkau mempermalukan aku dalam rumah yang adalah rumahmu dan saudara-saudaramu dengan pergi meminta sedekah?” Sang Santo menjawab kepadanya: “Sebaliknya, aku telah menghormati Bapak, sebab aku telah mnghormati Tuan yang lebih agung. Sebab, Tuhan berkenan pada kemiskinan dan terutama pada kemiskinan sukarela. Sebab, aku mempunyai martabat rajawi dan martabat bangsawan yang  termasyhur, yakni mengikuti Tuhan, yang sekalipun Ia kaya, menjadi miskin untuk kita”.  Dan dia menambahkan: “Aku memperoleh makanan yang lebih enak dari meja yang miskin yang terdiri atas sedekah-sedekah yang sedikit daripada dari meja besar yang terdiri atas hidangan yang hampir tak terbilang jumlahnya”. Kemudian, sangat diteguhkan Bapak Uskup berkata kepada sang Santo: “Anakku, lakukanlah apa yang engkau pandang baik, karena Tuhan besertamu”. (2Cel 73)

Tidak mudah untuk bergantung pada orang lain. terkadang kita malu untuk meminta bantuan. Dan pada kesempatan lain, bisa juga kita mempermalukan mereka yang membutuhkan bantuan orang lain, khususnya ketika mereka tidak terlayani. Fransiskus mengajarkan kita bahwa dengan belajar untuk bersandar pada Tuhan dan bersandar pada pemberian yang kita terima dari orang lain – dan semuanya adalah rahmat – kita sama miskinnya dengan pengemis di jalan.

Doa St. Fransiskus

Tuhan Allah yang hidup dan benar, Engkaulah segala kekayaan kami yang melimpah. Amin

(Franski)