Jadilah Penyanyi yang Kreatif

26/04/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 282 kali
JADILAH PENYANYI YANG KREATIF

Dari kiri ke kanan pembaca: Diakon Faris, Diakon Erpin, Diakon Jery, P. Mikhael Peruhe, Mgr. Paskalis, P. Ignatius Widiaryoso, Diakon Charles, Diakon Fery, dan Diakon Marsel

Enam saudara dina (OFM) ditahbiskan menjadi diakon oleh Uskup Keuskupan Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur. Mgr. Paskalis didampingi oleh Provisial OFM, Sdr. Mikhael Peruhe OFM dan Pastor Paroki Ciapanas, Sdr. Ignatius Widiaryoso OFM. Tahbisan itu diadakan pada, Kamis, 25 April 2019, pkl.10.00 WIB bertempat di Kapel St. Clara, Pacet, Cipanas.

Pada awal perayaan tersebut, minister provinsial mengungkapkan syukur dan sukacita OFM atas keputusan dan kehendak bebas enam saudara untuk menjadi diakon. Mereka adalah Fr. Charles Lelu Umbu Sogar Ame Talu OFM; Fr. Yulius Fery Kurniawan OFM; Fr. Marselinus Kabut OFM; Fr. Anicetus Evaristus Jebada OFM; Fr. Gregorio Febriyanto Wendardins Ranus OFM; Fr. Rupertus Herpin Hormat OFM.

Kehadiran enam saudara itu menjadi suatu sukacita, anugerah dan berkat bagi persaudaraan dan bagi gereja. Panggilan menjadi fransiskan dan anugerah rahmat diakonat bukan semata-mata karena upaya mereka sendiri, tetapi terutama karena rahmat Tuhan.

Dalam awal homilinya, Mgr. Paskalis mengangkat kisah St.Fransiskus Assisi yang belajar dari burung Kenari yang bernyanyi pada jendela kamarnya. Fransiskus melihat bahwa Kenari tidak pernah berhenti berkicau, bernyanyi memuji Pencitptanya. Atas kisah itu, Mgr. Paskalis mengungkapkan agar para diakon “hendaknya menyanyikan kebaikan dan kasih Allah kepada dunia, entah itu didengarkan atau tidak didengarkan. Mereka harus tetap bernyanyi tentang Allah yang Mahabaik”. Selain itu, Mgr. Paskalis mengatakan bahwa Allah yang Mahabaik itu harus dinyatakan dalam tindakan pewartaan dan pelayanan yang kreatif. “Seorang diakon harus menjadi saksi Allah yang kreatif dalam pewartaan dan pelayanannya. Ia harus menjadi penyanyi yang kreatif” Pada akhir homilinya, Uskup Paskalis berpesan agar para diakon harus menjadi Pendoa, tekun membaca dan merenungkan firman Tuhan serta menghayati ekaristi dalam tugas pewartaan mereka.

Sebelum perayaan ini berakhir, minister provinsial mengumumkan tempat perutusan para saudara dina. Diakon Charles diutus untuk terlibat dalam karya pelayanan parokial dan kategorial JPIC di Paroki Laktutus, Keuskupan Atambua. Diakon Fery diutus untuk berpastoral di Paroki Tentang, Keuskupan Ruteng. Diakon Marsel dibenum di Paroki Aeramo, Keuskupan Agung Ende. Diakon Faris menjalani masa pastoral diakonat di Paroki Kurubhoko, Keuskupan Agung Ende. Diakon Jery diutus ke Paroki Pagal. Diakon Erpin diutus ke Paroki Karot. Dua paroki yang terakhir ini berada di Keuskupan Ruteng. Selamat berkarya, melayani, dan bernyanyi tentang Allah.

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *