Dua Hari Di Gunung Gede

14/06/2019
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 247 kali

Rekreasi akhir novisiat merupakan salah satu agenda yang dibahas dalam rapat rumah bulan Mei 2019. Pada kesempatan itu, ada beberapa tawaran jenis rekreasi yang diajukan kepada para saudara, yakni menonton Avengers di bioskop, hiking ke air terjun dan naik Gunung Gede. Dari tiga jenis rekreasi ini, para saudara memutuskan untuk mendaki gunung.

Senin 10 Juni 2019 dan Selasa 11 Juni 2019

Hari ini adalah hari pertama bagi kami untuk melaksanakan rekreasi akhir Novisiat. Pada pukul  05.00 WIB kami berangkat dengan menggunakan empat mobil. Keempat mobil itu masing-masing dikemudikan oleh P. Damai OFM, P. Oki OFM, Ibu Lili dan Sdr. Vinsen menuju Tom’s Cabin Villa.

Sebelum menuju ke Tom’s Cabin Villa kami merayakan ekaristi di Hotel Mirda Gratia Cisarua, milik Bapak Yustinus. Setelah itu, kami menyantap hidangan yang telah disediakan. Kami juga diberi kesempatan untuk bersantai sejenak melihat dan menikmati fasilitas hotel. Sekitar pukul 09.00 WIB kami melanjutkan perjalanan ke villa yang menjadi tempat kami menginap. Perjalanan  itu menghabiskan waktu sekitar satu setengah jam.

Di sana, kami mengawali semua kegiatan dengan memeriksa perlengkapan mendaki. Perlu diketahui bahwa, kami dibagi ke dalam empat kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari enam orang. Setelah semuanya beres, kami santap siang bersama dan dilanjutkan tidur siang sebagai upaya untuk memulihkan tenaga.

Pukul 17.00 WIB, kami mengikuti rekoleksi bersama yang dipimpin oleh P. Oki OFM, magister novis. Dalam rekoleksi itu, beliau berkata :”ada banyak nabi menerima wahyu dari Allah di atas gunung. Dalam Perjanjian Baru, Yesus pun menampakkan kemulian-Nya di atas gunung. Hal serupa juga terjadi dengan Fransiskus di Gunung Subasio dan La Verna” untuk memotivasi kami para dalam pendakian. Dengan harapan, kami dapat menemukan hal yang serupa. Ia juga berharap para saudara bisa menyatu dengan alam dan ketika pulang bisa membawa sesuatu yang dapat menguatkan panggilan masing-masing.

Beliau menutup rekoleksi itu dengan cerita singkat mengenai Fransiskus dan kami diberi waku hening untuk berefleksi. Pada pukul 18.30 WIB, kami santap malam bersama dalam suasana yang begitu senang karena beberapa saat lagi kami akan mendaki. Persiapan terakhir dalam kelompok dilakukan setelah makan malam dan ditutup dengan berdoa dalam kelompok masing-masing sebelum mendaki.

Pukul 20.45 WIB, kami berjalan meninggalkan villa menuju Gunung Gede. Gunung Gede adalah salah satu objek wisata di Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2958 mdpl. Jantung kami berdegup kencang saat membayangi ketinggian tersebut. Lama perjalanan dari villa menuju pos resort pendakian adalah 30 menit dan tidak begitu melelahkan karena jaraknya yang dekat. Setelah tiba di pos itu, kami berjalan dalam kelompok yang didahului oleh kelompok satu dan seterusnya.

Kami menempuh jalan yang terus menanjak dan dalam perjalanan itu kami bertemu banyak dengan para pendaki lain yang naik maupun turun. Ini adalah pengalaman pertama bagi beberapa saudara sehingga memunculkan rasa penasaran yang tinggi dan semangat untuk mendaki. Namun, bulir-bulir keringat membasahi baju kami karena medan yang begitu menantang. Pinggul dan pundak sudah terasa nyut-nyutan menahan beban carrier yang berisi makanan dan perlengkapan lainnya.

Pukul 03.00 WIB kami tiba di Kandang Badak yang menjadi pos terakhir sebelum naik ke puncak gunung. Di sana, masing-masing kelompok mendirikan tenda untuk istirahat sebelum  melanjutkan perjalanan menuju puncak. Banyak pendaki mendirikan tenda di sana, sehingga kami kesulitan untuk mendirikan tenda. Ditambah lagi hawa dingin terasa menusuk hingga ke tulang. Namun, dengan suguhan kopi hangat dan mie rebus kami dapat melawan rasa dingin itu.

Setelah makan, pukul 04.00 WIB,  kami melanjutkan perjalanan  menuju ke puncak gunung. Jalan semakin menanjak, badan semakin letih dan kaki terasa pegal terasa tak memiliki arti apa-apa dibandingkan dengan motivasi dan hasrat untuk menikmati sunrise. Perjalanan ini memerlukan waktu  sekitar dua jam.

Akhirnya puncak Gunung Gede kami taklukkan. Kami pun memulai “ritual” umum dalam menikmati keindahan alam yakni foto-foto. Mulai dari swafoto sampai foto bersama dengan mengenakan jubah kami lakukan dengan penuh sukacita. Memang benar kata orang, untuk melihat keindahan luar biasa itu, butuh perjuangan yang luar biasa juga.

Setelah dua jam di puncak, kami kembali ke tenda di Kandang Badak. Perjalanan pulang tak sesulit ketika mendaki sehingga beberapa dari kami berlari menuju Kandang Badak. Di sana kami berkumpul bersama untuk sarapan pagi. Setelah sarapan, kami membereskan perlengkapan pribadi dan kelompok untuk persiapan kembali ke villa.

Dalam perjalanan pulang ke villa, kami singgah di Kandang Batu untuk merayakan ekaristi. Setelah itu, kami foto bersama karena ini adalah pengalaman yang sangat baru bagi para novis. Kami mulai turun sekitar pukul 01.00 WIB dari Kandang Batu. Perjalanan ini menghabiskan waktu selama  4  jam untuk sampai di villa.

12 Juni 2019

Kami memulai hari dengan merayakan ekaristi. Setelah itu kami membereskan perlengkapan pribadi dan membersihkan villa serta halamannya. Sekitar pukul 09.00 WIB kami kembali ke Novisiat Transitus Depok.

Oleh : Sdr. Ronald Japung (novis di Novisiat Transitus, Depok.)

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *