Dengarkanlah, dan Engkau Akan Hidup

21/12/2018
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 101 kali
Matahari terbit di kota Assisi

Matahari terbit di kota Assisi

Fransiskus dan kelompoknya memang menjalani cara hidup yang tidak lazim waktu itu. Biasanya orang kan kalau mau mengikuti Yesus secara lebih intensif ya menjadi anggota salah satu Ordo yang ada. Hidup khususnya dalam doa, kontemplatif, tinggal dalam sebuah biara, tidak aktif di masyarakat ramai. Itu beberapa ciri yang kentara waktu itu.

Tetapi Fransiskus dan para pengikutnya “berkeliaran” ke mana-mana mewartakan pertobatan dan sekaligus berkumpul bersama untuk menjalankan doa bersama di tempat di mana saja mereka bisa berkumpul. Fransiskus memang menolak adanya sebuah tempat tinggal yang permanen. Memang hal ini sangat sulit ketika kelompok itu sudah bertambah besar. Mau tidak mau, mereka memerlukan rumah yang permanen, atau biara.

Jadi gaya hidup Fransiskus dan pengikutnya itu memang tidak meninggalkan dunia ramai. Mereka tetap aktif (di dunia ramai) sekaligus “kontemplatif” dalam arti bersama mendoakan doa resmi gereja, bahkan bagi mereka yang memang membutuhkan, diberi kesempatan dan tempat untuk menjalankan hidup yang lebih tertutup dalam sebuah pertapaan. Fransiskus pun menjalankan cara hidup semacam itu juga dan memberikan peraturan khusus untuk hidup dengan gaya khusus ini. Lihat Aturan Hidup Dalam Pertapaan.

Dalam perjalanan sejarahnya, para Fransiskan memang tidak melupakan “aspek kontemplatif” ini. Selalu ada sekelompok orang yang mau menjalankan hidup bergaya kontemplatif ini.

Juga dalam zaman modern ini, kecenderungan itu tetap bertahan hidup dan diusahakan diberi fasilitas untuk melaksanakannya.

Dokumen berikut ini adalah Keputusan 7 dari Kapitel General OFM tahun 2015 yang memberikan bimbingan untuk mendirikan sebuah Rumah Petapa (Hermitage) atau Rumah Sembahyang, yang dapat dijadikan tempat bagi para Fransiskan yang mau menjalankan hidup yang lebih kontemplatif, selama waktu terbatas (sebulan, setahun, dua tahun dan sebagainya) atau seumur hidup.

Baca selengkapnya di sini. Silahkan klik.

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *