Petuah-petuah

Pasal IX Cintakasih

(1)Tuhan berfirman: Kasihilah musuhmu[1] (berbuatlah baik bagi mereka yang membenci kamu, dan berdoalah bagi mereka yang mengejar dan menganiaya kamu). (2)Orang yang benar-benar mengasihi musuhnya, ialah dia yang tidak sedih karena kelaliman yang dibuat musuh terhadap dirinya; (3)tetapi demi cintakasih Allah, ia tersiksa hatinya karena dosa dalam jiwa musuhnya itu. (4)Kepadanya hendaklah ia menunjukkan cintakasihnya…

Pasal X Mengendalikan diri

(1)Banyak orang cenderung untuk mempersalahkan setan atau sesama kalau mereka jatuh dalam dosa atau mengalami kelaliman. (2)Padahal tidak demikian; sebab setiap orang mempunyai musuh dalam wilayah kekuasaannya sendiri, yaitu badan[1], yang menyebabkan ia jatuh dalam dosa. (3)Maka berbahagialah hamba yang senantiasa menjaga musuh itu sebagai tawanan yang diserahkan ke dalam kekuasaannya dan dengan bijaksana melindungi…

Pasal XI Jangan seorang pun binasa karena perbuatan buruk orang lain

(1)Seorang hamba Allah tidak boleh merasa muak terhadap apa pun, selain terhadap dosa. (2)Bila ada orang berbuat dosa, entah bagaimanapun, dan hal itu menyebabkan hamba Allah itu menjadi gelisah dan gusar, tetapi bukan karena terdorong oleh cintakasih, maka ia menimbun kesalahan bagi dirinya sendiri. (3)Seorang hamba Allah, yang tidak gusar dan gelisah karena orang lain,…

Pasal XII Mengetahui adanya Roh Tuhan

(1)Beginilah diketahui apakah seorang hamba Allah memiliki bagian Roh Tuhan: (2)apabila Tuhan menreriakan sesuatu yang baik dengan perantaraannya, dagingnya tidak memegahkan diri karenanya, sebab daging[1] itu memang selalu bertentangan dengan semua yang baik; (3)sebaliknya hamba Allah itu malah memandang dirinya lebih hina dan menilai dirinya lebih rendah[2] daripada semua orang lainnya. [1]Istilah “daging” (= caro)…

Pasal XIII Kesabaran

(1)Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (2)Selama segalanya berjalan, seorang hamba Allah tidak dapat mengetahui, sejauhmana ia memiliki kesabaran dan kerendahan hati. (3)Akan tetapi bila datang saatnya, ketika orang-orang yang seharusnya memperlakukan dia dengan baik justru berlaku sebaliknya terhadap dia, maka [waktu itulah dapat diketahui berapa besar kesabaran dan kerendahan…

Pasal XIV Kemiskinan roh

(1)Berbahagialah orang yang miskin dalam roh, karena merekalah yang empunya kerajaan surga. (2)Ada banyak orang yang rajin sekali berdoa dan beribadat, dan sekaligus banyak berpantang dan bermatiraga. (3)Akan tetapi mereka sudah merasa kesal hati dan segera gelisah, entah karena sepatah kata saja yang mereka rasakan sebagai kelaliman terhadap dirinya, atau karena barang sesuatu yang diambil…

Pasal XV Pembawa damai

(1)Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. (2)Orang yang dalam segala penderitaannya di dunia ini tetap memelihara kedamaian dalam jiwa dan raganya demi cintakasih kepada Tuhan kita Yesus Kristus, mereka itu sungguh-sungguh pembawa damai.

Pasal XVI Kesucian hati

(1)Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah. (2)Orang yang meremehkan barang-barang duniawi dan mencari barang-barang surgawi, serta tidak pernah berhenti menyembah dan memandang Tuhan Allah yang hidup dan benar dengan hati dan jiwa yang murni[1], mereka itu sungguh-sungguh suci hatinya. [1] “kesucian atau kemurnian hati” dimaksudkan sebagai sikap yang lepas dan bebas…