Bertamu ke Pemulung

03/04/2018
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 125 kali

WhatsApp Image 2018-04-03 at 09.43.26

Sebuah refleksi di tahun Novisiat

oleh Sdr. Herry Kabut

Salah satu agenda Masa Prapaska dari Seksi Dapur Novisiat adalah menjalankan Aksi Puasa Pembangunan (APP). Agenda ini diusulkan oleh seksi dapur dalam Rapat Rumah pada Selasa, 27 Februari 2018. Usul diterima oleh para saudara. Hal konkret yang akan dilakukan sebagai Aksi Puasa Pembangunan (APP) adalah memotong uang belanja untuk dana sosial dan mengunjungi saudara dan saudari pemulung di Jalan Dahlia. Waktu yang ditetapkan untuk mengunjungi para pemulung adalah Minggu, 18 Maret 2018.

Untuk menyukseskan agenda ini, kami mempercayakan empat orang saudara (sdr. Aldo, sdr. Apri, sdr. Simon, sdr. Engel) sebagai tim kecil kegiatan. Tugas dari tim kecil adalah melakukan survei tempat tinggal pemulung, mengumpulkan dan memilah sampah-sampah yang masih bisa diberikan kepada para pemulung, dan membeli segala sesuatu yang akan diberikan  kepada pemulung (sembako). Adapun tugas tambahan dari saudara-saudara ini adalah memastikan lagi waktu kunjungan kepada pemulung (sehari sebelum kunjungan).

Setelah semua hal dipersiapkan dengan baik dan waktunya sudah dipastikan, akhirnya pada Minggu, 18 Maret 2018, kami mengunjungi para pemulung yang tinggal di Jalan Dahlia. Kami berangkat pukul 15.30 dan tiba pukul 16.00. Dalam kunjungan ini, selain membawa sampah-sampah yang bisa didaur ulang, kami juga membawa  sembako.

Sesampai di tempat para pemulung, kami disambut oleh Bapak Mis selaku perwakilan dari para pemulung. Adapun jumlah para pemulung terdiri dari tujuh kepala keluarga (tujuh belas orang dewasa dan empat anak kecil). Saudara dan saudari pemulung menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan. Keramahan ini membuat kami semakin antusias dan tidak segan untuk berbaur dan berbincang-bincang dengan mereka.

Topik yang paling banyak kami perbincangkan adalah seputar kehidupan mereka sebagai pemulung mulai dari alasan mereka memilih menjadi pemulung, rutinitas harian, hingga pendapatan mereka dalam sehari. Sambil mencicipi kue kering pemberian Panti Asuhan Pondok Si Boncel, kami  semakin bersemangat untuk saling berbagi cerita.

Setelah menghabiskan waktu satu setengah jam bersama mereka, kami pun pamit pulang. Namun, sebelum beranjak dari tempat mereka, kami (diwakili oleh sdr. Vian) mengucapkan terima kasih kepada para pemulung yang telah meluangkan waktunya untuk menerima kunjungan kami. Hal serupa juga disampaikan oleh para pemulung yang diwakili oleh Bapak Mis. Tidak lupa, kami juga memberikan kepada mereka. Setelah memberikan barang-barang yang sudah disiapkan, kami kembali ke Novisiat.

Bertamu ke pemulung Bertamu ke pemulung Bertamu ke pemulung Bertamu ke pemulung Bertamu ke pemulung

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *