Berbuka Puasa di Fransiskus

07/06/2018
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 72 kali

Rabu (06/06/2018), lingkungan Sekolah Fransiskus di Kramat Raya No.67 terlihat unik dengan tampilan beberapa karyawan memakai sarung, baju koko dan kopiah yang mencerminkan Nuansa Islami. Di bagian depan gedung sekolah terpajang spanduk ukuran 25 meter x 1 meter bertuliskan, “Membangun Dialog Antar Agama”. Di dalam Spanduk juga tertera logo Gardianat Portiuncula, GP Ansor dan Yayasan Santo Fransiskus.

Sekitar pukul 16.20 WIB dua puluh orang anggota GP Ansor dan Banser beserta Ustad Tajudi berjalan memasuki Aula Fransiskus. Para saudara muda fransiskan dari Komunitas Padua sudah terlebuh dahulu berada di Aula dan terlihat berbaur dengan para guru dan karyawan Yayasan Santo Fransiskus.

Karyawan Tata yang sedang membangun Gedung Yayasan dan Biara Fransiskan sejenak berhenti bekerja dan ikut bergabung di Aula dengan yang lainnya. Alunan lagu Indonesia Raya mengawali acara berbuka puasa bersama yang dimulai tepat pukul 16.30 WIB. Jumlah yang hadir melebihi kapasitas ruangan yang ada sehingga banyak yang duduk di selasar ruangan Aula. Diperkirakan jumlah yang ikut berbuka puasa bersama ada 140 orang.

Rangkaian acara dikemas dengan sharing bersama seputar membangun dialog antar agama. Sdr. Hieronimus Dey Rupa OFM selaku Gardian Rumah Biara Portiuncula mengawali sharingnya dengan berbagi pengalaman hidup di tengah-tengah keluarga yang berbeda agama. Saudara-saudara dari GP Ansor diwakili oleh Bapak Asep juga bercerita seputar pengalaman hidupnya di tengah-tengah keluarga Kristen.

Keharmonisan relasi antara guru dan karyawan serta murid-murid di lingkungan Sekolah Fransiskus diutarakan oleh Bapak Agus Iskandar. Tiga saudara fransiskan, Sdr. Papin, Sdr. Alsis dan Sdr. Jimmy ikut serta berbagi cerita mewakili komunitas Padua, Kupertino dan Pastoran St. Paskalis. Seluruh rangkaian sharing ditutup dengan Tausiyah singkat dari Ustad Tajudi terkait ajakan mensyukuri Pancasila dan menjaga NKRI. Tausiyah ditutup dengan doa berbuka puasa bersama. Saat berbuka puasa bersama tali silaturahmi mulai dipererat.

Kontributor : Sdr. Mateus L. Batubara OFM

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *