Bagian-bagian yang terdapat dalam penjelasan anggaran dasar oleh Hugo dari Digne

13/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 962 kali

[ Index Karya-karya Fransiskus ]
[Index Bagian-bagian suatu anggaran dasar tanpa bulla yang lain]

1 Maka mengenai hal itu Santo Fransiskus mengatakan dalam anggaran dasar yang belum diberi bulla sbb: Para saudara serta para minister hendaknya menjaga diri untuk tidak ikut campur dalam urusan orang itu dengan cara apa pun. 2 Sebelum anggaran dasar diberi bulla, Orang Kudus itu menambahkan: Meskipun mereka mungkin dikatakan munafik, hendaknya mereka tidak berhenti berbuat baik.

3 Maka dari itu anggaran dasar sebelum bulla berbunyi demikian: Tetapi pada waktu lainnya, sesuai dengan cara hidup ini, mereka tidak wajib berpuasa, kecuali pada hari Jumat. 4 … sebagaimana Orang Kudus itu mengatakan sebelumnya dalam anggaran dasar: Para minister hendaknya ingat, katanya, bahwa mereka diserahi tugas pemeliharaan jiwa para saudara, yang tentangnya mereka harus memberikan pertanggungjawaban di hadapan Tuhan Yesus Kristus, kalau seandainya ada yang jatuh binasa karena kesalahan atau teladan buruk mereka.

5 Demikianlah Orang Kudus itu mengatakan dalam anggaran dasar yang asli: Semua saudara, baik minister maupun yang lainnya, hendaknya menjaga untuk tidak menjadi gelisah atau gusar karena dosa atau teladan buruk orang lain; sebab setan mau membinasakan banyak orang oleh sebab dosa satu orang; tetapi hendaklah mereka secara rohani sedapat-dapatnya menolong orang yang berdosa itu, karena bukan orang sehat yang memerlukan dokter, melainkan orang sakit.

6 … sesuai dengan firman Tuhan, yang dikatakan Santo Fransiskus kepada saudara-saudaranya: Para pemimpin bangsa-bangsa menjadi tuan atas mereka, dan para pembesar menjalankan kekuasaan antara mereka; tidak demikianlah di antara kamu. 7 … demikianlah Orang Kudus itu mengajak mereka dalam anggaran dasar sebelum bulla: Demi cintakasih rohani hendaklah dengan sukarela mereka saling melayani dan saling menaati. Itulah, katanya, ketaatan Tuhan kita Yesus Kristus yang sejati dan pasti. 8 Karena itu dikatakannya sebelumnya dalam anggaran dasar demikian: Di tempat mana pun mereka berada, saudara-saudara yang tidak dapat secara rohani menepati cara hidup kita, hendaklah memberitahukan hal itu kepada ministernya. Adapun minister hendaknya berusaha mencari penyelesaian sedemikian rupa, sebagaimana ia sendiri inginkan terjadi bagi dirinya.

9 …atau menurut anggaran dasar pertama, sebagaimana dikatakannya: Di tempat manapun saudara-saudara berada.
10 Oleh sebab itu terdapat dalam anggaran dasar sebelumnya demikian: Semua saudara, di tempat mana pun mereka tinggal pada orang lain, janganlah menjadi bendaharawan atau pengelola kekayaan. Janganlah mereka menjadi terkemuka akibat kedudukan terhormat orang-orang yang mereka layani. Juga, janganlah mereka menerima suatu tugas, yang dapat menimbulkan sandungan atau merugikan keselamatan jiwanya; tetapi hendaklah mereka menjadi yang lebih rendah dan tunduk kepada semua orang yang tinggal di rumah yang sama.

11 Karena itu dikatakan sebelumnya di dalam anggaran dasar: Saudara-saudara yang tahu menjalankan suatu pekerjaan, haruslah bekerja, dan mereka boleh tetap menjalankan keterampil an yang sudah mereka ketahui, jikalau tidak bertentangan dengan keselamatanjiwa. 12 Dan sedikit di bawahnya: Hendaknya tiaptiap orang tetap pada keterampilan dan tugasnya, seperti waktu ia dipanggil, seturut persetujuan minister. 13 Karena itu dalam anggaran dasar sebelum bulla ia menetapkan demikian: Para hamba Allah harus selalu bertekun dalam doa atau dalam salah satu pekerjaan baik. 14 Dan kata-kata ini tercantum dalam anggaran dasar sebelum bulla: Hendaklah para saudara menjaga, jangan sampai mereka menjadikan suatu tempat atau suatu hal lainnya sebagai milik mereka dan jangan mempersengketakannya dengan orang lain.

15 Demikianlah Orang Kudus itu berkata dalam anggaran dasar sebelumnya…. Dan lagi: Dimana pun saudara-saudara berada dan di tempat mana pun mereka bertemu, haruslah mereka saling menerima dengan saksama dan saling menghormati sebagai manusia rohani, dengan tidak bersungut-sungut. Hendaklah para saudara menjaga diri, jangan sampai mukanya tampak sedih dan muram seperti orang munafik; tetapi hendaklah mereka tampak bersukacita dalam Tuhan dan riang gembira serta cerah-ceria dan penuh rasa terimakasih sebagaimana mestinya.

16 Tentang uang yang diketemukan, Orang Kudus itu mengatakan demikian: Jika kita menemukan uang, hendaklah kita tidak mengindahkannya, seperti halnya dengan debu yang kita injak.
17 (Fransiskus) menyetujui, bahwa bagi orang-orang kusta yang amat membutuhkan, para saudara boleh meminta sedekah, namun mereka hendaknya amat berhati-hati terhadap uang. Walaupun mereka menyukai tempat-tempat suci, tempat para saudara menumpang atau tinggal, namun beliau tidak membiarkan mereka merninta atau menyuruh minta uang bagi suatu tempat, atau menyertai orang yang meminta uang[1].

18 Dan tulisan anggaran dasar pertama berbunyi demikian: Bila perlu, hendaknya para saudara pergi meminta sedekah. 19 Hal itu dirumuskannya lebih lanjut dalam anggaran dasar yang pertama demikian: Bila perlu, hendaknya para saudara pergi meminta sedekah. Janganlah mereka merasa malu, tetapi lebih baik mereka ingat, bahwa Tuhan kita Yesus Kristus, Putra Allah yang hidup dan yang mahakuasa, membuat wajah-Nya bagaikan batu yang terkeras dan tidak merasa malu. Ia menjadi miskin dan penumpang serta hidup dari sedekah. Dia sendiri serta para murid-Nya. Apabila orang menistakan mereka dan tidak mau memberi kepada mereka, maka hendaklah mereka mengucap syukur kepada Tuhan sebab dari penistaan itu mereka akan mendapat kehormatan besar di depan pengadilan Tuhan kita Yesus Kristus. Baiklah mereka ketahui, bahwa nista itu ditanggungkan bukan kepada mereka yang menjadi sasaran, melainkan kepada mereka yang mendatangkan; dan bahwa sedekah merupakan warisan dan hak, yang wajib diberikan kepada orang miskin, dan yang diperoleh Tuhan kita Yesus Kristus. Maka saudara-saudara yang berjerih payah untuk memperolehnya, akan mendapat upah yang besar, dan mereka membuat para pemberi sedekah mendapat dan memperolehnya; sebab segala yang orang tinggalkan di dunia ini akan binasa, tetapi karena cintakasih dan sedekah yang mereka berikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhan.

21 Demikianlah Orang Kudus itu mengatakan dalam anggaran dasar terdahulu: Yang satu hendaknya dengan leluasa menyatakan kebutuhannya kepada yang lain, agar yang lain itu mencari dan memberikan apa yang diperlukannya.
21 … dalam anggaran dasar sebelum bulla, Orang Kudus itu memberikan nasihat demikian: Aku minta kepada saudara yang sakit, agar sambil mengucap syukur kepada Pencipta atas segala-galanya, ingin berada dalam keadaan sebagaimana Tuhan menghendakinya, entah sehat entah sakit.
22 Beberapa baris kemudian: Aku minta kepada semua saudaraku, agar dalam keadaan sakit janganlah mereka menjadi gusar dan gelisah terhadap Allah atau para saudara, jangan pula terlalu cemas menuntut obat-obatan dan terlampau ingin menyelamatkan daging yang segera akan mati, yang merupakan seterujiwa.
23 Mereka menganggap haram untuk mengatakan kepada seorang saudara kata-kata caci-maki seperti kafir atau jahil, karena baik anggaran dasar yang lebih dahulu maupun kata-kata Injil menyatakan hal itu[2].

24 Selanjutnya Injil mengajarkan untuk tidak bertengkar mulut, tidak menuntut kembali (apa yang diambil orang), tidak melawan yang jahat; semuanya itu diungkapkan secara khusus dalam anggaran dasar sebelum bulla, tetapi sekarang dirangkum dengan kata-kata yang singkat dan umum. 25 Orang Kudus itu mengemukakan, di dalam anggaran dasar dua cara membawa diri di antara orang tak beriman, katanya: Saudara-saudara dapat membawa diri secara rohani di antara mereka dengan dua cara. Cara yang satu ialah, bahwa mereka tidak menimbulkan pertengkaran dan perselisihan, tetapi hendaklah mereka tunduk kepada setiap makhluk insani karena Allah dan mengakui bahwa mereka orang kristen. Cara yang lainnya ialah mewartakan firman Allah bila hal itu mereka anggap berkenan kepada Allah, supaya orang percaya akan Allah Bapa Yang Mahakuasa dan Putra-Nya serta Roh Kudus, Pencipta segala sesuatu, Penebus dan Penyelamat semua orang beriman, dan supaya dibaptis dan menjadi kristen. Sebab orang-orang itu tidak dapat selamat, kecuali kalau mereka dibaptis dan menjadi orang kristen yang sejati dan rohani, sebab jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh Kudus, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah.

26 Dan sesudah beberapa selingan, ia menambahkan: Hendaklah saudara-saudara ingat, bahwa mereka telah menyerahkan diri dan memasrahkan tubuhnya kepada Tuhan Yesus Kristus demi Allah. Maka demi kasih kepada-Nya, mereka harus menanggung kesusahan, penganiayaan dan kematian, sebab Tuhan berfirman: orang yang kehilangan nyawanya karena Aku, akan menyelamatkannya. Tetapi Aku berkata kepadamu, sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh. Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain. 27 Sebagaimana Orang Kudus itu mengajak dalam anggaran dasar yang terdahulu, katanya: Semua saudara hendaknya berkhotbah dengan perbuatan.

28 Dengan cara yang mengagumkan Orang Kudus itu ingin agar pejabat-pejabat Gereja dihormati: Semua rohaniwan dan biarawan haruslah kita pandang sebagai tuan-tuan dalam hal-hal yang tidak menyimpang dari tata cara tarekat kita, dan tahbisan serta pelayanan mereka haruslah kita hormati dalam Tuhan. 29 …aku (Hugo) mengingatkan, bahwa semua saudara yang mengajarkan, mempelajari dan meneliti isi serta semangat semuanya yang tercantum dalam anggaran dasar ini, didoakannya kepada Tuhan agar mereka diberkati.


Di samping Naskah Wo (Worcester), penjelasan anggaran dasar oleh Hugo dari Digne, yang ditulis antara 1245-1255, merupakan saksi penting tentang adanya redaksi lain AngTBul.
[1]. Teks AngTBul dibalik dan dalam bentuk tak langsung. Apakah Hugo yang mengubahnya ataukah teks yang dipakainya sebagai contoh memang demikian?
[2]. Juga teks ini hanya diberi dalam bentuk tidak langsung. Tetapi hubungannya dengan Anggaran Dasar nampak jelas.