5. Perjalanan Apostolik

04/06/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 1.782 kali

Perjalanan apostolik lainnya dilakukan oleh Fransiskus dalam tahun 1213-1214. Saat itu ia ingin pergi ke Spanyol, untuk melakukan pewartaan Injil ke tengah kaum muslim di Maroko. Namun rencana itu tidak berhasil karena Fransiskus sakit dan harus kembali ke Italia. Di Porziuncola dia menerima sekelompok orang terpelajar yang ingin masuk Ordonya. Salah satu diantaranya adalah saudara Thomas dari Celano, yang nantinya menjadi penulis dari tiga riwayat hidup Fransiskus.

Pada November 1215 Fransiskus membantu di salah satu peristiwa penting dalam sejarah Gereja, yaitu di Konsili Lateran Keempat, dilaksanakan di Roma oleh Paus Inosentius III. Pada saat inilah barangkali Fransiskus berjumpa dengan pendiri Ordo religius apostolik yang bernama Dominic Guzman. Konsili ini menghasilkan beberapa keputusan penting, salah satunya adalah tidak mengijinkan lagi persetujuan atas Anggaran Dasar atau Peraturan Hidup baru untuk Ordo religius. Fransiskus berhasil mendapatkan persetujuan definitif (pengesahan dengan bulla) atas Anggaran Dasarnya di tahun 1223 dengan dasar bahwa Inosentius III telah menyetujui sebelumnya secara lisan pada tahun 1209.

Pada tanggal 16 Juli 1216 Paus Inosentius III wafat di Perugia. Pada peristiwa inilah Jacques de Vitry, yang terpilih sebagai Uskup Acre di Tanah Suci, dalam suatu surat yang ditulis dari Genova, menyebutkan perihal Para Saudara Dina dan Para Wanita Miskin San Damiano. Surat itu adalah dokumen awal dari non-Fransiskan yang menyebutkan gerakan yang dilakukan oleh Fransiskus dari Assisi. Honorius III menjadi pengganti Inosentius III. Darinya Fransiskus mendapatkan indulgensi Porziuncola pada musim panas 1216. Dokumen mengenai indulgensi ini berasal dari sumber-sumber yang bertahun 1310, namun masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai kebenaran historis dari indulgensi ini serta cara-cara Fransiskus mendapatkannya.

Interior kapel kecil Porziuncola

Interior kapel kecil Porziuncola

Gereja Porziuncola juga sering menjadi tempat pertemuan tahunan oleh para saudara, yang disebut Kapiter General, biasanya diadakan pada Hari Raya Pentekosta, di bulan Mei-Juni. Tersimpan bukti-bukti dokumen untuk beberapa Kapitel penting. Di tahun 1217, misalnya, selama Kapitel para saudara memutuskan untuk mengatur misi pewartaan ke bagian utara di Pegunungan Alpen sampai menyeberangi Mediterania. Egidius diutus ke Tunis, Elias ke Tanah Suci. Fransiskus sendiri berusaha pergi ke Perancis, namun saat ia tiba di Firenze, Kardinal Hugolino, yang menjadi utusan paus untuk Tuscany dan Lombardy, meminta dia untuk tetap di Italia. Kardinal Hugolino memainkan peran penting dalam pengaturan Ordo itu. Dia membantu Fransiskus dalam menyusun versi final Anggaran Dasar, dan dia juga ditunjuk sebagai Kardinal Pelindung Ordo di tahun 1220. Mungkin karena relasi dekatnya dengan Fransiskus yang mempengaruhi keputusan kanonisasi sebagai orang kudus pada tahun 1228, hanya dua tahun setelah kematian Fransiskus. Karena pada saat itu Kardinal Hugolino menjadi Paus Gregorius IX. Selama Kapitel 1217, Ordo tersebut telah terorganisir secara lebih efisien karena dibagi-bagi menjadi beberapa provinsi.

Basilika yang dibangun di atas kapel kecil Porziuncola

Basilika yang dibangun di atas kapel kecil Porziuncola

Kapitel tahun 1219 menetapkan pengutusan misionaris ke wilayah Jerman, Perancis, Hungaria, Spanyol dan Maroko. Para saudara yang pergi ke Maroko menjadi martir di Marrakesch pada 16 Januari 1220. Santo Berardus dan kawan-kawan adalah martir Fransiskan pertama yang ada pada daftar panjang para saudara yang meninggal karena menjadi saksi Injil.

Pada saat yang sama Fransiskus memutuskan pergi ke Acre dan Damiata di Mesir saat pasukan perang salib berusaha menguasai Mesir. Pada musim gugur tahun 1219 Fransiskus tiba di Damiata dan meminta ijin dari utusan paus untuk masuk ke kamp kaum muslim dengan resiko ditanggung sendiri. Bersama dengan Saudara Illuminato ia pergi ke perkemahan kaum muslim dan berbicara dengan sultan Malik el Kamil. Sultan bersedia mendengarkan kotbah Fransiskus dan nampaknya ia juga memberikan ijin kepada Fransiskus untuk bisa mengunjungi Tanah Suci. Setelah pasukan perang salib menguasai Damiata di tahun 1220 Fransiskus pergi ke Acre, mungkin setelah mendapat kesempatan untuk melihat tempat-tempat suci umat kristen di Tanah Suci, yang saat itu dikuasai oleh kaum muslim. Fransiskus dan kelompoknya sejak saat itu mendapat tempat di Tanah Suci. Fakta-fakta sejarah tentang perjalanan Fransiskus ke wilayah Timur juga didokumentasikan di dalam surat yang ditulis oleh Jacques de Vitry, dari Damiata pada tahun 1220.

Selama ketidakhadirannya di Italia, Fransiskus mempercayakan Ordo di tangan dua orang saudara yaitu saudara Matteo da Narni dan saudara Gregorio da Napoli. Pada musim semi 1220 ia menerima informasi mengenai keadaan Ordo yang terpecah dibawah kepemimpinan kedua saudara tersebut dan sangat menyita perhatiannya. Bersama dengan Pietro Cattani, Elias dan Caesar Speyer ia kembali ke Italia dan berlabuh di Venisia. Pada peristiwa inilah Fransiskus meminta bantuan Kardinal Hugolino, yang telah ditunjuk sebelumnya sebagai pelindung Ordo ini. Fransiskus mengundurkan diri dari kepemimpinan Ordo, dan menunjuk Pietro Cattani sebagai Vikarius. Cattani tetap menjabat vikarius sampai 10 Maret 1221, saat kematiannya. Pada saat Kapitel Pentekosta tahun 1221 saudara Elias dinominasikan sebagai vikarius. Sementara itu pada 22 September 1220, Paus Honorius III, melalui dekrit kepausannya “Cum secundum consilium”, mengatur supaya ada masa novisiat di Ordo tersebut.

Kapitel tertanggal 30 Mei 1221 kemudian menjadi terkenal dalam sejarah Ordo fransiskan. Kapitel itu dikenal dengan sebutkan “kapitel tikar”. Beberapa ahli sejarah fransiskan berbeda pendapat mengenai tahun diadakannya kapitel tersebut. Kemungkinan besar kapitel tikar diadakan di tahun 1219 dan bukan di tahun 1221, karena pada tahun 1221 Kardinal Hugolino menjadi legatus kepausan di wilayah Veneto, dan kapitel itu dipimpin oleh Kardinal Raniero Capocci, seorang Sistersiensis. Kapitel ini terkenal karena banyaknya jumlah saudara yang hadir, dan mereka membuat gubuk-gubuk sederhana di sekitar Porziuncola; karena itulah gereja Maria Ratu Para Malaikat disebut juga Porziuncola (= bagian kecil). Hal penting yang dihasilkan pada Kapitel 1221 adalah Anggaran Dasar pertama yang disebut juga “Anggaran Dasar Tanpa Bulla”, yang tidak mendapatkan persetujuan dari paus. Pada Kapitel ini juga diputuskan mengirim misionari ke wilayah Jerman dibawah pimpinan Caesar dari Speyer dan Thomas dari Celano, bersama dengan Giordan dari Giano, yang dikemudian hari menulis kronik tentang perjalanan misionaris ini.

Pada tahun 1221 juga terjadi peristiwa persetujuan “Memoriale propositi” atau Anggaran Dasar Pertama dari Ordo Para Pentobat, atau Ordo Ketiga. Memang masih terbuka diskusi bagi para sejarawan apakah peristiwa ini bisa dianggap awal lahirnya keluarga besar Fransiskan, yang sebagian besar terdiri dari awam; namun bisa diterima bahwa Fransiskus memberikan peraturan atau cara hidup bagi kaum awam yang ingin menjalankan gagasan-gagasan penginjilannya. Peraturan hidup ini kemudian disetujui oleh Gereja.

Periode 1221-1222 ditandai dengan banyaknya saat berkotbah di hadapan publik yang diatur oleh Fransiskus di wilayah utara Italia. Tanggal 15 Agustus 1222 Fransiskus berkotbah di lapangan utama Bologna, sebuah kota studi yang terkenal, dimana para saudaranya kemungkinan belajar teologi. Melalui catatan kecil yang ditulis Fransiskus kepada Antonius dari Padua, tertanggal 1223, kita tahu bahwa santo yang terkenal sebagai pujangga gereja ini mengajar teologi kepada para saudara di Bologna, karena Antonius adalah anggota provinsi Romagna di wilayah utara Italia.

Paus Honorius III Mengesahkan Anggaran Dasar

Paus Honorius III Mengesahkan Anggaran Dasar

Karena perlunya sebuah Anggaran Dasar definitif yang disetujui oleh Gereja membuat Fransiskus mengundurkan diri ke pertapaan lainnya di Fontecolombo tahun 1223, bersama saudara Leo dan Bonizo dari Bologna, seorang ahli hukum sipil dan gereja. Di sanalah Fransiskus menyusun versi akhir dari Anggaran Dasar, yang setelah melalui banyak kesulitan dan pertentangan dari kalangan para saudara yang terpelajar, akhirnya disetujui oleh Kapitel Umum. Pada tanggal 29 November 1223 Paus Honorius III secara resmi menyetujui Anggaran Dasar Saudara-saudara Dina, disebut juga “Anggaran Dasar dengan Bulla”, melalui bula “Solet annuere”. Setelah itu pada lokasi pertapaan lainnya di lembah Rieti, yaitu Greccio, Fransiskus merayakan pesta Natal 25 Desember 1223 dengan cara yang sangat orisinil, yaitu dengan membuat Misa Malam Palungan Natal sebagai kenangan atas kesederhanaan kelahiran Kristus di Bethlehem.

Kapitel Umum tahun 1224 juga mengatur ekspedisi misioner lainnya, saat ini untuk tujuan Inggris. Pada 10 September para saudara mendarat di Dover, dan diteruskan ke Canterbury, London dan Oxford, dimana mereka segera membuat tempat tinggal dan mengatur hidup sebagai pengkotbah keliling di universitas-universitas. Thomas dari Eccleston memberi kita kronik menarik mengenai para Fransiskan awal di Inggris yang berjudul “De adventu Fratrum Minorum in Angliam”.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *