5. Biara OSC di Yogyakarta

09/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 12.050 kali

TAHUN 1991 – 2009
Pada tahun 1991 ada pergantian anggota biara Santren, dan hal ini juga mempengaruhi kehidupan liturgi para suster, khususnya dalam perayaan Ekaristi. Ada perubahan dalam tugas-tugas liturgi, antara lain dengan mengurangi keterlibatan umat dalam tugas-tugas tersebut. Ini disebabkan karena selama itu para suster sangat disibukkan dalam mencari para petugas liturgi dari luar. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pater Leo Laba Ladjar (Minister Provinsi) menganjurkan kepada para suster untuk memilih beberapa kelompok yang bertugas secara tetap di kapel Santa Clara. Para suster menerima anjuran beliau dan melaksanakan hal itu sampai sekarang (2009).

Pelayanan rohani dari Saudara Dina tetap berjalan dengan baik (pelajaran, perayaan ekaristi, dan lain-lain). Bila mereka berhalangan dalam melayani perayaan Ekaristi, maka mereka mencari imam pengganti dari tarekat lain (misalnya SCJ, OMI, Kapusin, Praja, SJ).

Pada periode 1996 – 2002, anggota biara terdiri dari 4 saudari. Pada masa ini dilakukan banyak perbaikan di biara Santa Clara Santren, antara lain: perbaikan langit-langit seluruh rumah biara, membuat pagar di samping kiri kapel sebagai pembatas dengan tanah tetangga sebelah, membuat atap teras depan kapel, dan lain-lain. Pada masa ini juga ada dua saudari yang diberi kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris dari Sdr. Micho, seorang pengajar LIA selama 6 bulan, lalu dilanjutkan. Oleh Ibu Hartini selama 6 bulan. Tahun 2000, Sr. Caecilia (anggota biara Pacet) datang untuk kuliah sebagai mahasiswi pendengar selama satu tahun di FTW – Kentungan.

Pada periode 2002 – 2005, jumlah anggota biara terdiri dari 5 saudari sehingga pada waktu ini, satu saudari (Sr. Theresia) dapat mengikuti kuliah sebagai mahasiswi pendengar/auditor di Kentungan.

Pelayanan rohani dari para saudara dina berlangsung terus, antara lain pelajaran dari P. Alfons Suhardi OFM tentang Spiritualitas Fransiskan – Clarian, AMR (relaksasi meditasi penyadaran) dan Perayaan Ekaristi, Sakramen Tobat.

Para suster melakukan banyak perbaikan dan penataan rumah, antara lain: memperbaiki tempat mencuci pakaian, membangun tempat jemuran pakaian, membangun tempat istirahat bagi seorang karyawan kebun, menambah dua ruangan Yang berfungsi sebagai tempat menyetrika dan gudang, membuat rolling door di serambi samping sakristi sabagai batas klausura, membangun kamar mandi/wc untuk tamu, dan menambah tinggi dinding pagar pembatas biara bagian belakang karena tetangga telah meninggikan tanah mereka sehingga pagar biara menjadi rendah, sehingga orang mudah masuk ke kelompok biara.

Para suster mulai menerima pekerjaan untuk menjahit pakaian liturgi secara intensif karena pesanan dari biara Pacet (kerja sama) dan dari biara Santren sendiri. Tugas ini dipercayakan kepada Sr.Elisabath yang talah trampil dalam bidang ini, karena ia telah mengikuti kursus privat (2003/2004). Mereka juga menerima para religius yang rnau mengadakan retret pribadi di biara Santren.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

3 komentar pada 5. Biara OSC di Yogyakarta

  1. Veronica Majaboeboen
    28/06/2013 at 17:59

    Kami mohon Suster2 mendoakan anak kami Titania untuk penyembuhan dan dibebaskan dari kekuasaan jahat dan roh2 iblis. Anak kami sdh berbaring 10 hr ci ICU. Atas doa2nya kami ucapkan banyak terima kasih kepada suster2.

  2. fransiska yola
    12/12/2011 at 16:51

    salam untuk suster-suster biara St.Clara,,
    saya yola suster, jadi kangen sama suster-suster di jogja setelah liat foto-foto ini
    suster sehat-sehat saja kan??

    • Framinor
      12/12/2011 at 17:23

      Shalom Saudari Yola,
      pesan Anda sudah diteruskan kepada para suster Klaris. FYI, para suster Klaris yang bertugas di Yogyakarta saat ini adalah:
      1. Sr. Anna (sebagai Penanggung Jawab)
      2. Sr. Caspara (sebagai wakil dan kosteres)
      3. Sr. Koleta (bag. dapur)
      4. Sr. Magdalena (bag. kebun)

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *