5. Biara OSC di Yogyakarta

09/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 11.741 kali

RUMAH SEWA DI GAMPING
Pada tanggal 12 Agustus 1974 diadakan Perayaan Ekaristi meriah dan pengutusan keempat suster yang akan berangkat ke Yogyakarta. Para suster berangkat tanggal 13 Agustus 1974 diantar oleh Ibu Abdis dan beberapa suster. Umat stasi Gamping bersama Rm. Sadji OFM (Pastor stasi), P. Vicente OFM dan para Saudara Dina dari Papringan telah menanti kedatangan para suster di rumah Bapak Iskandar. Diperkirakan sekitar jam 17.00 WIB – 18.00 WIB, rombongan akan tiba. Namun pada jam-jam tersebut rombongan belum juga muncul. Karena sudah terlalu lama menunggu akhirnya satu demi satu dari mereka yang menanti, pergi meninggalkan tempat itu. Rombongan baru tiba di Gamping jam 20.00 WIB. Mereka terlambat dua jam dari waktu yang telah ditentukan sebelumnya, karena bapak sopir tidak tahu alamat yang dituju. Yang masih setia menanti adalah: keluarga bapak Iskandar, P. Vicente OFM, P. Sadji OFM dan beberapa umat paroki. Untuk menyatakan syukur dan terima kasih karena telah tiba dengan selamat, maka rombongan suster menyanyikan lagu “Te Deum.”

Pada tanggal 18 Agustus 1974, para suster diterima secara resmi oleh umat paroki Pugeran, karena stasi Gamping termasuk wilayah paroki tersebut. Upacara penerimaan dimulai dengan Perayaan Ekaristi kudus yang dipimpin oleh Rm. Sadji OFM, Romo stasi Gamping. Sejak itu para suster berusaha untuk hidup dalam keadaan yang seadanya saja.

Hidup doa dengan acara-acara doa tentu merupakan hal yang mendasari dan mewarnai kegiatan sehari-hari. Doa ofisi dilakukan bersama kecuali ofisi pagi hari, karena para suster harus mengikuti perayaan Ekaristi di gereja stasi yang jaraknya ditempuh selama 10 menit berjalan kaki. Kadang-kadang ada umat yang mengikuti acara doa suster. Untuk perayaan Ekaristi hari Minggu dan hari raya, mereka pergi ke gereja paroki sehingga dapat juga bertemu dengan umat. Dua kali dalam seminggu ada perayaan Ekaristi yang dipersembahkan oleh P. Vicente Kunrath OFM pada waktu sore hari di rumah para suster sehingga umat yang tinggal di sekitarnya dapat ikut merayakan perayaan Ekaristi tersebut. Pada salah satu dari dua hari tersebut, Pater Vicente memberi pelajaran kepada para suster sebelum perayaan Ekaristi. Br. Mulyanto juga turut melayani para suster. Setiap pagi bruder mengambil surat di kantor pos Yogyakarta untuk para suster dan juga membawakan surat dari para suster untuk diposkan karena memang di Gamping belum ada kantor pos.

Hasil dari pekerjaan pokok tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pekerjaan harian dikerjakan oleh para suster sambil membuat makanan kecil untuk dijual sebagai tambahan biaya hidup. Tetapi usaha ini gagal walaupun pada awalnya penjualan itu sangat laris. Kebiasaan orang-orang yang suka berhutanglah yang menyebabkan modal para suster habis.

Lalu mereka menerima pekerjaan konveksi seragam sekolah dari suster OSF — Senopati. Tetapi pekerjaan ini pun tidak dapat bertahan lama karena bersifat musiman yaitu hanya pada permulaan tahun ajaran baru sekolah.

Kesulitan air bersih untuk diminum juga dirasakan oleh para suster. Mereka harus mengangkat air bersih dari sumur pastoran dekat gereja sesudah misa setiap hari. Sedangkan air untuk kebutuhan-kebutuhan lain dapat diambil dari sumur di samping rumah mereka.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

3 komentar pada 5. Biara OSC di Yogyakarta

  1. Veronica Majaboeboen
    28/06/2013 at 17:59

    Kami mohon Suster2 mendoakan anak kami Titania untuk penyembuhan dan dibebaskan dari kekuasaan jahat dan roh2 iblis. Anak kami sdh berbaring 10 hr ci ICU. Atas doa2nya kami ucapkan banyak terima kasih kepada suster2.

  2. fransiska yola
    12/12/2011 at 16:51

    salam untuk suster-suster biara St.Clara,,
    saya yola suster, jadi kangen sama suster-suster di jogja setelah liat foto-foto ini
    suster sehat-sehat saja kan??

    • Framinor
      12/12/2011 at 17:23

      Shalom Saudari Yola,
      pesan Anda sudah diteruskan kepada para suster Klaris. FYI, para suster Klaris yang bertugas di Yogyakarta saat ini adalah:
      1. Sr. Anna (sebagai Penanggung Jawab)
      2. Sr. Caspara (sebagai wakil dan kosteres)
      3. Sr. Koleta (bag. dapur)
      4. Sr. Magdalena (bag. kebun)

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *