4. Pertobatan Klara

05/06/2010
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 1.650 kali
Guntingan rambut Klara yang tersimpan di San Damiano

Guntingan rambut Klara yang tersimpan di San Damiano

Porziuncola sekali lagi menjadi tanda yang bernilai tinggi dalam sejarah awal Fransiskan di tahun 1211. Pada malam hari tanggal 18-19 Maret, Klara melarikan diri dari rumah keluarganya di Assisi dan berhasil melewati gerbang-gerbang kota menuju ke Porziuncola. Nampaknya perencanaan sudah dibuat dengan cermat sebelumnya antara Klara dan Fransiskus, dengan persetujuan Uskup Guido. Hari Minggu itu adalah Hari Raya Minggu Palma, dan Klara dengan cara ini juga ambil bagian dalam peringatan Kristus memasuki Yerusalem – di dalam gereja katedral. Sewaktu orang-orang tertidur, ia menjalankan rencana pelariannya. Beberapa bulan sebelumnya ia telah bertemu dengan Fransiskus secara diam-diam untuk menyatakan bahwa ia ingin bergabung dengan gerakan Fransiskus. Maka akhirnya mereka memutuskan untuk menyusun rencana. Klara bertemu dengan Fransiskus di Porziuncola. Di sanalah ia mencukur rambut Klara yang berwarna keemasan di kaki altar Perawan Maria. Dia melepaskan pakaian bangsawan dan menggantinya dengan jubah pentobat. Fransiskus mengantarnya bersama dengan beberapa saudara ke biara wanita Benediktin San Paolo delle Abbadesse di Bastia Umbra. Keluarganya menuntut Klara kembali, namun di tempat itu Klara terlindungi oleh peraturan kepausan tentang klausura untuk para biarawati yang melarang pihak luar masuk ke wilayah klausura para biarawati. Tak lama, Klara dipindahkan ke biara Benediktin lainnya, Sant’Angelo Panzo, di kaki Gunung Subasio. Di sanalah saudari Klara – yaitu Caterina – bergabung dengannya. Pamannya, Monaldo datang untuk menyeret Caterina kembali ke rumah secara paksa, namun tidak berhasil. Klara dan saudarinya, yang berganti nama menjadi Agnes, dipindahkan oleh Fransiskus ke San Damiano. Seperti pernah diramalkannya, di tempat itulah Ordo Para Wanita Miskin San Damiano didirikan. Di kapel kecil dan di biara inilah Klara dan saudari-saudarinya bertempat tinggal dalam pingitan, namun tanpa kepemilikan dan hak milik dalam bentuk apa pun. Sampai saat kematiannya tanggal 11 Agustus 1253, Klara tidak pernah pergi dari San Damiano. Di sanalah ia memohon kepada dua Paus untuk mensahkan Hak Khusus atas Kemiskinan bagi para saudarinya. Di sana jugalah ibundanya Hortulana dan saudari kandungnya yang lain Beatrice bergabung bersama Klara. Di San Damiano ia menerima persetujuan akhir atas Anggaran Dasarnya, yang disusun berdasarkan Anggaran Dasar para Saudara Dina, hanya dua hari sebelum ia wafat, sambil memuji Tuhan karena telah menciptakan dirinya.

Hidup kontemplatif Klara merupakan pelengkap atas hidup apostolik aktif yang dilakukan Fransiskus dan saudara-saudaranya. Tetapi hal ini tidak berarti bahwa Fransiskus tidak melaksanakan hidup kontemplatif. Ia justru sering menghabiskan waktu berbulan-bulan dalam kesendirian dan keheningan, biasanya bersama-sama dengan sekelompok kecil para saudaranya, di dalam beberapa pertapaan yang ditemukannya di perbukitan Italia. Barangkali salah satu pertapaan yang paling terkenal adalah Le Carceri, di Gunung Subasio, bagian atas kota Assisi. Fransiskus juga menuliskan peraturan singkat untuk para saudara yang tinggal di pertapaan menjalankan hidup kontemplatif. Pada 8 Mei 1213 Fransiskus sedang berada di San Leo, sebuah kastil abad pertengahan yang cukup dekat dengan San Marino. Di sana ia dikunjungi oleh seorang bangsawan bernama Count Orlando Chiusi, asal Tuscany, yang menawarkan kepadanya dan para saudaranya sebuah bukit yang disebut La Verna, di daerah Casentino. Fransiskus dengan sukacita menerima tawaran itu karena La Verna sangat cocok sebagai tempat untuk pertapaan. Pegunungan itu nantinya akan menjadi saksi stigmatisasi Fransiskus pada September 1224.

1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

Kirim komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *