Wasiat Santo Fransiskus

15/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 2.390 kali

[ Index Karya-karya Fransiskus ]

1 [I] Beginilah Tuhan menganugerahkan kepadaku, Saudara Fransiskus, untuk mulai melakukan pertobatan. Ketika aku dalam dosa, aku merasa amat muak melihat orang kusta. 2 Akan tetapi Tuhan sendiri menghantar aku ke tengah mereka dan aku merawat mereka penuh kasihan. 3 Setelah aku meninggalkan mereka, apa yang tadinya terasa memuakkan, berubah bagiku menjadi kemanisan jiwa dan badan; dan sesudahnya aku sebentar menetap, lalu aku meninggalkan dunia.
4 Tuhan memberi aku anugerah dalam gereja-gereja, kepercayaan yang sedemikian besar, sehingga aku biasa berdoa secara sederhana denan kata-kata ini, 5 “Kami menyembah Engkau, Tuhan Yesus Kristus, di semua gereja-Mu yang ada di seluruh dunia, dan kami memuji Engkau, sebab Engkau telah menebus dunia dengan salib-Mu yang suci”[1].

6 Lalu Tuhan menganugerahkan dan masih menganugerahkan kepadaku kepercayaan yang sedemikian besar juga kepada para imam, yang hidup menurut peraturan Gereja Roma yang kudus, karena tahbisan mereka, sehingga kalaupun mereka mengejar-ngejar aku, aku tetap mau minta perlindungan pada mereka. 7 Kalaupun aku begitu bijaksana seperti Salomo dan menjumpai imam-imam yang amat malang di dunia ini,[2] aku tidak mau berkhotbah di paroki tempat mereka tinggal kalau mereka tidak menghendakinya. 8 Aku menyegani mereka dan semua lainnya, mau mengasihi dan menghormati mereka sebagai tuanku. 9 Aku tidak mau tahu tentang dosa di dalam diri mereka sebab di dalam diri mereka aku dengan jelas melihat Putra Allah, dan mereka itu adalah tuanku. 10 Aku berbuat demikian karena di dunia ini aku sekalikali tidak melihat Putra Allah yang Mahatinggi itu secara jasmaniah, selain tubuh dan darah-Nya yang mahakudus, yang mereka sambut dan yang hanya mereka sendiri boleh menghidangkan-Nya kepada orang lain.

11 Aku menghendaki, agar misteri yang mahakudus itu dihormati melampaui segala-galanya, disembah dan disimpan di tempat yang berharga. 12 Nama-Nya yang tersuci dan firman-Nya yang tertulis, di mana pun kudapati di tempat yang tidak semestinya, mau kukumpulkan, dan aku minta agar dikumpulkan dan ditaruh di tempat yang pantas. 13 Juga semua teolog dan mereka yang menyampaikan firman ilahi yang maha suci harus kita hormati dan kita segani sebagai orang yang menghidangkan kepada kita roh dan kehidupan.


Istilah wasiat harus diartikan menurut arti biblis dan bukan yuridis. Kiranya mendekati pengertian perjanjian dalam kitab suci karena dokumen ini mengajak saudara-saudara untuk menghayati ikatan janji kasih antara Allah dan orang pilihan-Nya.
[1]. Doa ini jelas diinspirasikan oleh liturgi Jumat Suci. Doa semacam itu sudah dianjurkan misalnya oleh Gregorius Agung.
[2]. “di dunia ini” (= huius saeculi) bisa juga diterjemahkan: “yang hidup dalam dosa”,seperti kiranya dimaksudkan dalam konteks ini.

Pages: 1 2 3 4