Tiga Hari Saling Berbagi

20/01/2016
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 532 kali

TIGA HARI SALING BERBAGI:
Kegiatan Temu Tahunan Para Saudara Muda (Temu FORKASI)
Novisiat Transitus Depok, 2-4 Januari 2016

Hari Pertama

Pembukaan dan Rekoleksi Bersama

Langit mendung menudungi sebagian besar langit kota Depok. Petir saling menyambar di kejauhan, pertanda hujan akan segera turun. Situasi alam yang kurang bersahabat ini tidak menyurutkan niat para Saudara Muda dari kelima komunitas di Jakarta dan Jogjakarta (komunitas St. Antonius Padua, Beato Duns Scotus, St. Bonaventura, St. Joseph Copertino, dan St. Fransiskus) untuk berkumpul di Novisiat Transitus. Tanggal 2 sampai 4 Januari 2016 para saudara muda bersama novis berkumpul dalam suasana persaudaraan untuk mengadakan acara tahunan temu saudara muda (temu FORKASI). Acara temu tahunan para saudara muda kali ini dikoordinasi oleh Sdr. Ambros Haward, OFM sebagai ketua Forkasi bersama dengan tim kecilnya.

Sejak pukul 11.00 WIB beberapa saudara muda dari Jakarta dan Jogjakarta menampakkan diri di Novisiat. Sdr. Edo Salvatore, OFM menjadi tamu pertama yang tiba di novisiat, setelah melakukan perjalanan “pagi-pagi buta” mengendarai sepeda. Pada sore hari situasi novisiat semakin ramai dengan kedatangan para saudara muda. Acara dimulai pada pukul 18.00 dengan ibadat sore bersama di kapel Novisiat Transitus. Para saudara tampak bersemangat untuk memulai rangkaian acara temu tahunan ini. Koordinator acara dalam instruksinya meminta semua peserta acara untuk secara kompak dan semangat mengikuti semua rangkaian acara, dari hari pertama hingga hari kedua.

Rangkaian acara pada hari pertama dilanjutkan dengan rekoleksi bersama. Kali ini rekoleksi diberikan oleh Sdr. Damas Lekan Ujan, OFM. Melaui tema “Misi Perutusan Fransiskan dalam Bidang Pendidikan” Sdr. Damas memberikan sejumlah insight mengenai pendidikan dalam perspektif Fransiskan. Sejumlah dokumen, mulai dari pembukaan UUD 1945 sampai Go and Teach (2009) menjadi landasan dalam mensharingkan pengalaman bergelut dalam dunia pendidikan. Saudara Damas dengan penuh semangat dan berapi-api menekankan dimensi interpersonal dalam karya pendidikan. Aspek persaudaraan dan kedinaan merupakan dua hal utama dalam antropologi-pedagogis Fransiskan. Menurutnya para pelaku pendidikan (para Fransiskan) mesti bersikap seperti hamba dan merangkul semua pihak (membentuk networking) dalam menjalankan karya pendidikan. Sebagai epilog Sdr. Damas, OFM memaparkan dan menegaskan sepuluh prinsip persekolahan Fransiskan (dimulai oleh Sdr, Ferry Suharto, OFM) yang semestinya senantiasa dijalankan yaitu, unum (kekompakan), bonum (kebaikan), clarum (kejernihan), humanum (kemanusiaan), iustum (keadilan), pium (kejujuran), pulchrum (keindahan), sacrum (kekudusan), verum (kebenaran), pacem (damai).

Rekoleksi ditutup dengan sharing bersama para saudara muda, masih dalam pembahasan mengenai misi pendidikan Fransiskan. Pada sharing berkelompok yang dipandu dengan pertanyaan penuntun dari pemberi rekoleksi, para saudara muda membagikan pengalaman mereka terlibat dalam misi pendidikan, atau menggali lebih dalam sejumlah insight yang didapatkan dari pemaparan materi. Semua aktivitas pada temu saudara muda hari pertama ini ditutup dengan doa malam dalam kelompok sharing masing-masing.

Hari Kedua

Ajang Pengembangan Bakat dan Kreativitas

Langit cerah dan hangat sinar mentari menyambut acara temu forkasi pada hari kedua. Cuaca yang cerah mendukung aktivitas outdoor yang dilaksanakan pada hari ini. Berbagai pertandingan akan diadakan pada hari ini. Pertandingan futsal, voli, catur, dan kartu mendapat antusias besar dari para peserta. Pertandingan berbagai perlombaan tersebut dibagi dalam tiga bagian. Bagian pertama adalah pertandingan futsal dan voli, dimulai pada pukul 08.00 sampai pukul 13.00 WIB. Bagian kedua adalah pertandingan catur dan kartu yang berlangsung selama kurang lebih satu jam (pkl. 14.00-15.00). Bagian ketiga adalah pertandingan semifinal futsal dan pertandingan final voli (pkl. 15.00-17.00).

Antusiasme para peserta tampak dalam kekompakan dan semangat tim futsal dan voli Nostrade. Berkat kerja sama yang gigih para novis berhasil merebut juara pertama untuk pertandingan voli dan futsal. Para saudara muda dengan rendah hati harus mengakui kehebatan tim novis yang memang diisi oleh para saudara yang memiliki kemampuan yang mumpuni. Sepertinya piala Forkasi akan menetap di Novisiat Transitus tahun ini, setelah sebelumnya berkeliling di dua komunitas di Jakarta (Komunitas Padua dan Komunitas Duns Scotus).

Walaupun pertandingan-pertandingan yang diselenggarakan penuh dengan keseruan dan melibatkan ketegangan perang urat syaraf, serangkaian acara ini juga menjadi ajang penyaluran bakat dan talenta para peserta. Menurut Sdr. Frumens Gion, OFM, serangkaian pertandingan yang diselenggarakan ini merupakan perayaan persaudaraan,yang sudah semestinya terdapat juga ketiga unsur penting di dalamnya, yakni sportif, formatif, dan transformatif. Oleh karena itu, terlepas dari menang dan kalah, kita semua diharapkan untuk tetap bersyukur, terutama atas anugerah persaudaraan dan kesempatan untuk merayakannya.

Pada malam harinya, acara dilanjutkan dengan “Malam Kreativitas” di aula Novisiat Transitus. Acara “Malam Kreativitas” ini berlangsung sangat seru di bawah tuntunan master of corong (mc) provinsi, Sdr. Wahyu Prasetyo, OFM yang berhasil membungkus acara ini menjadi benar-benar spesial khas Fransiskan, sederhana tapi penuh makna. Setiap komunitas mendapat kesempatan untuk menampilkan paling kurang satu pertunjukkan sekaligus memperkenalkan diri kepada saudara-saudara lainnya, terutama para novis. Selain nilai rekreatif, nilai lain yang ingin dicapai dari acara ini, adalah nilai persaudaraan. Nilai ini kiranya menjadi inti dan tujuan diadakannya temu FORKASI (FORum KomunikAsi Saudara muda Indonesia). Kegiatan temu Forkasi kali ini diikuti oleh beberapa saudara tua di bawah pimpinan Sdr. Charles Talu, OFM. Rupa-rupanya kehangatan persaudaraan dalam temu FORKASI membekas dalam hati sehingga setiap kali diadakan temu FORKASI para saudara tersebut (“yang belum move on dari saudara muda” celetuk seorang saudara) berpartisipasi untuk menimba semangat baru di tahun yang baru. Lebih dari itu, kembali ke novisiat selalu berarti jalan merawat panggilan sebagai Fransiskan, dengan membawa diri kepada pengalaman asali panggilan personal.

Hari Ketiga

Puncak Kegiatan Olahraga

Gelak tawa para Fransiskan muda memecah keheningan pagi. Mentari yang bersinar cerah dan suara burung-burung yang berkicau indah menambah keceriaan mereka, di pagi yang ketiga tahun 2016 ini. Beberapa orang mulai berhitung-hitung dengan waktu yang terus berlalu. “Sebentar lagi saudara-saudara muda akan kembali ke Jakarta. Sepertinya, waktu terlalu singkat memberi kita kesempatan untuk berjumpa,” sahut seorang novis. Ya, perjumpaan yang langka ini memang akan berakhir hari ini, dan harus menunggu satu tahun lagi untuk merasakan kebersamaan seperti saat ini. “Tidak apa-apa saudara, kami akan datang lagi untuk menghadiri profesi pertama kalian bulan Juli nanti,” ungkap sdr. Oghy Ganggus memberi harap.

Hari ini adalah puncak dari semua kegiatan olahraga FORKASI CUP 2016. Pertandingan semifinal dan final berlangsung hari ini. Partai final pertandingan Futsal mempertemukan dua tim terbaik, yakni Tim Padua dan Tim Novis I. Sedangkan di arena Voli, tim-tim lain harus mengakui dan menyaksikan dengan penuh hormat laga derby antara Novis I melawan Novis II.

Setelah melakoni laga yang sangat ketat, Tim Novis I akhirnya keluar sebagai jawara dari arena pertandingan Futsal. Kegemilangan penjaga gawang Tim Padua II, Sdr. Roland Lantur menjadi daya tarik pertandingan final ini. Saudara Roland yang selalu memancarkan aura ketenangan mampu membuat para pemain novis I berlaku sopan di hadapan gawangnya pada menit-menit awal pertandingan. Meskipun akhirnya, dia harus mengakui permainan cantik dan apik yang dipertontonkan oleh para novis, membuatnya terkecoh dan terburu-buru. Sementara itu dari arena Voli, Tim Novis I dan Novis II yang bertemu di partai final menyajikan pertandingan cantik nan menarik. Hasil latihan keras dan membina kekompakan selama enam bulan terbayar lunas dalam pertandingan final yang mereka lakoni dengan penuh semangat. Tim Novis II keluar sebagai jawara.

Partai puncak pertandingan Futsal dan Voli yang berlangsung hari ini terasa istimewa karena kehadiran Minister Provinsi, Sdr. Adrianus Sunarko, OFM, di antara barisan penonton. Beliau berkenan menyaksikan secara langsung para saudara-saudaranya yang masih muda itu berlaga di lapangan. Beberapa saudara tua juga tampak hadir dan menyaksikan pertandingan dengan tatapan penuh harapan. “Semoga mereka tidak hanya perkasa di atas lapangan, tetapi perkasa juga di medan pelayanan kelak,” sahut seorang saudara tua penuh harap.

Acara penganugerahan hadiah bagi para jawara juga terasa istimewa karena hadiah diberikan langsung oleh Minister Provinsi. Hasil pertandingan FORKASI CUP ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya para novis memborong dua gelar juara sekaligus. Hasil ini tentunya juga menunjukkan semangat para novis dalam menjalani kehidupan di masa novisiat. Mereka terlihat ceria dan penuh semangat. Kerjasama antara para novis tampak baik, mulai dari urusan melayani para tamu sampai kerja sama di arena pertandingan.

Perayaan Ekaristi Penutupan

Seluruh rangakaian acara temu FORKASI tahun ini ditutup dengan perayaan ekaristi bersama. Tentu saja, perayaan ekaristi bersama ini menjadi puncak yang sesungguhnya dari perjumpaan para saudara muda selama tiga hari ini. Seluruh rasa syukur dan sukacita atas perjumpaan, serta kesan dan pesan yang didapatkan dari kegiatan ini dimaknai secara istimewa melalui perayaan ekaristi.

Pelayan Provinsi dalam homilinya membagikan banyak hal yang beliau dapatkan dalam karya pelayanannya sebagai seorang Fransiskan. Sekurangnya ada tiga aspek pelayanan, yang menurut pengalamannya, selalu dikaitkan banyak orang dengan cara hidup para Fransiskan. Ketiga aspek itu antara lain perhatian pada ekologi, dialog dan solidaritas. Beliau pun mengajak para saudaranya yang masih muda untuk memperhatikan ketiga hal itu dan agar berusaha terus mengembangkan ketiganya. Lebih lanjut, kesan dan pesan yang dia ungkapkan menyiratkan harapan seluruh persaudaraan kepada para saudara muda yang akan menjadi generasi penerus Fransiskan di masa yang akan datang.

Setelah perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Dalam kesempatan ini, para Fransiskan muda yang memiliki minat di dunia tarik suara juga tampil sebagai bintang tamu. Sdr. Yoan Udu tampil menawan dengan kreativitasnya menyanyikan lagu ‘Wie Nggluk Bail’ (Malam Kudus) dalam bahasa Manggarai; Sdr. Roland Lantur dengan suaranya lembutnya yang menyejukkan hati, tampil menyanyikan lagu ‘Cobalah Mengerti’ berirama sendu; tampil juga Sdr. Acoso menyanyikan lagu berbahasa Portugis, ‘Nao Precisa.’ Penampilan mereka seolah menjadi ‘menu spesial’ makan siang kali ini. Penampilan mereka sungguh menambah nikmat santapan siang itu.

Setelah semua rangkaian kegiatan selesai, para saudara muda pun bergegas untuk kembali ke Jakarta. Beberapa lainnya menyempatkan diri berpelisir, untuk sejenak melepas rindu dengan kota Depok. “Ase, kami mohon pamit. Sampai jumpa lagi di bulan Juli. Semoga kalian hidup baik sehingga masih lengkap saat profesi pertama nanti,” sahut Sdr. Oghy Ganggus penuh harap. Seorang novis yang agak kesal dengan sapaan ‘ase’ (adik) itu menimpali, “Usia kaul baru seumur jagung, sudah gaya sekali.” Celetukan itu disambut gelak tawa para saudara yang lain. Riuh tawa yang perlahan-lahan merendah dan menghilang itu menandai akhir perjumpaan.

Kontributor: Sdr. Alders, Sdr. Regi, Sdr. Rio


IMG_6644
IMG_6673
IMG_6721
IMG_6807
IMG_6769
IMG_7066
IMG_7184
IMG_7275
IMG_7284
IMG_7238

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *