Surat Kepada Seluruh Ordo Dengan Doa Allah Yang Mahakuasa

15/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 812 kali

[ Index Karya-karya Fransiskus ]

(1)Demi nama Trinitas Yang Mahaluhur dan keesaan yang kudus, Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
(2)Kepada sekalian saudara yang patut ku hormati dan amat patut kukasihi: kepada Saudara A-minister jenderal Tarekat Saudara-Saudara Dina, tuanku, serta para minister jenderal yang akan menyusulnya; kepada semua minister dan kustos serta imam persaudaraan ini, yang hina-dina dalam Kristus; kepada semua saudara yang sederhana dan taat, baik yang pertama maupun yang terakhir:

(3)Saudara Fransiskus, orang yang hina dan rapuh, hambamu yang kecil ini, menyampaikan salam dalam Dia yang menebus dan membasuh kita dalam darah-Nya yang termulia. (4)Bila kamu mendengar nama-Nya, sembahlah Dia dengan rasa segan dan hormat, sambil bersujud sampai ke tanah, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang disebut putra Yang Mahatinggi, yang terpuji selama-lamanya.

(5)Dengarkanlah, hai Tuan-Tuan, Anak-Anak dan Saudara-Saudaraku, dan camkanlah perkataanku ini. (6)Sendengkanlah telinga hatimu dan patuhilah suara Putra Allah. (7)Indahkanlah perintah-Nya dengan segenap hatimu dan penuhilah nasihat-Nya dengan budi sempurna. (8)Pujilah Dia sebab Ia baik. Luhurkanlah Dia dalam pekerjaanmu; (9)sebab untuk itulah Dia mengutus kamu ke seluruh dunia, agar dengan perkataan dan perbuatanmu, kamu memberi kesaksian tentang suara-Nya dan memaklumkan kepada semua orang, bahwa tak ada Yang Mahakuasa selain Dia. (10)Bertekunlah dalam ketertiban dan ketaatan yang suci serta penuhilah apa yang telah kamu janjikan kepada-Nya dengan niat yang baik dan teguh. (11)Tuhan Allah menawarkan diri kepada kita sebagai anak-anak-Nya.
(12)Karena itu aku mohon kepada kamu semua, Saudara-Saudara, dengan mencium kakimu dan dengan kasih yang sebesar-besarnya, agar kamu, hormat dan khidmat kepada tubuh dan darah mahakudus Tuhan kita Yesus Kristus. (13)Dalam Dia, Segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi diperdamaikan dan dipersatukan kembali dengan Allah Yang Mahakuasa.

(14)Juga aku minta dalam Tuhan kepada semua saudaraku para imam, yang sudah dan akan atau ingin menjadi imam Tuhan Yang Mahatinggi, agar bila mereka itu akan mempersembahkan misa, hendaklah mereka itu sendiri murni,[1] dan dengan murni serta khidmat mempersembahkan kurban sejati tubuh dan darah mahakudus Tuhan kita Yesus Kristus; dengan niat yang suci dan murni, bukan untuk sesuatu perkara duniawi. Bukan pula karena takut atau karena kasih akan seorang manusia, seakan-akan untuk menyenangkan orang. (15)Akan tetapi seluruh kehendaknya, sejauh dibantu rahmat, hendaklah diarahkan kepada Allah, dengan hasrat untuk menyenangkan Tuhan Yang Mahatinggi itu semata-mata; sebab Dia sendirilah yang melaksanakan misteri itu, sebagaimana berkenan pada-Nya. (16)Sebagaimana Dia sendiri berfirman: Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Daku; maka jika seseorang berbuat secara lain, ia menjadi Yudas si pengkhianat dan berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

(17)lngatlah, hai Saudara-Saudaraku Para Imam, apa yang ditulis mengenai hukum Musa: ialah bahwa orang yang melanggamya, juga dalam hal-hal lahiriah sekalipun, akan dihukum mati tanpa belaskasihan atas keputusan Tuhan. (18)Betapa lebih berat dan lebih ngeri lagi siksaan yang patut diderita orang, yang menginjak-injak Anak Allah dan menganggap najis darah perjanjian yang mengu duskannya, dan yang menghinakan Roh kasih karunia. (19)Orang menghina, mencemarkan dan mpnginjak-injak Anak Domba Allah, apabila iaseperti dikatakan rasul-tidak menguji dirinya sendiri dan tidak membedakan Roti Kudus Kristus dari makanan lainnya atau dari perbuatan lainnya,[2] ataupun makan dalam keadaan tidak layak, atau meskipun layak, namun acuh tak acuh dan tidak pantas sebab Tuhan berfirman dengan perantaran nabi: Terkutuklah orang, yang melaksanakan pekerjaan Tuhan dengan lalai. (20)Para imam, yang tidak mau memperhatikan hal itu, sesungguhnya dikutuk-Nya dengan perkataan ini: Aku akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk.

(21)Dengarkanlah, Saudara-Saudaraku. Kalau Santa Perawan begitu dihormati-dan hal itu memang pantas-karena ia telah mengandung Yesus di dalam rahimnya yang tersuci; kalau Santo Pembaptis gemetar dan tidak berani ubun-ubun kudus Allah; kalau makam, dibaringkan selama beberapa waktu, begitu dihormati: (22)betapa harus suci, benar dan pantaslah orang yang dengan tangannya menjanah-Nya, dengan hati dan mulut menyambut-Nya, serta memberikan-Nya kepada orang lain untuk disambut. Karena Dia, yang tidak akan mati lagi, tetapi yang hidup dan dimuliakan untuk selamanya, dan yang ingin dilihat oleh malaikat-malaikat!
(23)Ingatlah akan martabatmu, Saudara-Saudara Para Imam, dan jadilah kudus, karena Dia sendiri kudus. (24) Sebagaimana Tuhan Allah memberi kamu kehormatan lebih daripada semua orang karena pelayanan ini, demikianlah juga hendaknya kamu mengasihi Dia melampaui semuanya, menghormati serta memuja-Nya. (25)Betapa besarnya kemalangan dan kelemahan yang patut disayangkan, apabila Dia hadir pada kamu seperti itu, tetapi kamujustru menyibukkan diri dengan sesuatu yang lain di seluruh bumi.

(26)Hendaklah seluruh diri manusia gemetar, seluruh dunia bergetar dan langit bersorak-sorai, apabila Kristus, Putra Allah yang hidup hadir di atas altar dalam tangan imam! (27)O keagungan yang mengagumkan dan kesudian yang menakjubkan! O perendahan diri yang luhur! O keluhuran yang merendah! Tuhan semesta alam, Allah dan Putra Allah, begitu merendahkan diri-Nya, sampai Ia menyembunyikan diri di dalam rupa roti yang kecil, untuk keselamatan kita! (28)Saudara-Saudara, pandanglah perendahan diri Allah itu dan curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya. Rendahkanlah dirimu, agar kamu ditinggikan oleh-Nya. (29)Karena itu janganlah menahan sesuatu pun yang ada padamu bagi dirimu sendiri, agar kamu seutuh-utuhnya diterima oleh Dia, yang memberikan diri-Nya seutuhnya bagi kamu.

(30)Karena itu di dalam Tuhan, aku memberikan nasihat dan ajakan ini: di tempat saudara-saudara tinggal, hendaknya dirayakan satu misa saja setiap hari menurut tata cara Gereja Kudus. (31)Bahkan kalau di suatu tempat ada lebih dari satu imam, maka yang lain, demi cintakasih, hendaknya puas dengan turut menghadiri perayaan imam lainnya; (32)sebab Tuhan Yesus Kristus memenuhi mereka yang layak bagi-Nya, baik mereka yang hadir maupun yang tidak hadir. (33)Meskipun Dia tampak berada di berbagai tempat, namun la tetap tidak terbagi dan tak mengalami rugi; tetapi di mana pun juga, Ia yang satu dan sama berkarya, sejauh berkenan pada-Nya, bersama Tuhan Allah Bapa dan Roh Kudus Penghibur, sepanjang segala masa. Amin.[3]

(34)Selanjutnya, karena siapa yang berasal dari Allah mendengarkan firman Allah, maka kita yang secara lebih khusus ditugaskan untuk pelayanan-pelayanan ilahi, tidak saja harus mendengarkan dan melakukan apa yang difirmankan Allah, tetapi untuk meresapkan ke dalam diri kita keluhuran Pencipta kita serta kerendahan kita sebagai bawahan-Nya, kita juga harus memelihara bejana serta semua perlengkapan ibadat, yang memuat firman-Nya yang suci.

(35)Karena itu aku menasihati semua saudaraku dan menegaskan dalam Kristus, supaya di mana pun mereka menemukan firinan ilahi yang tertulis, mereka sedapat-dapatnya menghormatinya. (16)Bila firman yang tertulis itu tidak tersimpan baik atau tercecer sembarangan di suatu tempat, maka hendaklah mereka mengumpulkan dan menyimpannya kembali sejauh hal itu menyangkut diri mereka. Dengan itu mereka menghormati Tuhan dalam sabda yang diucapkan-Nya. (17)Sebab banyak hal dikuduskan oleh firman Allah, dan oleh kekuatan firman Kristus terwujudlah Sakramen Altar.

(38)Selanjutnya aku mengakukan semua dosaku kepada Tuhan Allah, Bapa dan Putra dan Roh Kudus, kepada Santa Maria yang tetap perawan dan kepada semua orang kudus di surga dan di bumi, kepada Saudara H, minister tarekat kita, sebagai tuanku yang terhormat, serta kepada imam ordo kita dan kepada semua saudara lainnya yang terberkati. (39)Dalam banyak hal aku telah berbuat dosa karena kesalahanku yang besar, khususnya karena aku tidak melaksanakan anggaran dasar yang telah kujanjikan kepada Tuhan. Juga karena aku tidak mengucapkan ibadat-ibadat seperti yang diperintahkan anggaran dasar, entah karena aku lalai, entah waktu aku sakit, atau karena aku ini bodoh dan tidak terpelajar.

(40)Oleh karena itu aku mohon dengan sangat, sekuat tenagaku, kepada Saudara H, minister jenderal, tuanku, agar ia mengusahakan supaya anggaran dasar dilaksanakan secara utuh oleh semuanya; (41)dan supaya para rohaniwan mengucapkan ibadat harian dengan penuh bakti di hadapan Allah, dengan memperhatikan bukan kemerduan suara, melainkan perpaduan hati, sehingga suara serasi dengan hati, dan hati serasi dengan Allah. (42)Dengan demikian mereka dapat menyenangkan Allah karena kemurnian hati, dan bukannya merayu telinga umat dengan kelincahan suara.

(43)Aku sendiri pun berjanji untuk melaksanakan hal itu dengan teguh, sejauh Allah memberi aku rahmat untuk itu. Kepada saudara-saudara yang bersama denganku, aku meneruskan semuanya itu, agar mereka juga melaksanakannya berkenaan dengan ibadat harian dan ketetapan lainnya. (44)Akan tetapi, siapa saja dari para saudara yang tidak mau menepati hal-hal itu kuanggap tidak katolik dan bukan saudaraku; bahkan aku tidak mau melihat mereka dan tidak mau berbicara dengan mereka itu, sampai mereka bertobat. (45)Hal itu kukatakan juga mengenai semua saudara lainnya, yang mengembara ke mana-mana dengan Mengabaikan tata-tertib anggaran dasar; (46)sebab Tuhan kita Yesus Kristus telah menyerahkan hidup-Nya, agar tidak kehilangan ketaatan kepada Bapa Yang Mahakudus.
(47)Aku, Saudara Fransiskus, orang yang tak berguna dan makhluk Tuhan Allah yang tak pantas mengatakan, demi Tuhan Yesus Kristus, kepada Saudara H, minister seluruh tarekat kita, dan semua minster jenderal sesudah dia, serta kepada semua kustos dan gardian para saudara, sekarang maupun yang akan datang, agar mereka selalu membawa tulisan ini, melaksanakan serta menyimpannya dengan saksama. (48)Aku mohon dengan sangat agar mereka dengan teliti mengamalkan apa yang tertulis di dalamnya, serta mengusahakan agar ditepati dengan lebih seksama, sejauh berkenan kepada Allah Yang Mahakuasa, sekarang dan selalu, selama dunia ini ada.
(49)Diberkatilah kamu oleh Tuhan, kamu yang melaksanakan hal-hal yang telah dikatakan, dan semoga Tuhan menyertai kamu sekalian, untuk selama-lamanya. Amin.

(Doa)

(50)Allah Yang Mahakuasa, kekal, adil dan berbelaskasihan, perkenankanlah kami yang malang ini, demi Engkau sendiri, melakukan apa yang setahu kami Engkau kehendaki, dan selalu menghendaki apa yang berkenan kepada-Mu, (51)agar setelah batin kami dimurnikan dan diterangi serta dikobarkan oleh api Roh Kudus, kami mampu mengikuti jejak Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus,
(52)dan berkat rahmat-Mu semata-mata
sampai kepada-Mu, Yang Mahatinggi,
Engkau yang dalam tritunggal yang sempuma
dan dalam keesaan yang sederhana,
hidup dan memerintah serta dimuliakan,
Allah Yang Mahakuasa
sepanjang segala masa.
Amin.


Surat ini dikenal dalam banyak terjemahan dengan judul: Surat kepada Kapitel, tetapi isinya menunjukkan, bahwa si alamat adalah saudara-saudara di seluruh ordo (Ayat 2); maka judul yang lebih tepat ialah Surat kepada Seluruh Ordo, seperti sudah dipakai dalam Naskah Vo. Doa “Allah Yang Mahakuasa” merupakan satu kesatuan dengan surat ini.
[1]. Bdk Pth XVI. “murni” dalam ayat ini diterangkan secara negatif: bukan untuk hal yang duniawi, bukan untuk manusia. Dalam ayat berikutnya, diterangkan secara positif: “seluruh kehendak diarahkan kepada Allah, untuk menyenangkan Dia semata-mata”.
[2]. “dari perbuatan lainnya”, bisa diartikan: perbuatan Kristus mengurbankan diri yang dibedakan dari perbuatan manusiawi lainnya, atau perbuatan memakan Roti Kudus yang dibedakan dari perbuatan memakan makanan lainnya.
[3]. Dalam beberapa naskah, surat ini berakhir di sini.