Surat Kedua Kepada Kaum Beriman

14/12/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 618 kali

[ Index Karya-karya Fransiskus ]

Demi nama Tuhan: Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin

(1)Kepada sekalian orang kristen yang menganut hidup bakti[1], rohaniwan dan awam, laki-laki dan perempuan, kepada semua yang mendiami semesta dunia, Saudara Fransiskus, hamba dan bawahan mereka, menyampaikan hormat bakti, damai yang sejati dari surga serta kasih yang tulus ikhlas dalam Tuhan.
(2)Karena aku ini hamba semua orang, maka aku wajib melayani semuanya dan menyampaikan firman Tuhanku yang harum mewangi kepada semua orang. (3)Akan tetapi, aku tidak sanggup mengunjungi tiap-tiap orang secara pribadi karena sakit dan lemahnya badanku. Karena itu, sesudah mempertimbangkannya, aku memutuskan untuk menulis surat ini dan melalui utusan memberitakan kepada kamu firman Tuhan kita Yesus Kristus, yang adalah firman Bapa, serta firman Roh Kudus. Firman itu adalah roh dan hidup.

(4)Firman Bapa itu, yang begitu luhur, begitu kudus dan mulia, telah disampaikan dari surga oleh Bapa Yang Mahatinggi, dengan perantaraan Gabriel malaikat-Nya yang kudus, ke dalam kandungan Perawan Maria yang kudus dan mulia. Dari kandungannya, firman itu telah menerima daging sejati kemanusiaan dan kerapuhan kita. (5)Dia, sekalipun kaya melampaui segala-galanya[2], mau memilih kemiskinan di dunia ini, bersama bundaNya, perawan yang amat berbahagia.
(6)Menjelang sengsara-Nya, Ia merayakan Paskah bersama dengan murid-murid-Nya. Ia mengambil roti, mengucap syukur dan memuji serta memecah-mecahkannya sambil berkata: Terimalah dan makanlah, inilah tubuh-Ku. (7)Sambil mengambil cawan Ia berkata: Inilah darah-Ku, darah Perjanjian Baru, yang akan ditumpahkan bagi kamu dan bagi orang banyak untuk pengampunan dosa.

(8)Kemudian Ia berdoa kepada Bapa, kata-Nya: Bapa, kalau mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari-Ku. (9)Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (10)Namun Ia meletakkan kehendak-Nya dalam kehendak Bapa dengan berkata: Bapa, jadilah kehendak-Mu; bukan seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

(11)Adapun kehendak Bapa-Nya ialah supaya Putra-Nya yang terpuji dan mulia, yang telah diberikan-Nya kepada kita dan yang telah lahir bagi kita, mempersembahkan diri-Nya dengan penumpahan darah-Nya sendiri sebagai kurban dan persembahan di altar salib. (12)Bukan bagi diri-Nya sendiri, Yang oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, tetapi bagi dosa-dosa kita, (13)sambil meninggalkan teladan bagi kita, agar kita mengikuti jejak-Nya. (14)Ia menghendaki agar kita semua diselamatkan melalui Dia, dan agar kita menyambut Dia dengan hati Yang suci dan badan Yang mumi. (15)Akan tetapi tidak banyak orang Yang mau menyambut Dia dan mau diselamatkan oleh-Nya walaupun kuk-Nya enak dan beban-Nya ringan .

(16)Terkutuklah mereka Yang tidak mau mengecap betapa manisnya Tuhan dan Yang lebih menyukai kegelapan daripada terang karena tidak mau melaksanakan perintah-perintah Allah (17)Tentang mereka itulah dikatakan dengan perantaraan nabi: Terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu. (18)Akan tetapi, betapa bahagia dan terberkatilah mereka Yang mengasihi Allah dan berbuat seperti dikatakan Tuhan sendiri dalam Injil: Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu, serta kasihilah sesama manusia seperti dirimu sendiri.

(19)Karena itu, marilah kita mengasihi Allah dan menyembah Dia dengan hati mumi dan budi Yang murni sebab Dia sendiri menuntut hal itu melampaui segala-galanya. Kata-Nya: Penyembah-penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran. (20)Sebab semua orang yang menyembah Dia, haruslah menyembah-Nya dalam roh kebenaran. (21)Hendaklah kita mengucapkan pujian serta doa kepada-Nya siang dan malam dengan berkata: Bapa kami yang ada di surga, sebab kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu.

(22)Kita juga wajib mengakukan semua dosa kita kepada imam; dan hendaklah kita menyambut tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus dari dia. (23)Siapa tidak makan daging-Nya dan tidak minum darah-Nya, tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah. (24)Akan tetapi orang harus makan dan minum secara pantas, sebab siapa menyambut secara tidak pantas, ia makan dan minum hukuman bagi dirinya sendiri, karena tidak mengindahkan tubuh Tuhan, yaitu tidak membedakannya dari makanan lainnya. (25)Lagipula hendaklah kita menghasilkan buah-buah yang sesuai dengan pertobatan.
(26)Hendaklah kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. (27)Jika seseorang tidak mau mengasihi sesamanya seperti dirinya sendiri, paling sedikit janganlah ia mendatangkan Yang jahat atas mereka, tetapi hendaklah ia berbuat baik.

(28)Mereka Yang mendapat wewenang untuk mengadili orang lain, hendaklah mengadili dengan belaskasihan, sebagaimana mereka sendiri mengharap memperoleh belaskasihan dari Tuhan. (29)Sebab penghakiman yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak menaruh belaskasihan.
(30)Karena itu, hendaklah kita memiliki cintakasih dan kerendahan hati. Hendaklah kita memberi sedekah karena hal itu meinbersihkan jiwa dari kotoran dosa. (31)Sebab segala sesuatu yang ditinggalkan manusia di dunia ini hilang selama-lamanya bagi mereka; namun mereka membawa sertanya upah cintakasih dan sedekah yang telah mereka amalkan. Mereka akan mendapat dari Tuhan pahala dan ganjaran yang layak untuk itu.

(12)Kita juga wajib berpuasa dan berpantang dari cacat-cela dan dosa-dosa, dari makan dan minum secara berlebihan, dan kita harus katolik.
(33)Kita juga wajib sering mengunjungi gerejagereja dan harus menaruh rasa hormat dan takzim kepada Para rohaniwan; bukan pertama-tama karena orangnya sendiri-sebab bisa jadi mereka itu pendosa-tetapi karena tugas dan pelayanan tubuh dan darah Kristus Yang Mahakudus, yang mereka kurbankan di altar dan mereka sambut serta mereka bagikan kepada orang-orang lain. (34)Kita semua mesti dengan yakin menyadari, bahwa tidak seorang pun dapat diselamatkan, selain oleh firman kudus serta darah Tuhan kita Yesus Kristus, yang disampaikan, diwartakan dan dihidangkan oleh Para rohaniwan. (35)Hanya mereka saja yang boleh menghidangkannya, dan bukan orang lainnya. (36)Terutama para biarawan[3], yang telah mengingkari dunia, wajib mengerjakan hal-hal yang lebih banyak dan lebih besar, tetapi hal-hal ini janganlah mereka abaikan.

(37)Kita harus membenci badan[4] kita dengan cacat-cela dan dosa-dosanya, sebab Tuhan berfirman di dalam Injil: Semua yang jahat, cacat-cela dan dosa, keluar dari hati. (38)Kita harus mengasihi musuh-musuh kita don berbuat baik kepada mereka yang membenci kita. (39)Kita harus menepati perintah dan nasihat Tuhan kita Yesus Kristus.
(40)Kitajuga harus menyangkal diri kita sendiri serta menundukkan tubuh kita di bawah kuk pengabdian dan ketaatan yang suci, sebagaimana telah dijanjikan tiap-tiap orang kepada Tuhan. (41)Akan tetap’ tidak seorang manusia pun boleh diwajibkan, demi ketaatan, untuk menaati orang lain dalam hal yang menyangkut pelanggaran atau dosa.

(42)Orang yang diberi wewenang untuk ditaati dan yang dipandang sebagai yang terbesar, hendaklah menjadi sebagai yang paling muda dan hamba saudara lainnya. (43)Hendaklah ia mempunyai belaskasihan dan mengamalkannya kepada setiap saudaranya, sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan, sekiranya ia dalam keadaan yang (44)Lagipula janganlah ia menjadi gusar terhadap saudaranya karena suatu pelanggaran saudara itu, tetapi hendaklah ia menasihatinya dengan penuh kesabaran dan kerendahan hati,. dan menolongnya dengan ramah.

(45)Kita tidak boleh menjadi orang arif dan bijaksana menurut daging, tetapi lebih-lebih kita harus menjadi orang sederhana, rendah dan mumi. (46)Hendaklah kita menghinakan dan menistakan badan kita sebab kita semuanya – karena kesalahan kita sendiri – menjadi malang dan busuk, berbau dan cacing, sebagaimana Tuhan berfirman dengan perantaraan nabi: Aku ini cacing dan bukan orang, dicela orang dan dihina orang banyak. (47)Kita tidak pemah boleh ingin berada di atas orang lain, tetapi sebaliknya kita harus menjadi hamba dan bawahan semua orang karena Allah.

(48)Semua orang, laki-laki dan perempuan, apabila melakukan hal-hal itu dan bertekun hingga akhir, maka Roh Tuhan akan tinggal pada mereka dan akan memasang tempat tinggal dan kediaman di dalam mereka. (49)Maka mereka akan menjadi anak-anak Bapa Surgawi, yang karya-Nya mereka laskanakan. (50)Mereka menjadi mempelai, saudara dan ibu Tuhan kita Yesus Kristus.

(51)Kita menjadi mempelai bila jiwa yang setia disatukan dengan Yesus Kristus oleh Roh Kudus. (52)Kita meniadi saudara bila kita melaksanakan kehendak Bapa-Nya yang ada di surga. (53)Kita menjadi ibu bila kita mengandung Dia di dalam hati dan tubuh kita karena kasih dan karena suara hati yang murni dan jernih. Kita melahirkan Dia melalui karya yang suci, yang harus bercahaya bagi orang lain sebagai contoh.

(54)O betapa mulia, kudus dan agungnya mempunyai Bapa di surga! (55)O betapa kudus, menghibur, indah dan mengagumkan mempunyai seorang mempelai! (56)O betapa kudus dan mesranya, betapa menyenangkan, menyejukkan, menenteramkan, manis, sedap, patut dicintai dan diinginkan melampaui segalanya, mempunyai saudara dan anak yang demikian, yang telah mempertaruhkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya dan mendoakan kita pada Bapa, kata-Nya: Bapa Yang Kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, mereka yang telah Kauberikan kepada-Ku. (57)Bapa, mereka semua, yang telah Kauberikan kepada-Ku di dunia, adalah milik-Mu, dan mereka telah Kauberikan kepada-Ku. (58)Firman yang telah Engkau sampaikan kepada-Ku, telah Kusampaikan kepada mereka. Mereka telah menerima dan tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku memohon bagi mereka dan bukan bagi dunia; berkatilah dan kuduskanlah mereka. (59)Aku juga menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan menjadi satu sama seperti kita. (60)Aku mau, ya Bapa, supaya di mana pun Aku beradal mereka juga berada bersama Aku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku di dalam kerajaan-Mu.

(61)Hendaklah segala makhluk yang ada di langit, di bumi, di laut dan di bawah bumi menyampaikan pujian, kemuliaan, hormat dan ke luhuran bagi Allah, yang telah menanggung begitu banyak bagi kita, telah menganugerahkan begitu banyak kebaikan dan akan terus menganugerahkannya; (62)sebab Dialah kemampuan dan kekuatan kita. Hanya Dialah yang Baik, hanya Dialah yang mahatinggi, hanya Dialah yang mahakuasa, menakjubkan, mulia, Dialah satu-satunya yang kudus, patut dipuji dan dituhurkan sepanjang masa yang tidak berkesudahan. Amin.

(63)Akan tetapi semua orang, yang tidak melakukan pertobatan dan tidak menyambut tubuh dan darah Tuhan kita Yesus Kristus, (64)tetapi malah melakukan cacat-cela, dosa-dosa dan berjalan menuruti suara hati yang buruk serta keinginan yang jahat, dan tidak menepati apa yang telah mereka janjikan; (65)yang secara badaniah menjadi budak dunia ini, budak keinginan daging, kegelisahan dan kecemasan dunia serta kekhawatiran hidup; (66)mereka itu diperdaya oleh setan. Mereka menjadi anak-anaknya dan mengerjakan pekerjaannya. Mereka itu buta karena tidak melihat cahaya yang sejati, Tuhan kita Yesus Kristus. (61)Mereka tidak memiliki kebijaksanaan rohani karena mereka tidak memiliki di dalam diri mereka Putra Allah, yang merupakan kebijaksanaan Bapa yang sejati. Tentang mereka itu dikatakan: kebijaksanaan mereka telah dicaplok. (68)Mereka melihat apa yang jahat, mengetahuinya dan melakukannya dengan sengaja; dan dengan sadar mencelakakan jiwa sendiri.

(69)Lihatlah, hai kamu orang buta! Kamu terkena tipu muslihat musuh-musuh kita, yaitu daging, dunia dan setan. Karena berbuat dosa manis rasanya bagi tubuh, tetapi melakukan pengabdian kepada Allah pahit rasanya. Sebab semua yang jahat, cacat-cela dan dosa keluar dan timbul dari hati manusia, seperti difirmankan Tuhan di dalam Injil. (70)Kamu tidak memiliki sesuatu pun baik di dunia ini maupun di dunia yang akan datang. (71)Kamu menyangka bahwa kamu masih lama akan memiliki kefanaan dunia ini, tetapi kamu tertipu, sebab akan tiba hari dan saatnya, yang tidak kamu duga, tidak kamu ketahui dan sadari. (72)Tubuh jatuh sakit, maut mendekat, maka datanglah sanak-saudara dan kawan-kawan, katanya: Aturlah harta milikimu.

(73)Lihat, istri dan anak-anaknya serta sanak-saudara dan kawan-kawannya berpura-pura menangis. (74)Ia membuka matanya, melihat mereka menangis, maka tergeraklah ia oleh perasaan yang buruk. Ia berpikir dalam hatinya dan berkata: Lihatlah, jiwa dan badanku serta semua harta milikku kuserahkan ke dalam tanganmu. (75)Sungguh-sungguh terkutuklah orang itu, yang mempercayakan dan menyerahkan jiwa dan badannya serta semua harta miliknya ke dalam tangan-tangan semacam itu; maka Tuhan berfirman dengan perantaraan nabi: Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia.

(77)Mereka segera memanggil seorang imam; imam itu berkata kepadanya, “Maukah engkau menerima tapa-denda atas semua dosamu?” Ia menjawab, “Saya mau”. (78)”Maukah engkau, sejauh engkau dapat, memakai hartamu untuk memullhkan pelanggaran serta penipuan dan kecurangan yang kau perbuat terhadap orang lain?” Jawabnya, “Tidak.” (79)Tanya imam, “Mengapa tidak?” (80)”Sebab segalanya sudah saya serahkan ke dalam tangan sanak-saudara dan kawan-kawanku.” (81)Bicaranya mulai melemah, dan matilah orang yang malang itu

(82)Maka hendaklah semua orang mengetahui, bahwa di mana pun dan dengan cara apa pun seorang mati dalam dosa yang jahat tanpa pemulihan, padahal ia sebenarnya dapat melakukannya, maka setan merebut jiwanya dari tubuhnya, disertai dengan ketakutan dan siksaan yang amat besar, yang tidak dapat dibayangkan oleh seorang pun selain dia yang merasakannya. (83)Semua kekayaan dan kekuasan serta pengetahuan yang pada sangkanya dimilikinya, akan diambil darinya. (84)Ia meninggalkannya bagi sanak-saudara dan kawan-kawannya. Mereka itulah yang mengambil dan membagi-bagikan harta kekayaannya dan kemudian berkata: Terkutuklah jiwanya, sebab ia sebetulnya dapat memberi lebih banyak kepada kita dan dapat memperoleh, lebih banyak daripada yang telah dinfilikinya. (85)Badan dimakan cacing; dan begitulah ia kehilangan badan maupun jiwa dalam masa hidup yang singkat ini, dan ia masuk ke neraka, tempat ia akan disiksa tanpa akhir.

(86)Demi nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.
(87)Demi cintakasih yang adalah Allah, dan dengan kerelaan untuk mencium kakimu, aku Saudara Fransiskus, hambamu yang dina ini, meminta dan memohon dengan sangat kepada kamu, agar firman Tuhan kita Yesus Kristus ini, dan yang lainnya, kamu terima dengan rendah hati dan penuh kasih, serta kamu laksanakan dan kamu tepati. (88)Semua orang, laki-laki maupun perempuan, yang menerimanya dengan rela, mengindahkannya dan mengirimkan salinannya kepada orang lain, kalau mereka bertekun didalamnya hingga akhir, semoga diberkati oleh Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Amin.


(bentuk yang lebih kemudian)
[1]. “orang kristen yang menganut hidup bakti…”;ada yang menerjemahkannya: “…orang kristen: religius,…” Masalahnya menyangkut soal siapakah yang menjadi si alamat surat ini (lht pengantar).
[2]. “melampaui segala-galanya”, bisa juga diartikan: “kaya dalam segala-galanya, tidak terhingga kayanya”.
[3]. Istilah “religiosi” yang dipakai disini berarti “biarawan”, tetapi bisa juga sekedar “orang yang hidup takwa”, hal yang menyangkut masalah si alamat surat ini.
[4]. Satu contoh khas yang menunjukkan, bahwa sering, bagi Fransiskus, “badan” berarti keseluruhan kecenderungan yang jahat dan egoistis, “si aku yang manja”; dalam ayat ini, “hati” sama arti dengan “si aku” itu.