Wasiat Santa Clara

Dilihat: 768 kali

 [ Index Buku  St. Clara dan Warisan Rohaninya ] [ Index Ordo St. Clara ]

BAGIAN IV

WASIAT SANTA KLARA

(1) Demi nama Tuhan, Amin.  Kol 3:17
(2) Oleh karena segala anugerah yang telah kita terima dan setiap hari terus kita terima dari Bapa segala belas kasihan yang menjadi pemberi-Nya haruslah kita semakin bersyukur kepada Yang Maha Mulia. (3) Tetapi yang paling besar di antara segala anugerah itu ialah panggilan kita. Semakin sempurna dan besar anugerah itu, semakin kita berhutang kepada Dia. (4)Maka Sang Rasul berkata: “Ingatlah akan panggilan kalian.”  

1Kor 1:26

(5) Anak Allah telah menjadi bagi kita jalan sebagaimana dengan kata dan teladan telah diajarkan kepada kita oleh bapa kita Fransiskus, seseorang yang sungguh-sungguh menjadi pencinta dan penurut Anak Allah.  Yoh 14:6

1Tim 4:12

(6) Karena itu, saudari-saudari yang terkasih, kita harus merenungkan karunia-karunia Allah yang tak terhingga yang dianugerahkan kepada kita, (7) khususnya yang Ia berkenan kerjakan dalam kami melalui hamba-Nya yang tercinta, dan bapa kita, Fransiskus. (8) Itulah tidak hanya setelah kami bertobat tetapi juga waktu kami masih berada dalam kefanaan dunia.
(9) Sebab terlebih dahulu bapa kita selaku seorang nabi berbicara tentang kita dan kemudian itu digenapi oleh Tuhan. (10) Waktu itu, segera setelah bapa suci bertobat, beliau belum mendapat teman dan kawan. Beliau sedang membangun Gereja Santo Damianus. (11) Di situ beliau seluruhnya disergap oleh penghiburan ilahi sedemikian rupa sehingga beliau terdorong untuk sebulat-bulatnya meninggalkan dunia. (12) Waktu itu beliau pernah naik ke atas tembok Gereja tersebut. De suara lantang dalam bahasa Perancis, beliau berkata ke beberapa orang miskin yang tinggal di dekat Gereja sebagai berikut : (13) “Ayo, silakan menolong aku membangun biara Santo Damianus. (14) Sebab nanti di sini akan tinggal nona-nona yang dengan cara hidupnya yang suci dan ternama di seluruh Gereja Allah yang kudus akan memuliakan Bapa Sorgawi kita.  

 

 

 

 

Mat 5:6

15) Jadi dalam hal itu kita dapat memandang kemurahan hati Allah yang melimpah bagi kita. (16) Sebab dengan perantaraan orang suci-Nya, Ia berkata demikian tentang panggilan dan kepilihan kami atas dasar belas kasihan dan kasih-Nya yang melimpah. (17) Dan bapa kita yang tersuci tidak hanya berkata demikian tentang kami, tetapi juga tentang mereka sekalian yang kemudian mengikuti panggilan suci yang dengannya Tuhan memanggil kami.  

 

2Ptr 1:10

(18) Maka betapa besar seharusnya usaha dan keterlibatan jiwa raga kita untuk melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kami oleh Allah dan bapa kita, sehingga dengan bantuan Tuhan, kita dengan berlipat ganda mengembalikan kepada-Nya yang dititipkan-Nya pada kita. (19) Tuhan sendiri tidak hanya menjadikan kita suatu teladan bagi orang lain sebagai contoh dan cermin, tetapi juga bagi saudari- saudain kita yang oleh Tuhan dipanggi untuk mengikuti panggilan kita, (20) supaya mereka menjadi cermin dan teladan bagi orang-orang yang hidup di dunia. (21) Oleh karena Tuhan telah memanggi1 kita kepada tugas yang sedemikian besar sehingga mereka yang menjadi teladan dan cermin bagi orang lain, dapat melihat teladannya pada kita, (22) maka haruslah kita sangat memuji dan meluhurkan Tuhan dan merasa diri dikuatkan dalam Tuhan untuk semakin berbuat baik. (23) Maka dari itu, seandainya kita hidup sesuai dengan pola hidup tersebut, kita memberikan teladan luhur kepada orang-orang lain dan dengan berdaya-upaya sedikit saja kita memperoleh hadiah kebahagiaan kekal.  

 

 

 

 

 

2Mak 6:28.31

Flp 3:14

(24) Setelah Bapa sorgawi yang Mahatinggi atas dasar belas kasihan dan kasih karunia-Nya berkenan menerangi hatiku supaya melakukan pertobatan seturut teladan dan ajaran bapa kita yang tersuci, Fransiskus, (25) tidak lama setelah beliau sendiri bertobat, maka bersama beberapa saudari yang diberikan Tuhan kepadaku tidak lama setelah aku bertobat, aku dengan rela hati menjanjikan ketaatan kepada beliau (26) sebagaimana Tuhan dengan cahaya rahmat-Nya mengilhamkannya kepada kami melalui cara hidup terpuji dan ajaran beliau.
(27) Santo Fransiskus sangat gembira dalam Tuhan ketika melihat kami, meski pun secara badaniah lemah, tidak segan menghadapi kekurangan, kemiskinan, susah dan kesesakan, atau pun kedinaan dan kehinaan menurut penilaian dunia ramai, (28) malah menganggap semuanya sebagai hal yang sangat menyenangkan seturut teladan para kudus serta para saudara Fransiskus, sebagaimana sering beliau sendiri dan saudara-saudara saksikan. (29) Tergerak hati beliau oleh kasih sayang kepada kami. Maka beliau mewajibkan dirinya bahwa beliau sendiri dan ordonya selalu dengan teliti mau memperhatikan kepentingan-kepentingan kita dan secara khusus memelihara kita, sama seperti para saudaranya.
(30) Dengan demikian maka atas kehendak Tuhan dan bapa kita yang tersuci, Fransiskus, kami pergi menetap pada Gereja Santo Damianus. (31) Di sana Tuhan atas dasar belas kasihan dan kasih karunia-Nya melipat gandakan kami dalam waktu yang singkat, sehingga digenapi apa yang dahulu diberitahukan Tuhan dengan perantaraan orang suci-Nya. (32) Sebab sebelumnya kami tinggal di lain tempat, meskipun sebentar saja.
(33) Sesudahnya Fransiskus menulis bagi kami sebuah pola hidup, terutama dengan maksud agar kita selalu berpegang teguh pada kemiskinan suci. (34) Selagi hidup beliau tidak merasa puas hanya dengan banyak wejangan dan teladan mengajak kami supaya mencintai dan melaksanakan kemiskinan yang tersuci, tetapi beliau pun memberi kami beberapa tulisan, agar supaya setelah beliau meninggal, sekali-kali kami tidak menyimpang dari kemiskinan itu. (35) Sama seperti Anak Allah sendiri selama hidup di dunia tidak pernah mau menyimpang dari kemiskinan yang suci itu. (36) Bapa kita yang tersuci, Fransiskus sendiri mengikuti jejak-jejak Anak Allah, yaitu kemiskinan-Nya yang suci, yang dipilih beliau bagi dirinya dan para saudaranya. Dan selama hidupnya beliau sekali-kali tidak menyimpang dari padanya, entah dengan teladan entah dengan ajaran.  

Kis 20:2

 

 

 

1Ptr 2:21

(37) Maka aku, Klara, hamba sahaya Kristus dan para saudari miskin biara Santo Damianus, meski tidak pantas sekalipun, dan tanaman kecil bapa suci, bersama dengan saudari-saudariku yang lain insaf akan janji setia kami yang seluhur itu dan akan pesan bapa yang sebesar itu: kita pun insaf akan kelemahan pada lain-lain orang yang kita tahu mungkin muncul pada kita juga setelah bapa suci kita, Fransiskus, meninggal, sebab beliau menjadi tumpuan kami, satu-satunya hiburan kami di samping Allah, dan peneguh kita. (38) Dari sebab itu dengan rela hati kami berulang kali berjanji setia kepada tuan puteri kita, yaitu kemiskinan yang tersuci, supaya setelah aku meninggal, para saudari, yang sekarang ada dan yang nanti menyusul, tidak pernah dapat menyimpang dari kemiskinan itu.  

 

 

 

 

1Tim 3:15

(39) Aku selalu dengan tekad berupaya untuk melaksanakan kemiskinan suci seperti yang kami janjikan kepada Tuhan dan bapa kita Santo Fransiskus, dan juga untuk membuat lain saudari melaksanakannya. (40) Demikian pun mereka yang menjadi pengganti-penggantiku dalam jabatan ini wajib melaksanakan kemiskinan itu dan membuat lain-lain saudari melaksanakannya pula. (41)Agar supaya halnya lebih terjamin, aku malah berupaya agar janji setia kita kepada kemiskinan tersuci, seperti yang juga kami janjikan kepada bapa kita, diperteguh dengan hak-hak istimewa oleh Sri Paus Innosentius yang di masa jabatannya kami mulai dan oleh lain-lain Paus yang menggantikan beliau. (42) Maksudnya supaya kita tidak pernah atau bagaimana pun juga menyimpang dari kemiskinan yang tersuci.
(43) Maka dari itu sambil berlutut dan lahir batin bersujud aku mempersembahkan sekalian saudariku, baik yang sekarang ada maupun yang nanti menyusul, kepada Ibu yang kudus, Gereja Roma, kepada Sri Paus dan khususnya kepada paduka yang mulia Kardinal yang ditugaskan bagi ordo Saudara-saudara Dina dan bagi kita. (44) Demi kasih Tuhan yang miskin dibaringkan di palungan, miskin hidup di dunia dan telanjang tinggal di salib, hendaknya beliau membuat kemiskinan suci yang kita janjikan kepada Tuhan dan kepada bapak kita yang tersuci, Fransiskus, (45) terlaksana pada kawanan Tuhan yang kecil, yang dilahirkan oleh Tuhan Bapa dalam GerejaNya yang kudus melalui sabda dan teladan yang diberikan oleh bapa suci, Fransiskus, (46) dengan mengikuti kemiskinan dan kerendahan Anak Bapa yang terkasih serta kemiskinan dan kerendahan Bunda-Nya, Perawan yang termulia. Semoga paduka yang mulia Kardinal tersebut selalu mendukung dan mempertahankan para saudariku dalam kemiskinan itu.  

 

Luk 2:12

 

Luk 12:32

(47) Tuhan telah memberi kita bapa kita yang tersuci, Fransiskus, sebagai pendiri, penanam dan penolong kita dalam pengabdian Kristus dan dalam segala sesuatu yang kita janjikan kepada Allah dan bapa kita itu. (48) Selagi hidup beliau berupaya selalu membina dan memupuk kami, tanamannya, dengan sabda dan karya. (49) Demikian pula aku mempercayakan semua saudariku, baik yang sekarang ada maupun yang nanti menyusul, kepada pengganti bapa kita yang tersuci, Fransiskus, dan kepada seluruh ordo. (50) Hendaklah mereka menjadi pembantu kita, agar kita selalu semakin maju dalam pengabdian Allah dan terutama dalam pelaksanaan kemiskinan yang tersuci.
(51) Seandainya pernah terjadi para saudari tersebut meninggalkan tempat kediaman yang disebut di atas dan pindah ke lain tempat, maka para saudari di tempat mana pun mereka tinggal setelah aku meninggal toh wajib berpegang teguh pada cara kemiskinan yang telah kita janjikan kepada Allah dan bapa kita yang tersuci, Fransiskus.
(52) Adapun saudara yang menjabat pemimpin dan juga para saudari lainnya hendaklah selalu berupaya berhati-hati, supaya jangan mereka membeli atau menerima, kecuali tempat tinggal tersebut, lebih banyak tanah dari pada yang mutlak untuk kebun guna menanam sayur-sayuran.
(53) Demi hidup yang layak dan biara yang mandiri, alangkah baiknya para saudari memiliki tanah seperlunya.
(54) Dan tanah itu sekali-kali jangan digarap atau ditanami, tetapi selalu harus tinggal kosong dan tandus.
(55) Demi Tuhan Yesus Kristus, aku menasehati dam mengajak para saudariku, baik yang sekarang ada maupun yang nanti menyusul supaya selalu berdaya-upaya mengikuti jalan kepolosan suci, kerendahan dan kemiskinan serta mengusahakan apa yang layak bagi hidup yang suci (56) sebagaimana diajarkan kepada kita oleh bapa kita Santo Fransiskus sejak awal pertobatan kami kepada Kristus. (57) Dengan demikian para saudariku selalu hendaknya mempunyai nama baik sehingga menjadi harum bagi mereka yang jauh maupun yang dekat, bukannya oleh karena jasa kita melainkan hanyalah oleh karena belas kasihan dan kasih karunia Dia yang memberi, yaitu Bapa segala belas kasihan.  2Kor 2:15

 

2Kor 1:3

 

Yak 2:18

(58) Dan sambil saling mencintai demi kasih Kristus, hendaklah kalian dengan perbuatan menyatakan di luar kasih yang kalian taruh di batin. (59) Dengan demikian para saudari tertantang oleh teladan itu semakin maju dalam kasih kepada Allah dan cinta satu sama lain.
(60) Dan kepada saudari yang menjabat pemimpin, aku mohon agar berupaya mengatasi yang lain-lain lebih dalam keutamaan dan hidup suci dari pada dalam jabatan. (61) Kalau demikian maka para saudari yang tertantang oleh teladannya, tidak hanya mentaatinya karena jabatan, tetapi terlebih karena cinta kasih. (62) Hendaklah ia juga penuh perhatian dan bijaksana, terhadap para saudarinya, seperti seorang ibu yang baik terhadap puteri-puterinya.
(63) Terutarna hendaknya ia berupaya melayani para saudari (baru), sesuai dengan sedekah yang akan diberikan Tuhan, masing-masing sesuai dengan keperluannnya. (64) Hendaknya ia pun begitu ramah dan terbuka, sehingga para saudari dengan terus terang dapat menyatakan kebutuhan-kebutuhan mereka (65) dan setiap saat dapat penuh kepercayaan mengungsi kepadanya, kapan saja mereka merasa perlu, baik demi kepentingan sendiri maupun demi kepentingan saudari mereka.
(66) Tetapi para saudari yang menjadi bawahan mesti ingat bahwa mereka telah menyangkal kehendaknya sendiri oleh karena Tuhan. (67) Karena itu aku menghendaki supaya mereka dengan rela hati taat kepada ibu mereka, seperti telah mereka janjikan kepada Tuhan. (68) Dengan demikian ibu mereka dengan lebih mudah dapat memikul setiap beban yang ia tanggung karena jabatannya, yaitu apabila ia melihat kerendahan hati dan kesehatian para saudari. (69) Lalu apa saja yang berat dan pahit rasanya bagi ibu para saudari berubah menjadi manis oleh karena hidup bersama yang suci para saudari.  

 

 

 

Mat 7:14

(70) Oleh karena sempitlah jalannya dan sesaklah pintunya yang mesti ditempuh menuju ke hidup dan masuk, maka hanya sedikit orang yang melalui jalan itu dan masuk. (71) Dan kalau pun ada orang yang untuk sementara waktu menempuhnya, namun hanya sangat sedikit saja orang yang bertahan. (72) Tetapi berbahagialah mereka yang kepadanya dikurniakan untuk melalui jalan itu dan bertahan sampai akhir.  

Mzm 118:1

Mat 10:22

(73) Kita ini telah mulai menempuh jalan Tuhan itu. Maka hendaklah kita berhati-hati, jangan kita pernah menyimpang dari jalan itu, meski hanya sedikit saja, entah karena kesalahan, kelalaian atau kebodohan kita. (74) Jangan dengan demikian kita mendatangkan hina kepada Tuhan yang sebesar itu dan kepada Bunda-Nya, Sang Perawan, kepada bapa kita Santo Fransiskus serta kepada Gereja yang jaya dan Gereja yang sedang berjuang. (75) Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang menyimpang dari perintah-perintahMu”  Mzm 118:21

 

 

Ef 3:14

(76) Itulah sebabnya aku berlutut di hadapan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus sambil memohon, agar supaya Tuhan yang memberi awal yang baik, demi jasa Perawan termulia, Santa Maria bunda-Nya, dan demi jasa bapa kita tersuci, Fransiskus, dan semua orang kudos, sudi memberi pertumbuhan dan memberi juga daya tahan sampai akhir.  

2Kor 8:6-11

1Kor 3:6-7

(78) Saudari-saudariku yang terkasih dan tercinta, baik yang sekarang ada maupun yang akan datang. Aku meninggalkan bagi kalian semuanya itu secara tertulis, supaya dilaksanakan dengan lebih baik. Dan itu pun menjadi tanda bukti berkat Tuhan dan bapa kita tersuci, Fransiskus, dan berkat aku, ibu dan hamba-sahaya kalian.