Santo Berardus dan Kawan-kawannya

19/03/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 561 kali

[index santo-santa fransiskan]

16 Januari
St. Berardus dan Kawan-kawannya
† 1220

05-berardus-dkk-1

RIWAYAT HIDUP MEREKA
Ketika bapa kita yang kudus St. Fransiskus, berkat wahyu ilahi, mengetahui bahwa Tuhan telah memanggil dirinya dan para pengikutnya dalam ordo, tidak hanya untuk kesempurnaan pribadi, tetapi juga demi keselamatan jiwa-jiwa sesama manusia, maka berkobar-kobarlah kerinduannya untuk mempertobatkan orang-orang Muslim, yang pada waktu itu sepak terjang mereka seringkali membahayakan negara-negara Kristen dan Iman Kristen. Sementara dia sendiri bersama dengan seorang saudara pergi ke daerah Timur untuk menghadap Sultan, dia mengutus enam orang saudara ke tengah-tengah orang-orang Muslim di Barat. Mereka itu adalah saudara Vitalis, Berardus, Petrus, Accursius, Adjutus dan Otho. Dalam perjalanan mereka, Vitalis, yang menjadi pemimpin, jatuh sakit di Spanyol. Ketika penyakitnya itu tidak sembuh-sembuh, dia menyerahkan diri pada kehendak Tuhan dan tetap tinggal di sana. Saudara-saudara lain diijinkannya untuk meneruskan perjalanannya di bawah bimbingan saudara Berardus.

Di Sevilla, di Spanyol selatan, yang pada masa itu diduduki oleh orang-orang Muslim, tanpa takut sedikit pun mereka berkotbah di mesjid bahwa ajaran Islam itu palsu dan tipuan, dan bahwa keselamatan hanya dapat ditemukan dalam Iman akan Kristus. Terbakar oleh amarah, penguasa Muslim kota itu, yang mendengar kotbah mereka itu, memerintahkan supaya kepala mereka dipenggal seketika itu juga. Tetapi puteranya, yang bersama dengan dia, meluluhkan kemarahan ayahnya, dan berkat saran puteranya itu, para saudara itu diijinkan berlayar, menyeberang ke Maroko.

Ini memang sangat sesuai dengan keinginan mereka, karena di sanalah, di antara orang-orang Islam, mereka sungguh berada di tengah-tengah bangsa yang beragama Islam. Begitu mereka menjumpai sekelompok orang-orang Muslim, maka Berardus, yang menguasai bahasa Arab dengan baik, seketika itu juga mulai mengkhotbahkan Iman Kristen kepada mereka. Pada suatu hari lain, ketika Raja Miramolin beserta iring-iringannya muncul, dia sekali lagi tanpa takut sedikit pun mengkhotbahkan ajaran agama Kristen dan menyebut Muhamad sebagai pemalsu dan penipu. Sang Raja memerintahkan supaya Berardus dan kawan-kawannya diusir dari negara itu; tetapi mereka dapat melepaskan diri dari penjagaan mereka dan muncul untuk ke dua dan ke tiga kalinya. Lalu terjadilah, ketika mereka dalam perjalanan di padang gurun, mereka berjumpa dengan pasukan kerajaan yang hampir binasa karena kehausan, padahal tidak terdapat air sama sekali. Berard pun mulai berdoa, memukulkan tongkatnya pada tanah, dan seketika itu juga membual keluar sebuah mata air. Maka segenap pasukan itu pun disegarkan kembali dan terselamatkan.

Karena mukjizat itu, mereka pun diperlakukan lebih lembut. Raja memerintahkan para saudara untuk tampil di hadapannya dan menjanjikan kepada mereka kekayaan, kedudukan tinggi yang terhormat, dan segala kemewahan hidup lain bila saja mereka itu mau tinggal bersama mereka dan menjadi Muslim. Tetapi para pendekar Iman itu menjawab: “Demi Kristus kami menghinakan semuanya itu.” Dia lalu mendesak sang raja akan perlunya untuk bertobat ke Iman mereka. Terbakar oleh kekecewaan dan juga karena mereka dipandang telah berlaku kurang ajar, Miramolin mencabut pedangnya dan memancung kepala mereka satu demi satu. Demikianlah mereka menerima palma kemartiran pada 16 Januari 1220. Setelah terjadi banyak mukjizat berkat pengantaraan mereka, Paus Sixtus IV menyatakan mereka sebagai orang kudus pada 1481.

PERIHAL SEMANGAT IMAN
1. Ketika St. Fransiskus dan saudara-saudara-saudara religiusnya menyadari bahwa mereka dipanggil untuk bekerja demi keselamatan jiwa-jiwa, mereka juga ingat bahwa mereka pun harus membawa kabar gembira perihal Iman yang benar itu kepada mereka yang belum menerima rahmat itu, karena mereka tahu bahwa “tanpa iman, tidak mengkin berkenan pada Tuhan” (Ibr 11:6). Kristus sendiri telah berkata: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Mereka 16:16). – Apakah engkau menghargai Imanmu itu dengan semestinya? Percayakah engkau bahwa Iman yang benar adalah berkat yang paling diperlukan bagimu dan bagi semua orang. Apakah engkau tidak peduli pada mereka yang belum mendapatkannya?

2. Renungkanlah pengurbanan-pengurbanan yang telah dipersembahkan oleh Fransiskan-fransiskan pertama ini karena semangat Iman mereka yang berkobar-kobar. Mereka tidak gentar menghadapi perjalanan yang jauh, juga tidak ciut hati karena kekurangan dan pengejaran; mereka tidak membiarkan diri merasa gentar karena berbagai ancaman dan janji-janji, bahkan bila mereka berhadapan muka dengan kematian karena mereka mewartakan Iman pada Kristus. Mereka menghinakan semua barang-barang duniawi, supaya dapat layak menerima berkat-berkat abadi. Dengan penuh kegembiraan mereka mempersembahkan darah mereka, karena mereka mencintai jiwa mereka yang kekal yang telah ditebus oleh Kristus dengan cinta yang besar dengan menumpahkan darah-Nya yang mulia. – Usaha-usaha apa yang telah engkau laksanakan demi memperoleh pemahaman iman bagi dirimu sendiri dan supaya dapat lebih baik mengajari orang lain dalam hal itu?

3. Renungkanlah anugerah besar yang sekarang ini dinikmati oleh para martir yang kudus itu dan akan mereka nikmati sepanjang masa kekekalan. Mereka memasuki kerajaan surga dengan membawa palma kemenangan, dan dikenakan dengan mahkota kemartiran di hadapan segenap sidang surgawi. Bapa kita St. Fransiskus, yang waktu itu masih hidup, sangat bergembira hati akan kemenangan putera-puteranya ini. – Apakah hal ini tidak mendorong kamu untuk semakin berteguh dalam iman? Hidup aktif demi kejayaan iman baik dalam lingkungan handai taulanmu, maupun demi penyebaran iman di daerah-daerah yang masih belum mengenal Allah? Dengan penuh sukacita berkarya untuk tujuan tersebut, memberikan sumbangan dalam upaya untuk itu dan berdoa baginya? Dengan jalan ini engkau akan membuktikan bahwa engkau pantas disebut salah seorang anak St. Fransiskus dan menjadi seorang anggota kelompok martir-martir ini.

DOA GEREJA
Kami mohon kepada-Mu, ya Tuhan, berkat pengantaraan martir-Mu yang kudus Berardus, Petrus, Accursius, Adjutus dan Otho, yang melalui kemartiran mereka, Engkau telah menyucikan permulaan Ordo Saudara-saudara Dina, anugerahilah kami, supaya kami dapat setiap waktu merindukan hal-hal yang bersifat surgawi dan mampu untuk mencintai Kristus. Demi Kristus Tuhan kami. Amin.

Sumber: The Franciscan Book of Saints, ed. by Marion Habig, OFM, © 1959 Franciscan Herald Press. Diterjemahkan oleh Sdr. Alfons S. Suhardi, OFM