Sejarah Ordo Fransiskan dari Tahun 1517 Hingga Dewasa Ini

24/08/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 3.645 kali

Unduh artikel ini

Artikel ini karangan: P. Cletus Groenen OFM.

A. Berbagai pembaharuan: Alcantaris, Discalceati, Reformati, Recollecti

Setelah kedua cabang tersebut dipisahkan secara resmi maka banyak biara dari Konventual masih menggabungkan diri dengan Observantes. Masih ada beberapa dari kelompok lain dari kaum pembaru yang mula-mula dapat menyetujui jalan yang ditempuh para Observantes. Namun demikian segera timbullah ketegangan lagi di kalangan Observantes sendiri. Semangat luhur dari Observantes semula, berkurang akibat perjuangan yang lama dan banyaknya pendukung. Tetapi cita-cita itu terus mengganggu banyak orang. Maka di dalam kalangan Observantes kembali muncul pelbagai gerakan pembaruan. Di negeri Spanyol tampil ke muka Petrus de Alcantara sebagai penganjur suatu kelompok yang sangat seksama dalam melaksanakan anggaran dasar tanpa dispensasi atau kelunakan sedikitpun, terutama sehubungan dengan kemiskinan, sehingga bahkan mau melebihi Fransiskus sendiri. Golongan itu dinamakan “Alcantaris” sesuai dengan nama penganjurnya. Nama lain : “Discalceati” (tanpa sepatu). Di Italia dan kemudian di Jerman, Austria, Polandia, muncullah gerakan pembaharu yang dinamakan “Reformati”. Gerakan itu mendapat banyak penganut. Semua gerakan tersebut mendapat suatu cara hidup yang khas dan struktur tersendiri. Namun demikian minister jendral tetap satu orang saja, sehingga tak pernah menjadi cabang tersendiri, seperti Observantes dahulu dan Kapusin kemudian. Pada umumnya semua gerakan pembaharu tersebut condong kepada suatu hidup kontemplatif dan agak terkurang sedikit. Karena itu di sana-sini mereka disebut “Recollecti” (Perancis, Belanda, Spanyol).

B. Kapusin: A.D. tanpa kelunakan, miskin kontemplatif

Di dalam kalangan para Observantes akhirnya tampil suatu cabang baru yaitu para “Kapusin” (sesuai dengan kapnya yang panjang). Gerakan itu mulai di Italia dan maksud mereka ialah melaksanakan anggaran dasar Fransiskus tanpa kelunakan sedikit pun dan tanpa latar belakang karangan-karangan Fransiskus yang lain khususnya riwayat hidup karangan Celano. Mereka pun sangat condong kepada “hidup dalam pertapaan” sebagaimana yang dikenal dan disetujui oleh Fransiskus. Maka sifat kontemplatifnya mencolok sekali. Karena itu para kapusin suka mengundurkan diri jauh dari keramaian masyarakat. Kecuali yang ditekankan kemiskinan dan gagasan sejati Fransiskus bahwa diantara saudara tidak ada perbedaan antara kaum awam dan rohaniwan, mereka pun menekankan “pertapaan” dan kembali kepada jubah asli Fransiskus.

Yang pertama meninggalkan ordo para Observantes dan mengundurkan diri di dalam sebuah pertapaan ialah Matheus dari Bascio. Izin diberi langsung oleh Paus sendiri. Segera teladan itu diikuti oleh beberapa Observantes lain, antara lain Ludovicus dari Fossombrone yang sengaja mengarah kepada suatu cabang tersendiri. Itupun disebabkan oleh sikap para Observantes yang mula-mula memperlakukan para Kapusin itu dengan kurang enak. Oleh Paus Clemens VII dalam Bulla “Religionis Zelus” (1528) para Kapusin diberi izin untuk melaksanakan cita-citanya sendiri. Para Kapusin dilepaskan dari kuasa jendral Observantes dan ditaruh di bawah kuasa jendral Konventual. Dalam tahun 1546 para Kapusin membuat konstitusi-konstitusi tersendiri yang sangat berbeda dengan konstitusi Konventual dan para Observantes. Dalam tahun itu juga cabang ordo yang masih baru itu mengalami suatu krisis yang hebat. Sebab pendirinya Mateus dari Bascio kembali kepada Observantes, Ludovicus dari Fossombrone dikeluarkan dari ordo, dan vicaris jendral yang kedua masuk Protestan. Para Kapusin tidak mudah dapat berkembang oleh karena antara tahun 1537-1574 mereka dilarang untuk menetap di Italia. Baru dalam tahun 1619 mereka menerima hak untuk memilih jendralnya sendiri dan dengan demikian menjadi otonom dan berdiri di atas kaki sendiri sebagai cabang baru dalam Ordo Saudara-Saudara Dina.

Reformasi yang dilontarkan oleh Luther dan Calvin sangat menimpa baik Konventual, Observantes maupun Kapusin. Tidak banyak yang masuk Protestan tetapi banyak yang menjadi martir. Jumlah Observantes sekitar tahun 1580 adalah kira-kira 32.000 dalam kira-kira 2.100 rumah. Para Kapusin yang terkurung di Italia mempunyai 300 rumah. Dalam abad 17 jumlah Konventual ialah 15.000 sedangkan Observantes berjumlah 60.000 dan kapusin 34.000. Akibat revolusi Perancis, pemerintahan lokal di Jerman dan Spanyol dan lenyapnya negara Kepausan jumlah fransiskan dalam abad 18 sangat berkurang. Observantes masih berjumlah kira-kira 14.000 Konventuil 1.500 dan Kapusin kira-kira 7.500.

C. OFM (Ordo Fratrum Minorum): penyatuan semua pecahan Observantes yang lain

Diatas sudah dikatakan bahwa Observantes agak terpecah belah di dalam. Keadaan itu sangat membahayakan waktu jumlahnya merosot. Maka Paus Leo XIII dalam tahun 1897 mempersatukan semua golongan dalam kalangan observantes, yang semua menjadi “Ordo Fratrum Minorum” tanpa tambahan lagi (Unio Leoniana). Di Italia baru dengan perang dunia II semua bekas dari perpecahan dahulu lenyap. Sejak permulaan abad 20 jumlah Fransiskan mulai bertambah lagi. Sekarang (tahun 1970) jumlah anggota Ordo Fransiskan (tanpa Konventual dan Kapusin) kira-kira 26.000 jiwa.

Dalam bagian pertama abad 20 sifat Ordo Fransiskan cukup “yuridis” sebagaimana ternyata dalam konstitusi dari tahun 1951. Semenjak Konsili Vatican II ada gerakan kuat di dalam kalangan Fransiskan untuk memperbaharui seluruh struktur ordo dengan suatu tendens kuat untuk kembali kepada cara hidup Fransiskan seperti mula-mula ada tapi sesuai dengan keadaan abad 20 ini. Bagaimana tendens itu akan berakhir belum jelas juga. Di samping gejala yang memberi banyak harapan, juga ada gejala dekadensi yang tidak kecil seperti ternyata dalam hal murtadnya banyak Fransiskan dari ordo dan dari seluruh cara hidup yang sejati. Ini suatu krisis yang menimpa seluruh hidup religius tradisional. Tetapi ada harapan bahwa akhirnya karisma dan cita-cita Fransiskus akan ternyata sesuatu yang sekarang juga masih vital. Hasil baik dari gerakan pembaharu tersebut nampak dalam kapitel umum yang diadakan dalam tahun 1967. Kapitel itu melewati perkembangan dalam sejarah (hidup monastik) dan jelas memandang kembali kepada cara hidup Fransiskan seperti mula-mula ada. Kapitel itupun menjauhkan diri dari keterangan-keterangan resmi oleh Paus dari jaman dahulu dan mencari pembentukan hidup fransiskan yang sesuai dengan keadaan sekarang. Ciri klerikal dan monastik (sembahyang dalam koor) sangat dikurangi.

Para Konventual sekarang terutama di Italia dan Polandia cukup subur. Jumlah anggota kira-kira 4.000. Para Kapusin pada permulaan abad ini mengalami perkembangan subur di bawah pimpinan jendralnya Bernardus dari Adermatt. Sekarang jumlah Kapusin kira-kira 15.000 jiwa dan jumlah rumah 1000 lebih.

D. Keadaan sekarang

Bercabangnya Ordo Saudara Dina dalam sejarah kini umumnya dialami sebagai peristiwa yang kurang menyenangkan. Memang di masanya sendiri perpisahan itu menyatakan bahwa ordo sungguh hidup dan mempunyai semangat untuk mewujudkan cita-citanya secara murni. Namun demikian sejarah itu sekarang disesalkan oleh karena unsur utama dari hidup Fransiskan yaitu persaudaraan, sedikit banyak diperkosa dalam pertikaian itu demi kemiskinan material belaka. Adapun alasan mengapa dahulu bercabang, sekarang tidak ada lagi sehingga tidak ada pula suatu alasan mengapa ketiga cabang itu terus berdiri sendiri. Maka itu, suatu persatuan bertahap kiranya boleh diusahakan demi cita-cita Fransiskus sendiri dan persaudaraan Injili. Kiranya di dalam satu organisasi dapat dicari pelbagai bentuk cita-cita fransiskan yang sama sesuai dengan keadaan setempat dan keadaan pribadi. Tidak perlu adanya beberapa organisasi, justru oleh karena aslinya organisasi tidak mempunyai peranan penting dalam hidup Fransiskan yang sejati.

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *