Santo Karolus dari Sezze

19/06/2011
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 623 kali

[index santo-santa fransiskan]

18 Januari
Santo Karolus dari Sezze
1613-1670

06-karolus-dari-sezze

Dilahirkan di Sezze (Latina, Italia) pada 22 Oktober 1613, Giancarlo (demikianlah nama permandiannya) terpaksa lebih awal meninggalkan sekolahnya, supaya dapat menjaga dan menggembalakan kawanan dombanya. Kendati demikian ia tetap menjaga dan mengembangkan semangat Kekristenannya yang mendalam yang ditanamkan padanya oleh orang tuanya yang saleh. Cinta akan Salib dan Santa Perawan Maria menerangi jalan rohaninya. Carlo masuk biara Fransiskan di Nazzano pada 18 Mei 1635, dan mengenakan pakaian dari Si Miskin dari Asisi.

Dia senantiasa taat kepada perintah-perintah atasannya. Dia menjalankan tugas-tugas religiusnya di biara-biara di Morlupo, Ponticelli, Palestrina, Carpineto, Santo Petrus di Montorio, dan Santo Fransiskus di Ripa dengan selalu menjalani kerendahan hati dan tatatertib Fransiskan. Bruder Carlo selalu menjalankan tugas-tugasnya dengan gembira hati, mengumpulkan barang-barang bagi orang miskin dan membantu orang sakit dan yang dirundung kekurangan. Tuhan ingin menunjukkan pengakuan-Nya atas iman luar biasa dari bruder Carlo ini. Pada suatu pagi, sewaktu dia ikut merayakan Misa Kudus di Gereja Santo Yusup di Capo le Case, pada saat Ekaristi Kudus diangkat, memancarlah sinar terang dari Hosti Kudus itu. Sinar itu pun menerpa dan melukai hati Carlo serta meninggalkan luka yang dalam padanya. Tanda tersebut diterimanya sedemikian sehingga bruder Carlo itu berkata demikian: “Seperti terdapat antara dua ujung: antara rasa nyeri dan berkat yang manis. Bagaikan roh yang mau meninggalkan tubuh. Tapi, saya mau bertahan kendati rasa nyeri atau pun penderitaan yang bagaimana pun, karena berkat yang manis ini”.

Saudara Carlo membuat banyak mukjizat, seperti menyembuhkan orang sakit dan perbanyakan makanan. Karena terserang penyakit, dia meninggal dunia di biara Santo Fransiskus di Ripa pada 6 Januari 1670. Pada saat kematiannya, dari tempat di mana Tuhan telah menerpanya dengan luka cinta-Nya, – di hatinya – muncullah suatu tanda dalam bentuk sebuah salib. Gejala ini merupakan salah satu mukjizat yang diakui oleh Kongregasi Kudus Bidang Ritus. Paus Pius IX menerima dan mengakui mukjizat-mukjizatnya dan menyatakannya sebagai Beato pada 21 November 1875. Bruder Carlo dari Sezze diakui sebagai seorang Santo Gereja Kudus pada 12 April 1959.

(Diterjemahkan oleh sdr. Alfons S. Suhardi, OFM)