Santa Klara dari Asisi



Dilihat: 842 kali

[Santo-santa Fransiskan]

St. Klara dari Asisi (1193 – 1253)
Peringatan: 11 Agustus

Klara lahir di Asisi pada tahun 1193 dari keluarga bangsawan Favarone Offreduccio yang cukup berada. Pada masa prapaska tahun 1211 ketika Fransiskus berkhotbah di Gereja Katedral San Rufino, Asisi, Klara yang hadir ketika itu merasa terpesona oleh khotbah, semangat dan pribadi Fransiskus. Sejak saat itu terjalinlah hubungan rohani dengan Fransiskus dan ia berniat untuk menempuh cara hidup yang mirip dengan cara hidup yang dianjurkan Fransiskus.

Dalam perjalanan waktu panggilan Klara semakin matang, tetapi ia tahu bahwa keluarganya pasti tidak setuju apabila ia bergabung dengan Fransiskus dan menjadi pengemis. Karena itu, ditemani Pacifica, ia melarikan diri dari rumah orang tuanya secara diam-diam melalui pintu rahasia menuju Gereja Maria Ratu para Malaikat di Portiuncula pada hari Minggu Palma 18 Maret 1212. Di sana mereka dijemput oleh Fransiskus dan teman-temannya yang membawa lilin dan obor sambil bernyanyi. Di gereja itu Fransiskus sendiri memotong rambut pirang Klara dan memakaikan kerudung. Pakaian pesta Klara diganti dengan jubah seperti yang dipakai Fransiskus, kain kasar dan bulu domba, warna abu-abu. Untuk sementara Klara dan temannya dititipkan di sebuah biara benediktines di Bastia agar jauh dari pengaruh keluarga. Peristiwa ini menggemparkan keluarganya. Ayahnya segera menyuruh orang untuk mencari Klara. Mereka membujuk Klara supaya kembali ke rumah tetapi dengan tegas Klara menolak.

Tak berapa lama, Agnes adiknya datang menemui Klara. Karena tertarik dengan cara hidup kakaknya, Agnes pun akhirnya bergabung (dan kelak, juga ibunya setelah menjanda). Awal Mei 1212 Klara, Pacifica dan Agnes pindah ke San Damiano, sebuah gereja di pinggir kota Asisi yang dulu diperbaiki oleh Fransiskus. Itulah permulaan Ordo II Fransiskus yaitu Ordo Saudari-saudari Miskin, yang kemudian lazim disebut Ordo Suster-suster Klaris.

Klara melayani ordonya selama 40 tahun dengan penuh pengabdian dan kepercayaan kepada kasih dan Penyelenggaraan Ilahi. Cara hidup miskin dihayatinya dengan sungguh ditopang doa dan matiraga yang keras. Kepercayaan yang kokoh pada kasih dan penyelengaraan Tuhan terbukti dalam keberhasilannya menghalau serdadu-serdadu Kaisar Frederik II yang menyerang biaranya. Klara yang sedang sakit parah lari ke kapel diikuti saudari-saudarinya untuk mengambil monstrans bertahtakan Tubuh Kristus. Dengan monstrans itu, Klara menghadang serdadu-serdadu itu di pintu gerbang. Sungguh ajaib, serdadu-serdadu itu mundur dan Klara bersama para saudarinya selamat dari bahaya maut.

Dari Paus Gregorius XI, Klara mendapat ‘Previlese Kemiskinan’ yaitu izin bagi Klara dan para saudarinya untuk hidup miskin tanpa memiliki hak milik. Mereka hidup dari karya tangannya sendiri dan dari sumbangan orang. Ketika paus membujuk Klara supaya mempunyai milik walau hanya sedikit saja, Klara menjawab “Berikanlah keringanan untuk dosa-dosa saya, tetapi jangan ringankan keinginan saya mengikuti Yesus Kristus yang miskin”.

Klara meninggal dunia pada tanggal 11 Agustus 1253. Pada tahun 1255, atau dua tahun setelah wafatnya, Paus Aleksander IV menyatakannya sebagai orang kudus.

Satu Respon pada “Santa Klara dari Asisi”



  1. Fredy Soma

    St. Klara, doakan kami hamba-hambamu yang hina dina ini agar kami seperti Engkau mengabdi kepada Kristus dengan setia dan cara hidupmu yang mulia itu

    #623



Kirim Komentar