Salam kepada Santa Perawan Maria

16/04/2009
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 883 kali

 [ Index Karya-karya Fransiskus ]

roseDokumen yang pendek ini merupakan salah satu dari “pujian” (lauda) St.Fransiskus yang sampai kepada kita. Tetapi di dalam semua teks-saksi, disebut sebagai “salam” (salutatio).

Ungkapan-ungkapan seperti “istana”, “kemah”, “rumah” memang menimbulkan kesulitan. Tetapi, Fransiskus kiranya mengambil alih ungkapan-ungkapan itu dari teks liturgi yang diketahuinya waktu itu. Ia kemudian, dalam doa-doa meditatifnya, mencernakannya menjadi miliknya sendiri dengan begitu baik, sehingga “sumbernya” tidak lagi dapat diketahui dengan tepat.

Selain itu, justru deretan ungakapan yang begitu konkret tentang misteri Maria sebagai Bunda Allah merupakan petunjuk yang tegas bagi kita untuk menuju kepada Fransiskus yang selalu berpikir secara konkret. Juga dapat ditambahkan, bahwa menurut kesaksian Thomas dari Celano (2Cel 198) serta tulisan-tulisan lainnya, Fransiskus memang menaruh hormat khusus kepada Santa Perawan Maria.

Dengan ungkapan yang konkret, Salam itu dengan kuat menekankan inkarnasi. Mungkin “pujian” ini merupakan sarana bagi Fransiskus dan kawan-kawannya untuk menyanyikan iman yang benar kepada orang-orang sezaman yang terancam oleh dualisme doketis kaum Katar.

(1)Salam, Tuan Putri, Ratu Suci, Santa Bunda Allah, Maria;
Engkau adalah perawan yang dijadikan Gereja,
(2)dipilih oleh Bapa Yang Mahakudus di surga, dan
dikuduskan oleh Dia
bersama dengan Putra terkasih-Nya Yang Mahakudus
serta Roh Kudus Penghibur.
(3)di dalam dirimu dahulu dan sekarang
ada segala kepenuhan rahmat dan segalanya yang baik.
(4)Salam, istana-Nya;
salam, kemah-Nya;
salam, rumah-Nya.
(5)Salam, pakaian-Nya;
salam, hamba-Nya;
salam, bunda-Nya,
(6)serta kamu semua, keutamaan yang suci,
yang oleh rahmat dan penerangan Roh Kudus
ke dalam hati kaum beriman,
untuk membuat mereka yang tidak setia
menjadi setia kepada Allah.

Sumber: Fransiskus Asisi Karya-Karyanya, Leo L. Ladjar OFM, Kanisius, 1989, hlm. 72, 230.