Pesan untuk Pembukaan Tahun Suci Kerahiman Ilahi

16/12/2015
Oleh   |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak
Dilihat: 640 kali

Saudara-saudara terkasih,

Sungguh suatu kegembiraan yang besarlah, bahwa kita para Saudara Dina, dalam kesatuan dengan seluruh Gereja, akan merayakan pembukaan Tahun Suci Kerahiman Ilahi pada 8 Desember 2015, bertepatan dengan Hari Raya Maria Dikandung Tanpa Noda.

Hari Raya ini sendiri merupakan peringatan bahwa Tuhan, dalam menghadapi dosa dan kelemahan manusia, menjawab dengan suatu cinta dan belaskasih yang aktif dan kreatif. Dia memilih Maria menjadi Ibu Penebus dunia, dan selanjutnya dia ini dengan rendah hati memberikan jawaban pada cinta Tuhan, yang kerahiman-Nya berlangsung dari abad ke abad, pada mereka yang sujud menghormati-Nya.

St. Fransiskus mengajar kita bahwa kerahiman itu adalah sifat pertama dan tertinggi dari Tuhan, yang menjadi sumber semua kerahiman, dan dengan demikian kerahiman itu harus menjadi tanda pengenal relasi kita dengan orang-orang lain.

Relasi antar dua dimensi ini adalah vital. Dalam kata-kata Paus Fransiskus:

Yesus menandaskan bahwa kerahiman itu tidak hanya perbuatan Bapa, kerahiman itu menjadi kriteria penentu siapakah yang menjadi putera-putera yang sejati. Pendek kata, kita dipanggil untuk memperlihatkan kerahiman karena kerahiman itulah yang pertama diperlihatkan kepada kita.[1]

Paus Fransiskus juga menulis bahwa kerahiman Tuhan itu adalah hati yang berdenyut dalam Injil. Tentulah, kita para Saudara Dina yang telah mengikrarkan kaul untuk menghidupi kehidupan Injil, harus memiliki kerahiman Tuhan dalam hati, apa pun yang kita lakukan dan katakan. Sebagai Saudara Dina, kita memilih suatu kehidupan orang-orang yang dina, dengan memandang diri kita sebagai kecil dan berkebutuhan di hadapan Allah dan mempercayakan diri kita dalam kerendahan hati kepada Tuhan yang Mahakuasa, kekal, adil dan berkerahiman.[2]

Kerahiman, belas-kasih adalah kriteria dasariah perihal bagaimana kita memperlakukan orang lain – dengan menggunakan kata-kata St. Fransiskus, hendaknya tidak ada seorang pun di dunia ini yang telah berdosa, betapa pun besarnya mereka mungkin telah berdosa, yang setelah mereka menatap pada matamu, akan pergi tanpa menerima belaskasihanmu.[3] Hal ini diterapkan pada semua orang yang kita jumpai, baik di dalam maupun di luar persaudaraan-persaudaraan kita. Ini tidaklah berarti bahwa kita mengabaikan keadilan; ini berarti bahwa kita membumbui keadilan dengan kerahiman[4] dan menyadari bahwa Cinta Tuhan adalah dasar dari keadilan yang sejati.[5] St. Yohanes Paulus II menulis bahwa

Cinta yang penuh belaskasih sama sekali tidak boleh tidak ada antara mereka yang saling sangat mesra berdekatan: antara suami dan isteri, antara para sahabat; dan tak boleh tidak ada dalam pendidikan dan dalam karya pastoral.[6]

Kapitel General kita yang baru saja usai mengundang kita untuk menjadi pembawa kegembiraan Injil kepada mereka yang berada di pinggiran. Kegembiraan yang terbesar dalam kehidupan insani mana pun adalah kegembiraan bahwa dirinya dicintai dan diterima dalam kemurahan hati. Sebagai bentara Kabar Baik, kita mengikatkan diri kita selama Tahun Yubile Kerahiman ini untuk meninggalkan wilayah kenyamanan kita, dan bergerak menuju ke tempat-tempat dan orang-orang yang paling membutuhkan pesan ini.

Tahun depan ini kita juga merayakan 800 tahun Pengampunan Asisi atau Indulgensi Portiuncula, dan dengan penuh kegembiraan mengenangkan bahwa pengampunan Tuhan itu lebih besar dari dosa mana pun juga.

Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita menyambut tawaran pengampunan dan kerahiman dari Tuhan dalam tahun Jubile ini. Marilah kita menjadikannya sebuah tonggak mutu kehidupan persaudaraan kita, yang di dalamnya kita saling berbagi bersama. Dan marilah kita bekerja bersama, sambil saling memperkuat, sehingga kita kita dapat dibentuk menjadi ‘misionaris-misionaris kerahiman’ bagi kehidupan Gereja, dunia dan ‘rumah kita bersama’, bunda alam.

MinGen OFM

Roma, 7 Desember 2015
Salam persaudaraan,
Bro. Michael A. Perry, OFM
Minister General dan Hamba

Catatan kaki:

[1] Misericordiae vultus (M.V.), 9.
[2] SurOrd
[3] SurMin
[4] Cf. William Shakespeare, The Merchant of Venice, Act 4, scene 1.
[5] M.V. 21.
[6] Dives in misericordia, 14.

Satu komentar pada Pesan untuk Pembukaan Tahun Suci Kerahiman Ilahi

  1. 30/12/2015 at 12:58

    Semoga romo2 Fransiskans mau menjadi ujung tombak dlm reformasi menuju gereja miskin, sesuai misi Santo Fransiskus. Selain berjiwa miskin, kemiskinan duniawi juga dicontohkan oleh Fransiskus… Bahkan jubah yg dipakai romo2 OFM ini dulu adalah pakaian pengemis (skg tdk)… Romo2 dpt memulai dengan solider dengan org miskin, tdk mengharuskan umat ke gereja dengan pakaian terbaik dan bersepatu. Justru sebaliknya… Juga gedung gereja yg fungsional, miskin, bukan yg mewah. Maaf kalau dianggap menggurui; saya hanya meneruskan suara Paus Fransiskus yg menghendaki gereja miskin, utk org miskin. Selamat berkarya, romo…

Kirim komentar

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *