Pergulatan Yakub dengan Malaikat Tuhan Menggambarkan Pentakosta



Dilihat: 258 kali

holyspirit2Jika Perjanjian Lama dimengerti dalam terang Perjanjian Baru maka kita akan mempunyai pesan yang begitu indah dan penuh makna. Dalam konteks Hari Raya Pentakosta, beberapa tipologi/benang merah dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah peristiwa Yakub yang bergulat dengan Malaikat Tuhan dan Bunda Maria bersama para rasul yang mendapat curahan Roh Kudus. Yakub yang ketakutan akan kemungkinan dibunuh Esau, mempunyai kesamaan dengan para murid di Perjanjian Baru yang ketakutan dari pembunuhan kaum Farisi. Yakub dan para murid menyadari bahwa hanya Tuhan sajalah yang dapat menyelesaikan permasalah mereka, sehingga Yakub bergelut dengan Tuhan di dalam doa di tepi sungai Yabok, sedangkan para murid berserta dengan Maria bergelut dengan Tuhan di “upper room“/senakel.

Kalau Yakub bergelut dengan malaikat Tuhan dan menang, sehingga namanya diubah menjadi Israel, maka di dalam Perjanjian Baru, pada peristiwa Pentakosta, kemenangan para murid ditandai dengan lahirnya Gereja, Israel yang baru. Yakub yang berjalan timpang setelah bergelut dengan malaikat Tuhan, juga dialami oleh para murid, di mana mereka menanggung begitu banyak penganiayaan, bahkan rela menjadi martir. Namun mereka semua mengalami perubahan dari dalam: Yakub yang takut dan berjalan di belakang menjadi pemimpin dan berjalan di muka, sedangkan para murid yang takut dan bersembunyi, menjadi pewarta dan memberitakan Kristus tanpa takut dihukum. Dan itulah efek kemenangan dalam bergulat “melawan” Tuhan di dalam doa. Kemenangan ini terletak bukan pada terpenuhinya keinginan kita, namun pada merajanya keinginan Tuhan dalam kehidupan kita dan kekuatan yang diberikan Tuhan untuk mengemban misi yang diberikan oleh Tuhan dalam kehidupan kita.

Marilah, kita bersama-sama bergulat dengan Tuhan, dengan terus bertekun di dalam doa, seperti yang dilakukan oleh Yakub dan para murid. Kita terus bertekun dalam doa, sampai kita mendapatkan Pentakosta yang baru, sehingga hati kita dipenuhi dengan Roh Kudus-Nya, sehingga kita senantiasa mempunyai kekuatan untuk senantiasa melaksanakan kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Dan mungkin Tuhan akan memberikan nama yang baru kepada kita masing-masing, untuk mengemban misi khusus yang diberikan kepada Tuhan kepada kita masing-masing.

Kita mohonkan kepada Tuhan 7 karunia Roh Kudus: Roh Kebijaksanaan, Roh Pengertian, Roh Nasehat, Roh Pengenalan, Roh Kesalehan, Roh Keperkasaan, Roh Takut Akan Tuhan.

Selamat Hari Raya Pentakosta.

diambil dari: “http://katolisitas.org/2009/12/19/pergulatan-yakub-dengan-allah-menggambarkan-pentakosta/”

Tags: , , ,



Kirim Komentar