Pendidikan



Dilihat: 648 kali

Pendidikan sangat penting untuk memajukan kehidupan. Dengan kesadaran ini, Fransiskan OFM Indonesia turut serta dalam memajukan dunia pendidikan melalui pelayanannya. Secara kongkret, pelayanan di bidang pendidikan ini adalah:

  1. STF Driyarkara Jakarta. Sejak tahun 1969, bersama-sama dengan KAJ dan SJ, Fransiskan OFM Indonesia mulai membuka Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta. Selain untuk pendidikan filsafat calon-calon imam, lembaga ini juga terbuka untuk umum. Saat ini, STF. Driyarkara telah membuka program Ilmu Filsafat, Ilmu Teologi, Magister Ilmu Filsafat (S2) dan Doktor Ilmu Filsafat (S3). Selain itu, STF Driyarkara Jakarta juga menyelenggarakan Ekstention Course Filsafat dan Ekstension Course Teologi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
  2. Yayasan Santo Fransiskus. Pada awalnya Yayasan pendidikan ini didirikan oleh para misionaris Fransiskan untuk menampung para pelajar yang putus sekolah akibat situasi politik yang panas pasca kemerdekaan RI. Mereka ditampung di sekolah Pool Kramat Raya 134, Jakarta Pusat. Saat ini, Yayasan Santo Fransiskus memiliki 7 unit sekolah. 5 unit sekolah berada di Jl. Kramat Raya 67 Jakarta Pusat yaitu TK dan Kelompok Bermain Santo Fransiskus, SD Santo Fransiskus, SMP Santo Fransiskus, SMK Fransiskus 2 dan SMA Fransiskus 1. 2 unit lainnya berada di Jl. Bangunan Barat 29, Kampung Ambon, Jakarta Timur yaitu SMA Fransiskus 2 dan SMK Fransiskus 1.
  3. Yayasan Santo Fransiskus Ndoso. Salah satu bentuk kepedulian OFM Indonesia atas pendidikan di Flores adalah menyelenggarakan karya pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Santo Fransiskus Ndoso. Yayasan persekolahan ini menaungi 4 unit karya pelayanan yaitu SMP Kemasyarakatan Ndoso, Asrama Putra St. Fransiskus, Asrama Putri St. Clara dan Sanggar Kebudayaan “Mbate Ruku”.
  4. Sekolah St. Fransiskus – Fatuberliu, Timor Leste. Selain karya persekolahan, juga ada karya asrama untuk anak-anak sekolah tersebut.

4 Respon pada “Pendidikan”



  1. Bimo

    Website yg bagus. Catatan kecil (tapi puenting!):
    1. Dalam akta notaris tercantum Yayasan Santo Fransiskus (bukan Yayasan Fransiskus Jakarta)

    2. Dalam nomenklatur Diknas, Yayasan Santo Fransiskus menyelenggarakan :
    * TK dan Kelompok Bermain Santo Fransiskus 1 (Bukan TK Fransiskus)
    * SD Santo Fransiskus 1 (Bukan SD Fransiskus)
    * SMP Santo Fransiskus 1 (Bukan SMP Fransiskus)
    * SMA Fransiskus 1
    * SMK Fransiskus 2
    kelima sekolah tersebut berlokasi di Jl.Kramat Raya 67, Jakarta Pusat

    * SMA Fransiskus 2 (bukan SMU)
    * SMK Fransiskus 1
    di Jl.Bangunan Barat, Kampung Ambon, Jakarta Timur.

    3. Yayasan Santo Fransiskus Ndoso menyelenggarakan
    1) Sekolah (SMP Kemasyarakatan Ndoso)
    2) Asrama Santo Fransiskus (untuk Putra)
    3) Asrama Santa Clara (untuk Putri)
    4) Sanggar Kebudayaan “Mbate Ruku”
    Jadi 4 unit, bukan 3.

    tks

    #544
  2. Framinor

    Terima kasih atas masukkannya, Pater. Sejujurnya kami - pengelola website - pun belum paham benar penggunaan istilah itu dalam bahasa Indonsia : pakai “Asisi” atau “Assisi”? Jika nama kota itu mau tetap ditulis saja “Assisi” maka akan kami koreksi jika sudah ada kesepakatan. Salam kembali.

    #77
  3. Antonius E. Kristiyanto

    terima kasih atas tampilan website OFM provinsi St. Mikhael Indonesia yang bagus. sekedar bertanya saja, mengapa acapkali ditulis Asisi, dan bukan Assisi?
    salam

    #76



Kirim Komentar