Paskah 2013 di Gereja-gereja Tanah Suci

09/02/2013
Oleh   |  Dilihat: 893 kali  |  Tampilan Cetak Tampilan Cetak

Senin, Oktober 15, 2012 lalu, sesuai dengan petunjuk Majelis Ordinaris Katolik di Tanah Suci (Assemblea degli Ordinari di Terra Santa disingkat AOCTS) telah diumumkan, mengenai perayaan Paskah, menurut kalender Julianus. Dokumen tersebut menyatakan bahwa dalam dua tahun, semua Umat Katolik baik dari Ritus Latin maupun Ritus Timur di Keuskupan Tanah Suci akan mengikuti kalender Julianus (seperti yang diterapkan umat Kristen Ortodoks), dan ini merupakan keputusan akhir serta telah mendapat persetujuan oleh Tahta Suci. Petunjuk tersebut diserahkan kepada paraUskup Gereja Katolik dengan tetap memberikan kebebasan untuk memilih apakah akan memulai pengalaman pada tahun 2013 ini atau dalam tahun-tahun depan sampai kurun waktu tahun 2015.

Patriarkat Latin Yerusalem, Yang Mulia Patriarkat Fouad Twal, telah mengundang semua imam di Keuskupan Tanah Suci (yaitu, Palestina, Yordania, Israel dan Siprus) untuk menggunakani kalender Ortodoks. Oleh karena itu, Paskah di Tanah Suci akan dirayakan pada 5 Mei 2013, dengan pengecualian dari daerah Yerusalem dan Betlehem, karena “Status quo”.

Berkenaan dengan Gereja-gereja lain dari Tanah Suci, Yang Mulia Patriarkat Elias Chacour, Uskup Agung dari Gereja Melkit Yunani, mengundang para imam di keuskupannya di Galilea mengikuti kalender Julian untuk Paskah 2013. Sementara, Yang Mulia Patriarkat Moussa El-Haj, dari Gereja Maronit sebagai Uskup Agung Haifa, mengatakan bahwa Gereja Maronit akan mengikuti kalender Patriarkat Maronit Lebanon, dan dengan demikian, akan merayakan Paskah mendatang sesuai dengan tanggal Gereja Katolik Roma.

Pada masa lampau, pengalaman seperti ini- yaitu menyatukan perayaan paskah antara Gereja Timur dan Barat- sebenarnya pernah juga dilakukan beberapa paroki Katolik di Keuskupan Tanah Suci dengan banyak keberhasilan. Hal ini dilakukan mengingat banyak keluarga yang terbentuk dari hasil perkawinan campur antara Katolik, Ortodoks, dan Protestan. Perbedaan dalam kalender yang digunakan oleh Gereja Katolik (yang mengikuti kalender Gregorian) dan Gereja Ortodoks (yang mengikuti kalender Julianus) membuat anggota keluarga campuran tak bisa merayakan Paskah pada hari yang sama. Perbedaan tersebut berawal dari Konsili Nicea (325 M), di mana saat itu Gereja sepakat bahwa Paska Kristen harus dirayakan pada Minggu sesudah bulan purnama pertama di musim semi 114 Nisan. Perubahan kalender yang dilakukan di Barat pada 1582 (“kalender Gregorius” sesuai dengan nama Paus Gregorius XIII) menyebabkan pergeseran beberapa hari terhadap kalender di Timur. Gereja-gereja Barat dan Timur sekarang ini mencari satu kesepakatan, supaya mereka dapat merayakan lagi pesta agung kebangkitan Tuhan pada hari yang sama.(Bdk. KGK 1170)

Berkaitan dengan Paskah 2015 dan tahun-tahun berikutnya, keputusan akan diusulkan oleh AOCTS untuk kemudian disetujui oleh Tahta Suci. Tahun tersebut sebaiknya menjadi penetapan terakhir diterapkannya kalender Julianus untuk perayaan Paskah, untuk semua Gereja Katolik di Tanah Suci, “sehingga kita dapat mengadaptasikan kalender liturgi untuk awal Prapaskah dan Hari Raya Pentakosta. Ini adalah arahan AOCTS yang menyatakan bahwa keputusan ini akan diterima, dihormati, dan dilaksanakan oleh semua Umat Katolik baik dari Ritus Latin maupun Timur serta semua orang asing yang berada di keuskupan ini. Maka, Tahun 2014 mendatang kiranya akan menjadi tahun yang “ekumenis” karena Umat Katolik dan Ortodoks akan merayakan paskah bersama pada 20 April.

sumber: http://it.custodia.org/default.asp?id=4&ricerca=pasqua&id_n=21965
diterjemahkan oleh Melanius Sesar Jordan, OFM

2 komentar pada Paskah 2013 di Gereja-gereja Tanah Suci

  1. Eljon Gultom
    24/02/2013 at 13:14

    maaf sebelumnya karena ini bukan komentar.
    sy ingin melakukan puasa tpi sy tidak tau dimulainya pada tanggal berapa dan bulan berapa, tolong berikan secara terperinci keterangan untuk ku yang sangat jelas. sy menunggu umpan baliknya bapak.
    terimakasih, slm hormat untuk mu.

    • Framinor
      25/02/2013 at 10:40

      Sdr. Eljon Gultom, terima kasih atas kunjungannya.
      Mengenai puasa katolik, peraturan minimalnya adalah : wajib puasa dan pantang pada hari Rabu Abu dan Jumat Agung. Hari Rabu Abu jatuh pada tanggal 20 Februari 2013 yang lalu dan Jumat Agung jatuh pada tanggal 29 Maret 2013. Jadi ada dua hari wajib puasa dan pantang, jika saudara ingin melakukan lebih dari itu tentu saja diperbolehkan. Selengkapnya mengenai peraturan wajib dan pantang masa prapaskah bisa Anda lihat di link ini: http://katolisitas.org/1914/berpuasa-dan-berpantang-menurut-gereja-katolik

      salam
      framinor

Kirim komentar

Email anda tak akan dipublikasi. Kolom bertanda * harus diisi

*