Pasal VII Pengetahuan harus diikuti pekerjaan yang baik



Dilihat: 96 kali

(1)Rasul berkata: Huruf mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
(2)Orang yang mati oleh huruf, ialah mereka yang hanya ingin mengetahui kata-kata semata-mata agar dianggap lebih bijaksana di antara orang lain, dan agar dapat memperoleh banyak kekaya an untuk diberikan kepada sanak-saudara dan sahabat-sahabat.
(3)Para religius yang mati oleh huruf, ialah mereka yang tidak mau mengikuti roh kitab suci, tetapi hanya ingin mengetahui kata-kata saja dan menafsirkannya bagi orang lain.
(4)Tetapi orang yang dihidupkan oleh roh kitab sucl, ialah mereka yang tidak menganggap setiap huruf yang mereka ketahui atau ingin mereka ketahui sebagai milik diri sendiri[1], tetapi mengembalikannya kepada Tuhan Allah Yang Mahatinggi, pemilik segalanya yang baik, baik dengan kata-kata maupun dengan teladan mereka.


[1]sebagai milik diri sendiri”, harfiah “badan”. Ungkapan “badan” (seperti “daging” dan “dunia”) sering dipakai Fransiskus dengan arti “si aku”, kecenderungan cinta diri dan egoisme yang amat kuat dalam diri setiap orang. “mengembalikan”: istilah ini, yang sering dipakai Fransiskus, mengungkapkan dasar kemiskinannya: manusia yang miskin, menerima segalanya dari Tuhan, dan harus mengembalikannya lagi kepada-Nya, agar ia tetap miskin dan bergantung kepada Dia selalu. Lht juga AngTBul XVII:17; PujIb 11.