Pasal VI Saudara-saudara tidak boleh memiliki apa pun; minta sedekah, dan saudara yang sakit



Dilihat: 76 kali

(1)Saudara-saudara tidak boleh membuat sesuatupun menjadi miliknya[1], baik rumah maupun tempat kediaman dan barang apa pun. (2)Sebagai musafir dan perantau di dunia ini, yang mengabdi kepada Tuhan dalam kemiskinan dan kerendahan, hendaklah mereka pergi minta sedekah dengan penuh kepercayaan; (3)dan mereka tidak perlu merasa malu, sebab Tuhan sendiri telah membuat diri-Nya menjadi miskin di dunia ini bagi kita. (4)Inilah puncak kemiskinan yang amat luhur itu, yang menetapkan kamu, saudara-saudaraku yang terkasih, menjadi ahli waris dan raja kerajaan surga, membuat kamu miskin akan harta benda tetapi membubung tinggi dalam keutamaan- keutamaan. (5)Itulah yang hendaknya menjadi bagianmu, yang mengantar ke negeri orang-orang hidup. (6)Melekatlah sepenuh-penuhnya kepadanya, saudara-saudara yang terkasih, dan untuk selamanya janganlah kamu mau memiliki sesuatu lainnya di bawah kolong langit, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus.

(7)Di mana pun saudara-saudara berada dan bertemu, hendaklah mereka menunjukkan bahwa mereka satu sama lain merupakan saudara se keluarga. (8)Maka yang satu hendaknya dengan leluasa menyatakan kebutuhannya kepada yang lain; karena jika seorang ibu mengasuh dan mengasihi anaknya yang badani, betapa lebih saksama lagi seorang saudara harus mengasihi dan meng asuh saudaranya yang rohani. (9)Jika ada saudara yang tertinggal karena sakit, maka saudara lainnya harus melayaninya, sebagaimana mereka sendiri ingin dilayani.


[1]. “membuat sesuatu pun menjadi miliknya” (=appropriare), lht AngTBul VII:13; XVII:4.