Pasal VI Meniru Tuhan
(1)Marilah, saudara sekalian, kita memandang Gembala Baik yang telah menanggung sengsara salib untuk menyelamatkan domba-domba-Nya.
(2)Domba-domba Tuhan telah mengikuti Dia dalam kemalangan dan pengejaran, dalam penistaan dan kelaparan, dalam sakit dan cobaan, dan lain seba gainya. Karena semuanya itu mereka telah menefima dari Tuhan kehidupan abadi.
(3)Oleh sebab itu memalukan sekali bagi kita, hamba-hamba Allah, karena para kudus yang telah melakukan karya-karya itu, sedangkan kita, yang hanya menceritakan karya-karya para kudus, ingin mendapat kemuliaan dan hormat[1].
[1]Tema petuah ini lazim bagi Fransiskus: mengikuti Kristus dalam rupa yang paling hina dan direndahkan; lht AngTBut XXII: 1-3. Bila orang mau mencari jejak sejarah Petuah ini, perlu diingat bahwa ketika Fransiskus mendengar berita kemartiran lima saudara di Maroko, ia terkejut melihat bahwa sejumlah pengikutnya bermegah-megah karena hal itu, maka dia melarang mereka untuk bermegah atas kesengsaraan orang lain (Giordano da Giano, Cronica, 8).



