Pasal 1 Orang Lumpuh Disembuhkan
Pada hari yang sama, di atas tubuh yang tersuci dan kudus, Bapa yang terberkati yang dikuburkan dengan urapan minyak surgawi, sebuah warisan yang paling berharga, seorang gadis muda yang lebih dari setahun menderita cacat pada lehernya dan sangat mengerikan, kepalanya bersandar pada bahunya dan dia hanya bisa memandang ke samping, dibawa ke kuburan Fransiskus. Gadis itu meletakan kepalanya seraya menundukkan kepalanya ke arah jenasah tubuh sang Santo yang amat berharga dan melalui jasa-jasa sang Santo, gadis itu dengan segera dapat meluruskan lehernya dan kepalanya kembali pada posisi yang biasanya. Gadis itu diliputi perubahan secara mendadak dalam dirinya sehingga ia mulai berlari dan berteriak.
Di distrik Narni, ada seorang laki-laki yang tungkai kakinya bengkok sehingga ia tidak dapat berjalan tanpa bantuan sepasang tongkat. Ia menghidupi dirinya dengan mengemis. Ia telah dibebani penderitaan itu selama beberapa tahun. Ia tidak mengenal bapak dan ibunya. Laki-laki itu secara utuh dibebaskan dari penderitaanya melalui jasa-jasa Bapa kita yang terberkati, St. Fransiskus sehingga ia dapat berjalan dengan bebas tanpa bantuan sepasang tongkat. Hal itu terjadi karena berkat Allah dan orang KudusNya.
Nicolo, seorang warga Foligno mengalami kelumpuhan pada kaki kirinya disebabkan oleh penyakit yang sangat ekstrim. Ia telah mendatangi banyak dokter untuk disembuhkan namun tidak pernah berhasil. Para dokter merekomendasikan bahwa penyakit yang dideritanya sangat ekstrim sehingga sulit disembuhkan. Ia selalu mengeram dengan suara keras pada malam hari sehingga para tetangganya tidak bisa tidur. Kemudian ia memasrahkan dirinya kepada Allah dan kepada St. Fransiskus. Ia pergi ke kuburan St Fransiskus. Setelah menghabiskan semalam dengan doa di kuburan Fransiskus, kakinya yang lumpuh disembuhkan dan dengan gembira ia kembali ke rumah tanpa tongkat.
Seorang laki-laki memiliki satu kaki yang lumpuh sehingga lututnya menekan dadanya dan tumitnya menyentuh pantatnya. Dia datang ke kuburan St. Fransiskus yang terberkati, sementara bapaknya menutup tubuhnya dengan sebuah kain di kepala dan ibunya melakukan pertobatan keras baginya. Dengan tiba-tiba, anak laki-laki itu disembuhkan secara utuh sehingga ia dapat berlari menyusuri jalan-jalan, sehat, bahagia dan bersyukur kepada Allah dan St. Fransiskus.
Di kota Fano, ada seorang lelaki yang lumpuh kedua kakinya. Mereka menutupi penyakit itu sampai menimbulkan bau busuk sehingga staf rumah sakit menolak untuk merawatnya. Tetapi, kemudian ia memohon kepada Bapa Fransiskus yang terberkati. Karena belas kasih dan melalui jasa-jasa St Fransiskus, dalam waktu yang singkat, ia digembirakan oleh kesembuhan yang dialaminya.
Ada juga seorang gadis kecil di Gubio. Tangan dan lengannya mengalami kelumpuhan sehingga lebih dari setahun ia secara total tidak dapat menggunakan kedua tangannya. Di temani kegelapan malam, perawatnya membawanya ke kuburan Bapa Fransiskus yang terberkati untuk mendapatkan berkat kesembuhan. Sesudah dia berada di sana selama delapan hari, pada hari terakhir lengannya dipulihkan kembali ke keadaan semula sehingga dia dianggap cukup baik untuk kembali menjalankan kegiatan-kegiatannya.
Ada seorang anak laki-laki dari Montenero berbaring beberapa hari di depan pintu gereja di mana tubuh St. Fransiskus yang terberkati dibaringkan. Ia tidak dapat berjalan dan hanya duduk sejak dia mengalami kelumpuhan mulai dari bagian pinggangnya. Suatu hari ia pergi ke gereja dan menyentuh kuburan Bapa Fransiskus yang terberkati. Ketika ia kembali ke luar, ia disembuhkan secara utuh. Selain itu, seorang anak kecil laki-laki dilaporkan bahwa sementara ia sedang berbaring di depan kuburan Sang Santo yang mulia, seorang laki-laki muda ada di sana dengannya, mengenakan jubah Ordo di atas kuburan. Orang muda itu membawa beberapa buah pir di tangannya dan ia memanggil anak muda itu. Sambil menyerahkannya satu buah pir, ia mengangkatnya untuk bangun. Anak laki-laki itu mengambil buah pir dari tangan anak muda itu dan menjawab “Lihatlah, saya lumpuh. Saya tidak dapat bangun.” Ia makan buah pir yang diberikan kepadanya dan kemudian ia mulai mengeluarkan tangannya untuk mengambil buah pir yang lain yang diserahkan anak muda itu kepadanya. Lagi, anak muda itu mengangkatnya untuk berdiri tetapi anak laki-laki itu merasa berat karena sakit sehingga tidak bisa bangun. Tetapi, saat anak laki-laki itu mengulurkan tangannya, anak muda itu mengulurkan buah pir dan menarik tangannya dan membimbingnya ke luar. Kemudian ia menghilang dari penglihatan. Ketika anak laki-laki itu melihat bahwa ia sembuh, ia mulai berteriak dengan suara yang keras, menceritakan kepada setiap orang apa yang telah terjadi padanya.
Ada seorang perempuan dari kampung Coccorano yang dibawa ke kuburan Bapa yang mulia di atas sebuah usungan karena seluruh anggota badannya lumpuh kecuali lidahnya. Sesudah ia tinggal beberapa waktu di depan kuburan St Fransiskus yang terberkati, ia bangun karena disembuhkan. Sesudah itu, warga kota Gubio lain membawa anaknya yang cacat di atas sebuah usungan ke kuburan Bapa yang kudus.
Bartolomeo dari kota Narni adalah seorang yang paling miskin atau fakir miskin. Suatu hari sesudah bangun dari tidur di bawah naungan pohon ia menemukan dirinya lumpuh sehingga ia tidak dapat berjalan. Penyakitnya menyebar ke seluruh bagian tubuh. Kaki dan lututnya lunglai; ia tidak dapat merasakan guratan pisau, demikian juga ia tidak takut percikan api. Suatu malam, dengan kekudusan St. Fransiskus pencinta yang tulus dari orang-orang miskin dan bapa dari semua fakir miskin, menampakkan diri kepadanya dalam sebuah mimpi. Fransiskus memerintahkannya untuk pergi ke sebuah kolam mandi, karena digerakkan oleh belaskasihan pada orang-orang sengsara, ia ingin membebaskannya dari penyakitnya. Ketika ia bangun, ia tidak tahu apa yang akan dilakukannya sehingga ia menceritakan kisah penglihatannya itu kepada uskup di kotanya. Uskup mendesaknya untuk cepat-cepat ke kolam itu sebagaimana yang diperintahkan Fransiskus. Uskup membuat tanda salib atasnya dan memberkatinya. Bertopang pada sebuah tongkat ia berangkat dengan memaksa dirinya ke tempat tersebut. Begitu ia bergerak dengan usahanya yang keras, ia mendengar sebuah suara yang mengatakan kepadanya “Pergilah dalam Damai Tuhan. Saya adalah orang yang berjanji kepadamu.” Ketika laki-laki itu mendekati kolam itu pada malam hari, ia mengambil jalan yang salah. Dia mendengar sebuah suara lagi yang berbicara kepadanya bahwa ia tidak berada pada jalan yang benar dan suara itu menuntunnya ke kolam. Ketika ia mencapai tempat itu dan masuk ke dalam kolam, ia merasa sebuah tangan terletak di atas kakinya dan yang lain menarik lututnya. Dengan segera, ia dibebaskan dan ia melompat ke dalam kolam, memuji Sang Pencipta dan hambaNya St Fransiskus yang terberkati, yang telah menerima begitu banyak rahmat dan kekuatan dari Tuhan. Orang itu telah menjadi lumpuh dan pengemis selama tujuh tahun.



saya mulai mengerti saudara saya ingin tau struktur orde ke tiga